• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 18 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Nilai Cinta dan Keluarga dari Kisah Muhammad al Fatih

12/06/2022
in Kisah, Unggulan
Nilai Cinta dan Keluarga dari Kisah Muhammad al Fatih

Nilai Cinta dan Keluarga dari Kisah Muhammad al Fatih (foto: pixabay)

202
SHARES
1.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

NILAI cinta dan keluarga dari kisah Muhammad Al Fatih ini ditulis oleh Travel Writer Uttiek Herlambang dengan judul “Kehilangan, Cinta, dan Keluarga”.

Kabar tentang Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang hanyut di sungai Aere, Bern, Swiss, menyita perhatian masyarakat selama berhari-hari.

Sejak dinyatakan hilang pada Kamis (26/5) hingga ditemukan jasadnya pada Rabu (8/6).

Publik begitu antusias mengikuti karena berita ini bukan sekadar kabar tentang anak pejabat yang hanyut di sungai di luar negeri, namun adanya nilai-nilai cinta dan keluarga yang ikut terangkat.

Tak disangkal, di tengah kehidupan manusia modern yang serba hedonis, nilai-nilai cinta dan keluarga kian tergerus. Bagi masyarakat Indonesia, cinta dan keluarga adalah nilai-nilai yang tertanam secara kolektif.

Paul Connerton, mendefinisikan memori kolektif sebagai ingatan bersama di dalam suatu kelompok masyarakat yang dibangun dari sebuah pengalaman masa lalu yang terorganisir berdasarkan ingatan.

Sehingga ketika orangtua, kerabat, dan para sahabatnya mengunggah foto-foto yang menyentuh hati, masyarakat seakan “diingatkan” tentang pentingnya arti cinta, afeksi, dan kehangatan dalam keluarga.

Perasaan kehilangan putra sulung yang begitu dibanggakan orang tua, anak baik, ganteng, pintar, lulusan sekolah ternama dan sederet predikat lainnya seakan menjadi kehilangan bersama.

Begitu dalamnya rasa kehilangan itu hingga dilukiskan tak ada istilah yang dapat mewakilinya.

Sebutlah kalau kehilangan orang tua ada istilah yatim/piatu. Kehilangan suami/istri ada istilah janda/duda. Namun kehilangan anak tak ada kata yang tepat untuk mengungkapkannya.

Baca Juga: Jalan Sultan Muhammad Al-Fatih

Nilai Cinta dan Keluarga dari Kisah Muhammad al Fatih

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Uttiek M Panji Astuti (@uttiek.herlambang)

Rasa kehilangan yang begitu mendalam juga pernah dirasakan oleh salah satu sultan Utsmani yang sangat masyhur. Ia adalah Sultan Murad II, ayahanda Sultan Muhammad Al Fatih.

Syahdan Muhammad Al Fatih tidak pernah diproyeksikan menjadi pengganti ayahnya karena ia mempunyai dua kakak laki-laki, Ahmed dan Ali.

Seperti putra-putra sultan sebelumnya, di usia 2 tahun, Al Fatih dan Ahmed dikirim ke kota Amasya untuk belajar.

Di usia 6 tahun, Al Fatih diangkat menjadi gubernur Amasya menggantikan Ahmed yang meninggal mendadak.

Dua tahun memimpin Amasya, dia bertukar tempat dengan kakak keduanya, Ali, untuk memimpin kota Manisa.

Takdir Allah, Ali kemudian terbunuh. Peristiwa itu sangat memukul Sultan Murad II karena Ali adalah anak kesayangan yang digadang-gadang akan menggantikannya kelak.

Itu pula yang menjadi salah satu alasan Sultan Murad II mundur dari posisinya sebagai sultan.

Kesedihan yang mendalam membuat Sultan Murad II ingin lebih banyak bertaqarrub pada Allah, dan menyerahkan tampuk kekuasaan pada Muhammad Al Fatih yang kala itu usianya masih 11 tahun.

Singkat cerita, setelah kemenangan dalam perang Pentallaria, Sultan Murad II kembali didaulat menjadi sultan Utsmani dan Muhammad Al Fatih kembali menjadi gubernur di Manisa.

Hingga akhirnya Sultan Murad II mangkat pada 3 Februari 1451, dan Muhammad Al Fatih ditabalkan untuk kedua kalinya menjadi sultan.

Belajar dari peristiwa-peristiwa kehilangan itu, Allah ingin tunjukkan pentingnya nilai-nilai cinta dan keluarga yang dirindukan setiap manusia.[ind]

Tags: emmeril kahn mumtadzNilai Cinta dan Keluarga dari Kisah Muhammad al Fatihridwan Kamiluttiek herlambang
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Geraldine Beldi, Guru SD yang Menemukan Jenazah Eril Dihadiahi Liburan ke Indonesia

Next Post

BAZNAS Gencarkan Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Jabodetabek

Next Post
BAZNAS Gencarkan Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Jabodetabek

BAZNAS Gencarkan Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Jabodetabek

Sistem jaminan produk halla

Mengenal Sistem Jaminan Produk Halal yang Penting untuk Pelaku Usaha

Kriteria sistem jaminan halal

11 Kriteria Sistem Jaminan Halal, Pelaku Usaha Harus Tahu

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1942 shares
    Share 777 Tweet 486
  • Tidur Pada Awal Malam dan Bangun di Sepertiga Akhir

    179 shares
    Share 72 Tweet 45
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8077 shares
    Share 3231 Tweet 2019
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3581 shares
    Share 1432 Tweet 895
  • Tiga Janji Allah untuk Bani Israil

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11212 shares
    Share 4485 Tweet 2803
  • Dakwah Mendunia: Ustaz Muda Indonesia Gaungkan Al-Quran di Selandia Baru

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1946 shares
    Share 778 Tweet 487
  • Berikut Beberapa Tempat Wisata di Sekitar Pusat Kota Semarang yang Bisa Kamu Kunjungi

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Cerita Ummu Alila saat Dipinang Ustadz Felix

    820 shares
    Share 328 Tweet 205
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga