JALUR pendakian Gunung Slamet via Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, Purbalingga, Jawa Tengah, akan kembali dibuka mulai Rabu (10/6/2026).
Tak hanya jalur Bambangan, operasional enam jalur pendakian lain yakni via Guci, Baturraden, Gunung Malang, Kaliwadas, Dipajaya, dan Cemara Sakti juga kembali dibuka.
Dikutip dari berbagai sumber, Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat, Sugeng Utomo menyampaikan, meski telah dibuka, aktivitas pendakian tetap dibatasi hingga radius dua kilometer dari puncak.
Dalam beberapa hari ini, Perhutani memberikan waktu kepada setiap pengelola jalur pendakian Gunung Slamet untuk mematangkan sejumlah persiapan.
Baca juga: Gunung Semeru Erupsi dengan Tinggi Letusan hingga 700 Meter di Atas Puncak
Jalur Pendakian Gunung Slamet Via Dusun Bambangan Kembali Dibuka Mulai Rabu (10/6/2026)
Persiapan lapangan yang disyaratkan, kata Sugeng, meliputi pemasangan rambu batas aman, penanda jalur evakuasi, dan papan informasi yang jelas mengenai pembukaan pendakian secara terbatas.
Di sisi administrasi, pengelola basecamp wajib menyediakan form surat pernyataan calon pendaki bermaterai. Pengelola basecamp juga wajib menerapkan safety briefing bagi tiap pendaki sebelum melaksanakan pendakian.
Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) mempersempit radius aman Gunung Slamet dari tiga kilometer menjadi dua kilometer dari kawah.
Berdasarkan hasil analisis selama periode Sabtu (4/4/2026) hingga Rabu (3/6/2926), petugas mengamati tidak adanya peningkatan aktivitas termal yang lebih lanjut.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Hasil pengukuran suhu menggunakan drone termal, suhu solfatara kawah berfluktuasi antara 407,2 derajat celcius hingga 478,7 derajat celcius, tanpa menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.
Meski sejumlah parameter pemantauan lain secara umum memperlihatkan kecenderungan menurun, tingkat aktivitas vulkanis Gunung Slamet belum sepenuhnya kembali ke kondisi dasar. [Din]





