• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 12 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Ujian Adalah Tanda Allah Mencintai Kita

19/03/2025
in Khazanah, Unggulan
Ujian Adalah Tanda Allah Mencintai Kita

foto:pinterest

80
SHARES
619
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PADA hakikatnya ujian mencerminkan cinta dan kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hamba-hamba-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala “tidak rela” menimpakan azab yang tidak terperi sakitnya di akhirat kelak, hingga Ia menggantinya dengan azab dunia yang “sangat ringan dan sedikit” berupa ujian kehidupan.

“Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan SEDIKIT ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. 2 ayat 155).

Hebatnya, semakin Allah cinta pada seseorang, maka ujian yang diberikan kepadanya juga semakin berat.

Karena ujian tersebut akan semakin menaikkan derajat dan kemuliaannya di hadapan Allah, serta menggugurkan dosa-dosanya.

Orang yang paling dicintai Allah adalah para Nabi dan Rasul.

Mereka adalah orang yang paling berat menerima ujian semasa hidupnya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“(Orang yang paling keras ujiannya adalah) para nabi, kemudian yang semisalnya dan yang semisalnya, diuji seseorang sesuai dengan kadar agamanya, kalau kuat agamanya maka semakin keras ujiannya, kalau lemah agamanya maka diuji sesuai dengan kadar agamanya (ujiannya ringan). Maka senantiasa seorang hamba diuji oleh Allah sehingga dia dibiarkan berjalan di atas permukaan bumi tanpa memiliki dosa” (HR. At-Tirmidzy, Ibnu Majah, berkata Syeikh Al-Albany: Hasan Shahih).

Ujian para nabi sangat berat melebihi ujian yang diberikan kepada manusia lainnya. Contohnya Nabi Ayub ‘Alaihi Salam. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengujinya dengan kemiskinan dan penyakit yang sangat berat selama berpuluh-puluh tahun, tapi ia tetap sabar.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Setelah para Nabi dan Rasul, orang yang ujiannya sangat berat adalah para shalihin dan para ulama (da’i).

Demikianlah secara berurutan, hingga Allah Subhanahu wa Ta’ala menimpakan ujian yang ringan kepada orang-orang yang awam, yang lemah imannya.

Yang pasti, setelah seseorang mengikrarkan dirinya beriman, maka Allah akan menyiapkan ujian baginya untuk mengangkat derajatnya atau untuk memberi peringatan kepadanya.

Dalam Al Qur’an tertulis janji Allah,

”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman, lantas tidak diuji lagi? Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan mengetahui orang-orang yang dusta’.’ (QS. 29 ayat 2-3).

“Jika Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya, maka Dia menyegerakan hukuman di dunia. Jika Allah menghendaki keburukan bagi hamba-Nya, maka Dia menahan hukuman kesalahannya sampai disempurnakannya pada hari Kiamat.” (HR Imam Ahmad, At Turmidzi, Hakim, Ath Thabrani, dan Baihaqi).

Suatu ketika seorang laki-laki bertemu dengan seorang wanita yang disangkanya pelacur.

Dengan usil, lelaki itu menggoda si wanita sampai-sampai tangannya menyentuh tubuhnya. Atas perlakuan itu, si wanita pun marah.

Lantaran terkejut, lelaki itu menoleh ke belakang, hingga mukanya terbentur tembok dan ia pun terluka.

Pasca kejadian, lelaki usil itu pergi menemui Rasulullah dan menceritakan pengalaman yang baru saja dialaminya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkomentar:

”Engkau seorang yang masih dikehendaki oleh Allah menjadi orang baik”.

Ujian Adalah Tanda Allah Mencintai Kita

Setelah itu, Rasul mengucapkan hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mughaffal di atas.

Dalam riwayat At Turmidzi, hadis itu disempurnakan dengan lafadz sebagai berikut,

”Dan sesungguhnya Allah, jika Dia mencintai suatu kaum, Dia menguji mereka. Jika mereka ridha, maka Allah ridha kepadanya. Jika mereka benci, Allah membencinya”.

Kecintaan Allah kepada suatu kaum di dunia tidak selalu diwujudkan dalam bentuk pemberian materi atau kenikmatan lainnya. Kecintaan Allah bisa berbentuk musibah.

Jadi, musibah yang ditimpakan Allah kepada manusia dapat dilihat dari tiga perspektif:

Yang pertama, sebagai ujian dari Allah untuk memuliakan derajatnya dan menggugurkan dosa-dosanya.

“Tidaklah menimpa seorang mukmin sebuah musibah, duri atau musibah yang lebih besar dari itu kecuali Allah akan mengangkat derajatnya atau menggugurkan dosanya.” (HR. Al-Bukhary dan Muslim, dan lafadznya milik Imam Muslim).

Kedua, sebagai tadzkiroh atau peringatan dari Allah kepada manusia yang lalai agar ia kembali kepada Allah yang mencintainya.

“Dan tidaklah Kami memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti.” (QS. 17 ayat 59).

Ketiga, sebagai azab (hukuman) bagi orang-orang fasiqin, munafiqin, ataupun kafirin.

Kalau ia menemui kematian dalam musibah tersebut, maka ia mati dalam keadaan tidak diridhai Allah.

Baca juga: Bukti Ujian Keimanan Keluarga Yasir

“Maka masing-masing (mereka itu) Kami azab karena dosa-dosanya, di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan ada pula yang Kami tenggelamkan.” (QS. 29 ayat 40).

Untuk golongan yang ketiga pun, Allah masih memberi tazkiroh (peringatan) agar mereka kembali kepada Islam sebelum mereka benar-benar di azab.

Hal ini sebagai tanda bahwa masih ada cinta Allah kepada golongan orang-orang yang paling zalim sekalipun, seperti yang terdapat pada kisah Fir’aun.

Semoga Allah menjadikan kita sabar terhadap berbagai ujian kehidupan dan menjadikan ujian tersebut sebagai sarana mengangkat derajat kita di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.[Sdz]

Sumber: Serambi Ilmu dan Faidah

Tags: Ujian Adalah Tanda Allah Mencintai Kita
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

TK Jakarta Islamic School Adakan Pesantren Ramadan 1446 H/2025

Next Post

Hukum Berpuasa Tapi Tidak Shalat

Next Post
Hukum Berpuasa Tapi Tidak Shalat

Hukum Berpuasa Tapi Tidak Shalat

Muhammad Najmi Alvaro, Qari Muda Indonesia yang Tampil di Televisi Iran

Muhammad Najmi Alvaro, Qari Muda Indonesia yang Tampil di Televisi Iran

Kastil Windsor Selenggarakan Acara Buka Puasa yang Dihadiri Lebih dari 350 Tamu

Kastil Windsor Selenggarakan Acara Buka Puasa yang Dihadiri Lebih dari 350 Tamu

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8377 shares
    Share 3351 Tweet 2094
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4296 shares
    Share 1718 Tweet 1074
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3779 shares
    Share 1512 Tweet 945
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    828 shares
    Share 331 Tweet 207
  • Senam Ling Tien Kung: Sejarah, Cara Pelaksanaan, dan Manfaatnya

    434 shares
    Share 174 Tweet 109
  • Alasan Nikita Willy Mantap Berhijab

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Salimah Kudus Tingkatkan Soliditas Pengurus Cabang hingga Ranting

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 25 Nama Bayi Laki-Laki Berawalan Huruf Z dalam Bahasa Arab

    922 shares
    Share 369 Tweet 231
  • Gaza Story Night: Diskusi Hangat tentang Realitas di Palestina

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • BSI dan BAZNAS Luncurkan Layanan Pembayaran Kurban dan DAM Digital untuk Dukung Ekonomi Desa

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga