• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 22 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Jangan Usil dengan Urusan Orang Lain

17/09/2022
in Nasihat
Belajar Gaul dengan Tetangga (2)

Ilustrasi, foto: cdn.vox.cdn.com

103
SHARES
794
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PRIORITAS urusan hidup ini jelas. Yaitu, perbaiki urusan diri sendiri, keluarga, sanak kerabat, dan orang lain.

Manusia itu makhluk sosial yang kadang terasa menjadi lebih hidup ketika mengurusi urusan orang lain. Padahal, urusan diri sendiri masih perlu banyak perbaikan.

Kalau ditanya pembicaraan apa yang paling menarik untuk disimak? Sebagian menjawab, pembicaraan tentang orang lain yang sudah dikenal. Bisa sahabat, tetangga, kerabat, dan lainnya.

Sayangnya, tema pembicaraan yang menariknya bukan tentang kebaikan mereka. Tapi tentang keburukannya.

Apa saja yang kelihatan buruk dari orang lain, meskipun secara objektif kecil, terasa begitu besar dan sangat menarik untuk disimak.

Kalau kekurangan bahan, bisa share bahan ke teman ngerumpi. Dan menimpali omongan tentang ini rasanya begitu mengasyikkan.

Di mana asyiknya? Yaitu ketika suasana pembicaraan memposisikan diri kita dan teman ‘diskusi’ sebagai hakim yang bisa memutuskan apa saja: yang ini baik, dan yang ini buruk.

Lalu, apakah hasil ‘diskusi’ itu akan disampaikan ke pemilik masalah? Sama sekali tidak. Pemilik masalah hanya sebagai acuan saja. Kegiatan pokoknya justru pada keasyikan menghakimi si pemilik masalah atau orang yang dibicarakan itu.

Bagaimana kalau nggak ada masalah yang terungkap dari orang-orang sekitar yang dikenal? Ya, cari masalah apa saja. Mungkin tentang publik figure, tema sinetron, atau siapa saja yang bisa diolah masalahnya.

Pertanyaannya, berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga ‘diskusi’ tuntas? Jawabannya, tak ada batasan waktu. Kalau perlu terus bersambung.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menasihati, “Sebagian dari bagusnya Islam (agama) seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Yang bermanfaat itu bukan yang terasa enak kalau dilakoni. Tapi yang bisa memberikan nilai tambah, baik untuk keuntungan dunia maupun akhirat.

Keuntungan dunia misalnya ada nilai yang bisa didapat, misalnya bisnis, pengetahuan, kesehatan, dan lainnya. Sementara keuntungan akhirat antara lain pahala kebaikan.

Hidup ini nggak gratis, akan ada pertanggungjawabannya: untuk apa waktu dan kesempatan yang tersedia dihabiskan?

Kalau kita tidak piawai mencari pahala, jangan gemar buat dosa. Karena itu, isi waktu dan kesempatan yang Allah sediakan untuk kemaslahatan dunia dan akhirat.

Jangan untuk mengurus yang bukan urusan kita. Kecuali untuk benar-benar membantu atau membimbing orang lain agar selamat dari keburukan.

Tapi kalau hanya sekadar ‘asyik-asyik’ saja, bukan maslahat yang akan didapat. Tapi dosa yang terus ditumpuk dan dibesarkan.

Jangan kepo dengan urusan orang lain. Kecuali jika diminta untuk membantu oleh si empunya masalah. Jangan juga hobi ‘diskusi’ tentang urusan orang lain. Karena urusan kita sangat banyak. [Mh]

 

 

 

Tags: Jangan Usil dengan Urusan Orang Lain
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Masjidil Haram Luncurkan Robot Khutbah Bisa Murottal dan Azan

Next Post

Az-Zuhri, Mampu Menghafal Al-Qur’an dalam 80 Malam

Next Post
Keberkahan Pergi pada Pagi Hari untuk Mencari Nafkah

Az-Zuhri, Mampu Menghafal Al-Qur'an dalam 80 Malam

Keberkahan Pergi pada Pagi Hari untuk Mencari Nafkah

Rabi'ah Ar-Rayi, Orang yang Hafal Sunnah

Rumah yang Rapi dan Bersih dalam Keluarga Harmonis

Rumah yang Rapi dan Bersih dalam Keluarga Harmonis

  • Orasi Fathimah Az-Zahra BEM UI di Tugu Tani

    Orasi Fathimah Az-Zahra BEM UI di Tugu Tani

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9578 shares
    Share 3831 Tweet 2395
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2535 shares
    Share 1014 Tweet 634
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    301 shares
    Share 120 Tweet 75
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1384 shares
    Share 554 Tweet 346
  • Anak Yatim Korban Covid-19 Punya Masa Depan

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Mencintai-Mu Diam-Diam

    85 shares
    Share 34 Tweet 21
  • CNN Pecat 3 Karyawan karena Masuk Kantor Tanpa Divaksinasi

    87 shares
    Share 35 Tweet 22
  • Kajian Aqidah Islam, Menengok Isi Kitab Talmud Yahudi (Bag. 2)

    117 shares
    Share 47 Tweet 29
  • Muddassar Ahmed: Filantropis Muslim Asia, Bekerja untuk Mengatasi Kelaparan di London

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga