• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 30 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Nilai Cinta dan Keluarga dari Kisah Muhammad al Fatih

12/06/2022
in Kisah, Unggulan
Nilai Cinta dan Keluarga dari Kisah Muhammad al Fatih

Nilai Cinta dan Keluarga dari Kisah Muhammad al Fatih (foto: pixabay)

204
SHARES
1.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

NILAI cinta dan keluarga dari kisah Muhammad Al Fatih ini ditulis oleh Travel Writer Uttiek Herlambang dengan judul “Kehilangan, Cinta, dan Keluarga”.

Kabar tentang Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang hanyut di sungai Aere, Bern, Swiss, menyita perhatian masyarakat selama berhari-hari.

Sejak dinyatakan hilang pada Kamis (26/5) hingga ditemukan jasadnya pada Rabu (8/6).

Publik begitu antusias mengikuti karena berita ini bukan sekadar kabar tentang anak pejabat yang hanyut di sungai di luar negeri, namun adanya nilai-nilai cinta dan keluarga yang ikut terangkat.

Tak disangkal, di tengah kehidupan manusia modern yang serba hedonis, nilai-nilai cinta dan keluarga kian tergerus. Bagi masyarakat Indonesia, cinta dan keluarga adalah nilai-nilai yang tertanam secara kolektif.

Paul Connerton, mendefinisikan memori kolektif sebagai ingatan bersama di dalam suatu kelompok masyarakat yang dibangun dari sebuah pengalaman masa lalu yang terorganisir berdasarkan ingatan.

Sehingga ketika orangtua, kerabat, dan para sahabatnya mengunggah foto-foto yang menyentuh hati, masyarakat seakan “diingatkan” tentang pentingnya arti cinta, afeksi, dan kehangatan dalam keluarga.

Perasaan kehilangan putra sulung yang begitu dibanggakan orang tua, anak baik, ganteng, pintar, lulusan sekolah ternama dan sederet predikat lainnya seakan menjadi kehilangan bersama.

Begitu dalamnya rasa kehilangan itu hingga dilukiskan tak ada istilah yang dapat mewakilinya.

Sebutlah kalau kehilangan orang tua ada istilah yatim/piatu. Kehilangan suami/istri ada istilah janda/duda. Namun kehilangan anak tak ada kata yang tepat untuk mengungkapkannya.

Baca Juga: Jalan Sultan Muhammad Al-Fatih

Nilai Cinta dan Keluarga dari Kisah Muhammad al Fatih

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Uttiek M Panji Astuti (@uttiek.herlambang)

Rasa kehilangan yang begitu mendalam juga pernah dirasakan oleh salah satu sultan Utsmani yang sangat masyhur. Ia adalah Sultan Murad II, ayahanda Sultan Muhammad Al Fatih.

Syahdan Muhammad Al Fatih tidak pernah diproyeksikan menjadi pengganti ayahnya karena ia mempunyai dua kakak laki-laki, Ahmed dan Ali.

Seperti putra-putra sultan sebelumnya, di usia 2 tahun, Al Fatih dan Ahmed dikirim ke kota Amasya untuk belajar.

Di usia 6 tahun, Al Fatih diangkat menjadi gubernur Amasya menggantikan Ahmed yang meninggal mendadak.

Dua tahun memimpin Amasya, dia bertukar tempat dengan kakak keduanya, Ali, untuk memimpin kota Manisa.

Takdir Allah, Ali kemudian terbunuh. Peristiwa itu sangat memukul Sultan Murad II karena Ali adalah anak kesayangan yang digadang-gadang akan menggantikannya kelak.

Itu pula yang menjadi salah satu alasan Sultan Murad II mundur dari posisinya sebagai sultan.

Kesedihan yang mendalam membuat Sultan Murad II ingin lebih banyak bertaqarrub pada Allah, dan menyerahkan tampuk kekuasaan pada Muhammad Al Fatih yang kala itu usianya masih 11 tahun.

Singkat cerita, setelah kemenangan dalam perang Pentallaria, Sultan Murad II kembali didaulat menjadi sultan Utsmani dan Muhammad Al Fatih kembali menjadi gubernur di Manisa.

Hingga akhirnya Sultan Murad II mangkat pada 3 Februari 1451, dan Muhammad Al Fatih ditabalkan untuk kedua kalinya menjadi sultan.

Belajar dari peristiwa-peristiwa kehilangan itu, Allah ingin tunjukkan pentingnya nilai-nilai cinta dan keluarga yang dirindukan setiap manusia.[ind]

Tags: emmeril kahn mumtadzNilai Cinta dan Keluarga dari Kisah Muhammad al Fatihridwan Kamiluttiek herlambang
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Geraldine Beldi, Guru SD yang Menemukan Jenazah Eril Dihadiahi Liburan ke Indonesia

Next Post

BAZNAS Gencarkan Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Jabodetabek

Next Post
BAZNAS Gencarkan Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Jabodetabek

BAZNAS Gencarkan Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Jabodetabek

Sistem jaminan produk halla

Mengenal Sistem Jaminan Produk Halal yang Penting untuk Pelaku Usaha

Kriteria sistem jaminan halal

11 Kriteria Sistem Jaminan Halal, Pelaku Usaha Harus Tahu

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8760 shares
    Share 3504 Tweet 2190
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11519 shares
    Share 4608 Tweet 2880
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1022 shares
    Share 409 Tweet 256
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2340 shares
    Share 936 Tweet 585
  • Rakorwil dan PKPS 2 Salimah Jawa Barat Zona 5 Resmi Dibuka di Cianjur

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • 670 Kader Aisyiyah Ikuti Jambore Dakwah Kemanusiaan Aisyiyah Jateng, Perkuat Ketahanan Keluarga dan Pendidikan Masyarakat

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    2093 shares
    Share 837 Tweet 523
  • Muharam Ceria Salimah Kudus Hadirkan Senyum Bahagia bagi 180 Anak Yatim dan Dhuafa

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3940 shares
    Share 1576 Tweet 985
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    603 shares
    Share 241 Tweet 151
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga