• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 11 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Bara` dan Anas bin Malik Berperang untuk Menggapai Surga

24/11/2022
in Kisah
Amr bin Jumuh Dilarang Mengikuti Perang oleh Nabi

Foto: Pixabay

85
SHARES
657
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BARA` dan Anas bin Malik berperang untuk menggapai surga. Pada satu pertempuran di Irak, kekejaman di luar batas dan cara keji kemanusiaan dilakukan pasukan Persia.

Mereka menggunakan pengait-pengait besi yang diikat dengan rantai panas. Pengait-pengait itu dilemparkan dari dalam benteng dan mengenai sebagian pasukan Islam.

Baca Juga: Thalhah dan Zubair adalah Tetangga Rasulullah di Surga

Berperang untuk Menggapai Surga

Bara’, Anas dan beberapa tentara Islam ditugaskan membuka jalan menuju benteng itu. Tiba-tiba, satu pengait mengenai Anas. Anas sendiri tidak bisa melepaskan diri dari pengait panas itu.

Melihat itu, Bara’ segera menghampiri saudaranya yang mulai terseret ke arah dinding benteng. Bara’ memegang rantai panas dan dengan sekuat tenaga menebasnya dengan pedang, hingga akhirnya rantai itu putus.

Anas pun selamat. Dan ternyata, telapak tangan Bara’ terkelupas. Semua dagingnya hangus terbakar. Yang terlihat hanya tulang-tulang. Butuh waktu yang cukup lama untuk memulihkan telapak tangannya.

Belum berakhirkah masa penantian sang perindu syahid ini?

Sebentar lagi. Ya…, sebentar lagi. Di sini. Di Perang Tustur, saat pasukan Islam berhadapan dengan pasukan Persia. Di sinilah, Bara’ merayakan kemenangannya.

Penduduk Ahwaz dan Persia telah berhimpun dalam suatu pasukan tentara yang sangat besar hendak menyerang kaum muslimin.

Khalifah Umar bin Khattab menulis surat kepada Sa’ad bin Abi Waqqash di Kufah dan kepada Abu Musa al-Asy’ari di Basrah agar mengirimkan pasukan ke Ahwaz, sambil berpesan dalam surat itu, “Angkatlah Suhail bin Adi sebagai panglima pasukan, dan hendaklah ia didampingi oleh Bara’ bin Malik.”

Kemudian, pasukan dari Kufah dan pasukan dari Basrah berhimpun untuk menghadapi tentara Persia di suatu pertempuran yang dahsyat dan mencekam.

Dua bersaudara, Bara’ dan Anas ikut dalam pasukan itu.

Pertempuran dinilai dengan perang tanding satu lawan satu. Bara’ sendiri berhasil menghalahkan 100 prajurit Persia.

Kemudian, kedua pasukan saling menyerang. Pertempuran berlangsung sangat dahsyat dan mencekam. Korban dari kedua belah pihak berguguran dan sangat banyak.

Beberapa orang sahabat mendekati Bara’ dan berkata, “Masih ingatkah engkau akan sabda Rasul tentang, ‘Betapa banyak orang yang berambut acak-acakan, berdebu dan hanya memiliki dua pakaian usang.

Mereka tidak dihargai orang, padahal seandainya ia memohon kepada Allah, pasti dikabulkan. (Bara’ termasuk di antara mereka).

Wahai Bara’, memohonlah kepada Allah agar menghancurkan mereka dan memberi kemenangan kepada kita.” Bara’ menengadahkan dua tangannya ke langit dengan rendah hati, Ialu berdoa, “Ya Allah, berikan kami kemudahan untuk memenggal kepala mereka.

Ya Allah, kalahkan mereka. Berilah kami kemenangan. Dan pertemukan aku dengan Nabi-Mu hari ini.”

la melemparkan pandangan ke arah Anas yang sedang bertempur di dekatnya, seakan hendak mengucapkan selamat tinggal.

Kaum muslimin bergerak menyerbu dengan gagah berani. Keberanian yang sulit dicari tandingannya.

Pertempuran sengit ini berakhir dengan kemenangan di pihak kaum muslimin.

Allahu Akbar!

Di antara deretan para syuhada perang, wajah Bara’ tersenyum merekah bak sinar pagi. Tangan kanannya menggenggam pasir yang berlumuran darahnya yang suci.

Pedangnya tergeletak di sebelahnya. Masih kokoh, tidak rusak sedikit pun.

Sang musafir sudah kembali ke kampung halamannya. Bersama rekan- rekannya para syuhada, ia telah menyelesaikan perjalanan panjangnya yang begitu indah dan luar biasa. Mereka mendengarkan seruan,

‘Itulah surga yang diwariskan untuk kalian sebagai balasan atas amal perbuatan kalian,”(al-Araf: 43) [Cms]

Sumber : Biografi 60 Sahabat Nabi, Penerbit Al Itishom

Tags: Berperang untuk menggapai surga
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tidak Ada yang Bisa Mencegah Bencana Kecuali Allah

Next Post

Shalat Sunnah Witir Cukup Satu Kali dalam Semalam

Next Post
Keberkahan Pergi pada Pagi Hari untuk Mencari Nafkah

Shalat Sunnah Witir Cukup Satu Kali dalam Semalam

Membuat Pasangan Nyaman

Membuat Pasangan Nyaman

Hudzaifah bin Yaman dan Peran Penting dalam Peperangan

Seperti Inilah Keadaan Hari Kebangkitan

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8852 shares
    Share 3541 Tweet 2213
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1078 shares
    Share 431 Tweet 270
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11568 shares
    Share 4627 Tweet 2892
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3986 shares
    Share 1594 Tweet 997
  • Selebgram Larissa Chou Menggugat Cerai Sang Suami, Pentingnya Menjaga Amanah Pernikahan

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3456 shares
    Share 1382 Tweet 864
  • RS Permata Jonggol Hadirkan BQS, Wujudkan Lingkungan Kerja yang Cinta Al-Qur’an

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Ini Kandungan Anggur Hijau yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Otak

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4673 shares
    Share 1869 Tweet 1168
  • Orang yang Wafat Mengetahui Kondisi Keluarga yang Masih Hidup (Bag. 2)

    282 shares
    Share 113 Tweet 71
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga