KETAHUI beberapa dampak buruk akibat dari mencuci muka secara berlebihan. Ada anggapan bahwa kamu harus mencuci muka sampai kulit terasa benar-benar kesat.
Padahal, kebiasaan membersihkan wajah secara berlebihan justru berisiko merusak pelindung kulit.
Pertahanan alami ini rusak, wajahmu rentan mengalami berbagai masalah kesehatan. Mencuci wajah adalah salah satu langkah paling dasar dalam perawatan kulit. Namun, dokter kulit sering melihat orang-orang bertindak terlalu jauh.
Mencuci berulang kali, menggunakan pembersih yang keras, dan menggosok secara agresif, mungkin membuat kulit terasa sangat bersih, tetapi hal ini juga dapat mengganggu pelindung alaminya.
Dampak buruk dari mencuci muka secara berlebihan dapat mengganggu pelindung kulit. Pelindung kulit membantu menjaga kelembapan di dalam kulit, sekaligus melindunginya dari iritan luar.
Jadi, ketika pelindung tersebut terganggu, kulit wajah bisa menjadi kering, tertarik, bersisik, merah atau sangat sensitif.
Baca juga: Simak, Tiga Manfaat Menggunakan Masker Wajah Secara Rutin
Simak Beberapa Dampak Buruk Akibat Mencuci Muka secara Berlebihan
Wajah sebenarnya memberikan banyak sinyal yang bisa langsung dirasakan. Rasa tertarik yang terus-menerus segera setelah mencuci muka, kekeringan berlebih, kulit mengelupas, kemerahan, rasa terbakar, atau lebih sensitif, bisa menjadi indikasi bahwa rutinitas pembersihan terlalu keras.
Kesalahpahaman lainnya adalah kulit harus terasa ‘sangat kesat’ setelah dicuci. Sensasi tersebut sebenarnya bisa menandakan bahwa terlalu banyak minyak yang telah terangkat.
Untuk menjaga kebersihan tanpa memicu kerusakan, frekuensi mencuci muka cukup dilakukan secara wajar.
Pembersihan di pagi hari mungkin berguna untuk beberapa jenis kulit, sedangkan pembersihan di malam hari sangat penting untuk menghilangkan sunscreen, makeup, keringat, polusi, dan produk yang menumpuk.
Orang dengan kulit sangat kering atau sensitif mungkin tidak membutuhkan pembersih yang kuat setiap pagi. Rutinitas mereka bisa disesuaikan dengan kebutuhan kulit masing-masing.
Banyak yang mengira bahwa tipe wajah berminyak membutuhkan frekuensi cuci muka lebih sering. Mereka mencuci muka berulang kali karena percaya bahwa menghilangkan minyak akan mencegah jerawat.
Alhasil, wajah menjadi terlampau kesat. Padahal, wajah berminyak belum tentu membutuhkan frekuensi cuci muka yang lebih sering.
Pembersihan berlebihan dapat mengiritasi kulit dan mungkin membuatnya terasa lebih tidak nyaman. Jerawat tidak sekadar disebabkan oleh ‘kulit kotor’, dan mencuci wajah berulang kali tidak dapat menghilangkan penyebab utama jerawat.
Agar tak merusak wajah, beralihlah ke sabun pembersih berformula lembut tanpa bahan abrasif.
Pakailah air suam-suam kuku ketimbang air panas, lalu keringkan dengan cara menepuk handuk secara perlahan. Jangan lupa aplikasikan pelembap setelahnya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Perhatian ekstra dibutuhkan jika kamu memakai obat jerawat, retinoid, atau produk eksfoliasi karena wajahmu menjadi lebih sensitif.
Lalu, bagaimana dengan penggunaan produk eksfoliasi fisik berupa butiran kasar? Menggosok secara fisik tidak selalu berbahaya, tetapi gosokan yang agresif dapat menyebabkan iritasi, terutama pada kulit sensitif atau berjerawat.
Kulit tidak perlu digosok sampai terasa benar-benar halus. Eksfoliasi, jika diperlukan, harus dipilih berdasarkan jenis kulit individu dan dilakukan secara bertahap.
Tujuan pembersihan adalah untuk mengangkat kotoran yang tidak diinginkan sambil menjaga fungsi pelindung kulit.
Rutinitas sederhana yang membersihkan dengan tepat, melembapkan saat dibutuhkan, dan melindungi kulit dari sinar matahari, sering kali lebih berkelanjutan daripada mengikis kulit secara berulang.
Kulit yang paling sehat tidak selalu kulit yang paling sering dicuci. Kulit sehat adalah kulit yang keseimbangan pelindung alaminya tetap terjaga. [Din]


