RAMLAH binti Abu Sufyan, yang lebih dikenal dengan nama Ummu Habibah, merupakan salah satu istri Rasulullah dan termasuk Ummul Mukminin (Ibu Kaum Mukminin). Kisah hidupnya menjadi teladan tentang keteguhan iman, kesabaran menghadapi ujian, dan pengorbanan demi mempertahankan keyakinan.
Ramlah lahir di Makkah dari keluarga terpandang Quraisy. Ayahnya adalah Abu Sufyan bin Harb, salah satu tokoh yang pada masa awal Islam menjadi penentang dakwah Nabi Muhammad.
Meskipun tumbuh dalam lingkungan yang menentang Islam, Ramlah memilih menerima ajaran Islam sejak masa-masa awal dakwah Rasulullah. Keputusan tersebut menunjukkan keberanian luar biasa karena bertentangan dengan pandangan keluarganya sendiri.
Ia termasuk sepupu Rasulullah. Tidak ada di antara istri-istri beliau yang nasabnya lebih dekat dengan beliau daripada Ramlah. Tidak ada pula yang maharnya lebih besar daripada dia.
Tidak ada pula yang dinikahi Rasulullah, dalam keadaan jauh dari rumahnya selain dia. Rasulullah menikahinya di Habasyah. Raja Habasyah memberikan mahar kepadanya mewakili beliau sebesar 400 Dinar dan melengkapinya dengan sesuatu.
Baca Juga: Kabsyah binti Rafi’, Shahabiyah yang Mengabdikan Hidupnya untuk Rasulullah
Ramlah binti Abu Sufyan, Putri Pemimpin Quraisy yang Menjadi Ummul Mukminin
Sebelum menikah dengan Rasulullah, Ramlah telah menikah dengan Ubaidillah bin Jahsy. Bersama suaminya, ia ikut hijrah ke Habasyah (kini Ethiopia) untuk menghindari tekanan dan penyiksaan kaum Quraisy terhadap umat Islam.
Di negeri perantauan itu, ujian berat menimpanya. Suaminya berpindah agama dan meninggalkan Islam. Namun, Ramlah tetap teguh mempertahankan keimanannya meskipun hidup jauh dari keluarga dan tanpa perlindungan yang memadai.
Kesetiaannya kepada Islam akhirnya mendapat balasan yang istimewa. Ketika Rasulullah mengetahui keadaan Ramlah di Habasyah, beliau mengirim lamaran melalui Raja Najasyi, penguasa Habasyah yang terkenal adil. Pernikahan mereka berlangsung di Habasyah, sementara Rasulullah berada di Madinah.
Mahar pernikahan diberikan oleh Raja Najasyi atas nama Rasulullah. Peristiwa ini menjadi salah satu kisah unik dalam sejarah Islam karena akad nikah dilakukan dari jarak yang sangat jauh.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Setelah bergabung dengan Rasulullah di Madinah, Ummu Habibah dikenal sebagai sosok yang salehah dan memiliki kecintaan yang besar kepada agama. Salah satu kisah terkenal adalah ketika ayahnya, Abu Sufyan, datang berkunjung sebelum Fathu Makkah.
Saat Abu Sufyan hendak duduk di tempat tidur Rasulullah, Ummu Habibah melipat alas tidur tersebut. Ia menjelaskan bahwa tempat itu adalah milik Rasulullah , sedangkan ayahnya saat itu masih berada dalam kemusyrikan. Sikap ini menunjukkan bahwa kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya berada di atas hubungan keluarga. [DW]
Sumber: Biografi 35 Shahabiyah Nabi. Nurtsani dan Ahmad Rifai. Insan Kamil: 2016.





