DALAM kehidupan, ada masa ketika segala sesuatu terasa begitu berat. Rencana yang sudah disusun tidak berjalan sesuai harapan, usaha yang dilakukan seolah belum membuahkan hasil, atau masalah datang bertubi-tubi tanpa memberi kesempatan untuk bernapas. Dalam kondisi seperti ini, kita sering mendengar nasihat untuk “berserah kepada Allah”. Namun, berserah dan menyerah sebenarnya memiliki makna yang sangat berbeda.
Menyerah biasanya muncul ketika seseorang sudah kehilangan harapan. Ia merasa tidak ada lagi yang bisa dilakukan sehingga memilih berhenti berusaha. Kalimat seperti, “Sudah tidak ada jalan,” atau “Percuma saya mencoba lagi,” sering muncul ketika hati mulai dikuasai keputusasaan.
Baca Juga: Selesaikan Dirimu Sendiri Sebelum Sibuk Memikirkan Orang Lain
Berserah dan Menyerah, Dua Hal yang Berbeda dalam Menghadapi Ujian
Padahal, Allah melarang hamba-Nya berputus asa dari rahmat-Nya. Dalam QS. Az-Zumar ayat 53, Allah mengingatkan agar manusia tidak berputus asa dari rahmat-Nya dan menegaskan keluasan ampunan-Nya.
Karena itu, ketika menghadapi masalah, jangan buru-buru menganggap semuanya sudah berakhir. Bisa jadi jalan yang kita harapkan memang belum terbuka, tetapi bukan berarti Allah tidak memiliki jalan lain.
Sementara itu, berserah kepada Allah bukan berarti berhenti berusaha. Berserah berarti tetap melakukan ikhtiar sebaik mungkin, kemudian menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah. Kita mengerjakan bagian yang menjadi tanggung jawab kita, sedangkan hasilnya kita percayakan kepada Allah.
Inilah yang disebut tawakal. Al-Qur’an mengajarkan agar orang-orang beriman bertawakal kepada Allah. Dalam QS. Ali Imran ayat 122 disebutkan bahwa kepada Allah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal.
Ada perbedaan besar antara seseorang yang menyerah dan seseorang yang berserah. Orang yang menyerah berkata, “Saya sudah tidak mampu, jadi saya berhenti.” Sementara orang yang berserah mengatakan, “Saya sudah berusaha semampu saya. Sekarang saya serahkan hasilnya kepada Allah.”
Sikap berserah juga bukan alasan untuk menjadi pasif. Jika sedang mencari pekerjaan, tetap kirim lamaran dan tingkatkan kemampuan. Jika sedang menghadapi persoalan keluarga, tetap berkomunikasi dan mencari solusi. Jika sedang mengejar sebuah cita-cita, tetap berusaha meskipun prosesnya panjang.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Hanya saja, kita perlu belajar menerima bahwa tidak semua hasil akan sesuai dengan keinginan. Terkadang Allah memberikan apa yang kita minta. Di waktu lain, Allah menunda, mengubah arah, atau memberikan sesuatu yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Di situlah tawakal menjadi penting. Kita boleh menangis, kecewa, dan merasa lelah. Namun, jangan sampai rasa lelah membuat kita berhenti percaya kepada Allah.
Pada akhirnya, berserah bukan tanda kelemahan. Justru, berserah menunjukkan bahwa kita memahami keterbatasan diri sekaligus meyakini bahwa Allah memiliki kuasa atas segala sesuatu. Teruslah melangkah, teruslah berdoa, dan teruslah berikhtiar. Jika hasilnya belum sesuai harapan, percayalah bahwa perjalanan bersama Allah tidak pernah sia-sia. [DW]
Sumber: Ustadz Muhammad Assad




