GAGAL berangkat umrah ribuan calon jamaah umrah kembali terjadi. Kali ini yang dipolisikan adalah Hanania Travel yang beroperasi sejak tahun 2018.
Bisa berangkat umrah merupakan impian semua umat Islam. Terlebih lagi ketika sudah lunas membayar. Maka, bayangan berada di tanah suci sudah hampir di depan mata.
Namun, di luar dugaan, ternyata impian itu sirna begitu saja. Hal itulah yang dialami sekitar 2.500 calon jamaah umrah. Mereka mempercayakan keberangkatan itu melalui Hanania Travel yang berkantor di sebuah gedung mewah di Jalan Casablanca, Jakarta Selatan.
Sebab Gagal Berangkat
Ribuan calon jamaah umrah ini merupakan gabungan dari ‘kloter’ bulan Maret, hingga September 2026. Kasus pertama gagal berangkat terjadi di bulan Maret. Alasannya, karena adanya perang di Timur Tengah. Hal ini karena paket umrah ini memberikan bonus ‘mampir’ satu hari di Dubai yang terkena dampak langsung dari perang itu.
Saat itu, sebagian besar para calon jamaah umrah pun memaklumi. Tapi, ada sebagian kecil lainnya yang mencari tahu. Ternyata, penerbangan langsung ke Arab Saudi sangat memungkinkan. Tidak ‘mampir’ ke Dubai.
Yang lebih memprihatinkan lagi, pihak travel bukannya mengembalikan dana mereka yang gagal berangkat, justru meminta yang akan berangkat di bulan-bulan berikutnya untuk melunasi biaya keberangkatan.
Para calon jamaah bahkan mengaku diminta untuk melunasi pembayaran tiga bulan sebelum keberangkatan. Mereka juga dijanjikan dapat potongan satu juta jika melunasi tiga bulan sebelumnya.
Karena yang gagal berangkat kian banyak, akhirnya mereka ‘menggeruduk’ kantor Hanania Travel. Setelah bertemu langsung dengan DIrutnya: ASF, didapat pengakuan bahwa mereka mengalami mis manajemen.
Puncaknya, pada tanggal 28 Mei lalu. Para calon jamaah akhirnya melaporkan kasus gagal berangkat itu ke Polda Metro Jaya dengan delik dugaan pidana penipuan.
Dari pertemuan yang dimediasi pihak kepolisian didapatkan informasi bahwa sebab utamanya karena perusahaan melakukan ‘gali lubang, tutup lubang’. Artinya, kerugian perusahaan sudah terjadi sejak tahun 2025.
Alasan pihak travel tetap terus membuka pendaftaran, agar bisa menyisihkan keuntungan untuk menutupi kerugian operasional di tahun lalu. Tapi, hal itu juga gagal dilakukan yang mengakibatkan ribuan calon jamaah gagal berangkat.
Tergiur dengan Harga dan Trik Pemasaran
Ketika ditanya kenapa calon jamaah mau daftar ke Hanania Travel, jawabannya karena harga yang terjangkau dan gencarnya promo lewat media sosial.
Harga per paket berkisar antara 30 hingga 35 juta rupiah. Biaya itu termasuk ‘mampir’ satu hari di Dubai, kawasan wisata di Timur Tengah.
Selain itu, mereka juga mendapatkan informasi dari testimoni teman, saudara, yang pernah berangkat melalui travel yang ‘berlogo’: Travel Umrah Milenial. Semua memberikan pengakuan yang positif. Bahkan, di antara yang gagal berangkat tapi sudah lunas itu adalah mereka yang akan berangkat untuk kedua kalinya.
Rasanya, impian untuk bisa ziarah ke tanah suci via Hanania Travel itu kian pudar. Hal ini karena pihak kepolisian telah menetapkan sang Dirut: ASF sebagai tersangka. Dikabarkan pula kalau uangnya sudah habis, termasuk juga aset-aset berharga miliknya. [Mh]





