• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 12 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Posisi Ulama dan Umaro

13/02/2025
in Nasihat
Posisi Ulama dan Umaro

Ilustrasi, foto: ngobibareng.id

77
SHARES
596
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ULAMA berperan membimbing umat. Umaro berperan melayani dan melindungi. Tapi kendali tetap di tangan ulama.

Ada sisi lain yang menarik dari para ulama salaf, atau ulama generasi awal setelah masa Sahabat Nabi. Mereka tekun membimbing umat, tapi di sisi lain, tegas terhadap umaro atau pemerintah.

Salah satunya Imam Abu Dawud rahimahullah yang hidup di abad kedua hijriyah. Ulama fikih dan hadis ini pernah ‘didekati’ amir atau penguasa saat itu: Amir Al-Muwaffiq.

Al-Muwaffiq meminta agar Abu Dawud tidak lagi tinggal di Bagdad. Melainkan pindah ke Bashrah. Mungkin hal itu berkaitan dengan permintaannya yang kedua.

Kedua, Abu Dawud diminta bisa mengajarkan secara khusus anak-anak Al-Muwaffiq.

Permintaan pertama disetujui Abu Dawud. Tapi yang kedua ditolak. Guru dari Imam Tirmidzi dan Nasa’i ini menolak mengajar secara khusus keluarga istana.

“Mereka harus duduk bersama-sama dengan umat Islam yang lain,” tegas Abu Dawud.

Akhirnya disepakati, keluarga istana yang ikut pengajian Imam Abu Dawud memang duduk bersama dengan peserta yang lain. Tapi, diberikan tempat khusus yang disekat dengan tirai.

Persoalan ini pula yang dialami Imam Bukhari hingga akhir hayatnya. Beliau tetap menolak mengajar secara khusus keluarga istana, sementara amir saat itu memaksa Imam Bukhari mau datang ke istana.

Karena tidak ada kata sepakat, Imam Bukhari diusir dari wilayah kekuasaan amir itu. Penulis kitab yang berniai sakral kedua setelah Al-Qur’an itu pun meninggal dunia dalam masa ‘pengasingan’ itu.

Begitu pun dengan Imam Malik rahimahullah. Guru Imam Syafi’i ini memberikan dalih ke penguasa saat itu: al ilmu yu’ta walaa ya’ti. Ilmu itu didatangi, bukan mendatangi.

**

Sedemikian wara’-nya, sedemikian hati-hatinya para ulama salaf dengan istana; mereka tidak ingin memberikan hak istimewa pada keluarga istana dengan mendatangi istana. Meskipun dengan acara mulia, yaitu mengajar ilmu Islam ke keluarga istana.

Kenapa? Karena mereka tidak ingin meletakkan fatwa di bawah kendali istana. Fatwa agama harus di atas segalanya. Termasuk, kebijakan istana.

Jadi, bukan mengharamkan hubungan baik dengan istana. Tapi, lebih karena ingin menjaga kemandirian fatwa yang murni berdasarkan dalil-dalil yang sahih, meskipun akan bertentangan dengan kebijakan istana. [Mh]

 

 

Tags: Posisi Ulama dan Umaro
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kemenag Berencana Menggelar Sidang Isbat pada 28 Februari 2025 Mendatang

Next Post

Makna Kunjungan Erdogan ke Indonesia

Next Post
Makna Kunjungan Erdogan ke Indonesia

Makna Kunjungan Erdogan ke Indonesia

Mendorong Brand Lokal, Scarf Media Gelar Ramadhan Nostalgic

Mendorong Brand Lokal, Scarf Media Gelar Ramadhan Nostalgic

From Wedding Ring to Boxing Ring

From Wedding Ring to Boxing Ring

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8856 shares
    Share 3542 Tweet 2214
  • Inilah Para Pemain Muslim Tim Swiss di Piala Eropa 2020

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1081 shares
    Share 432 Tweet 270
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3989 shares
    Share 1596 Tweet 997
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11570 shares
    Share 4628 Tweet 2893
  • Kisah Teladan Tsabit bin Dahdah yang Menukar Hartanya dengan Surga

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2266 shares
    Share 906 Tweet 567
  • Hukum Tahajud setelah Subuh karena Telat Bangun

    1432 shares
    Share 573 Tweet 358
  • ParagonCorp Bersama Pemprov DKI Jakarta dan Transjakarta Resmikan Revitalisasi Halte Swadarma yang Lebih Inklusif

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3457 shares
    Share 1383 Tweet 864
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga