• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 30 November, 2025
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Toleransi Tidak Pada Tempatnya

September 7, 2024
in Khazanah, Unggulan
Toleransi Tidak Pada Tempatnya

foto:pinterest

78
SHARES
599
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

TOLERANSI tidak pada tempatnya dijelaskan oleh Ustaz Aunur Rafiq Saleh.

Di zaman dahulu, seorang penjaga menara pantai bekerja di sepanjang pantai berbatu karang.

Setiap bulan ia mendapat pasokan minyak untuk menyalakan lampu menara agar kapal-kapal ridak mendekati pantai berkarang tersebut.

Karena ia berada tidak terlalu jauh dari pantai, orang-orang sering mengunjunginya.

Di suatu malam, seorang wanita dari kampung sebelah datang meminta sedikit minyak untuk keperluan keluarganya.

Tidak lama setelah itu seorang bapak mendatanginya dan meminta sedikit minyak darinya untuk menyalakan lenteranya.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Kemudian datang lagi seorang lelaki meminta sedikit minyak untuk meminyaki roda sepedanya.

Demikianlah setiap permintaan selalu dipenuhi sehingga persediaan minyak di akhir bulan tidak mencukupi kebutuhan.

Tiba-tiba lampu menara padam hingga di malam itu banyak kapal hancur menabrak karang dan memakan banyak korban.

Ketika diinvestigasi, sang penjaga menara merasa sangat menyesal atas peristiwa yang terjadi.

Sekalipun berkali-kali sang penjaga pantai meminta maaf tetapi selalu diingatkan, “Kami beri kamu minyak untuk menjaga agar lampu menara tetap menyala, bukan untuk dibagikan kepada orang-orang.”

Pesan Moral:

Di dalam setiap aspek kehidupan selalu ada “garis merah” (red line) yang tidak boleh dilanggar, demi tegaknya kemaslahatan besar dan tegaknya nilai-nilai utama yang terkait aspek tersebut.

Sekalipun demikian, ruang toleransi yang ada selalu lebih luas dibanding “garis merah” yang ditetapkan.

Di dalam kehidupan demokrasi, demontrasi dibolehkan tetapi ada “garis merah” yang tidak boleh dilanggar yaitu melakukan demo di dalam kawasan istana negara.

Semua mematuhinya dan tidak ada yang mengatakan negara intoleran.

Toleransi Tidak Pada Tempatnya

Di dunia pendidikan, orang tua tidak mengijinkan anak kecilnya merokok, demi tegaknya kemaslahatan anak.

Dan tidak ada yang mengatakan orang tua intoleran.

Demikian pula dalam kehidupan antar umat beragama.

Sesungguhnya ajaran Islam tentang toleransi sangat luas dan sempurna.

Jika diterapkan dengan benar sudah cukup menunjukkan dan membuktikan betapa toleransinya kaum muslimin.

Sehingga tidak perlu melakukan toleransi tidak pada tempatnya.

Islam tidak melarang kaum muslimin berbuat baik dan berlaku adil kepada non muslim (al-Mumtahanah: 88).

Islam melarang berbuat zalim kepada siapa pun (al-Maidah: 8).

Islam melarang penguasa muslim memaksa seseorang untuk masuk Islam (al-Baqarah:256).

Dalam hubungan sosial, Islam tidak melarang kaum muslimin memberikan bantuan kepada non muslim, apalagi di saat bencana.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah memberikan sekantong gandum kepada kaum musyrik Mekah ketika musim paceklik dan mengirim limaratus dinar.

Baca juga: Koreksi terhadap Kaidah Toleransi

Beliau menyuruh bantuan itu diserahkan kepada Abu Sufyan dan Shafwan bin Umaiyah.

Abu Sufyan menerima namun Shafwan menolak.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga pernah membesuk seorang anak Yahudi yang sakit (Musnad Ahmad 13977).

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga menerima hadiah dari orang-orang musyrik dan menghadiahkan sesuatu kepada mereka (lihat riwayat Bukhari bab al-hibah lil musyrikin ).

Dan masih banyak lagi ajaran toleransi dalam Islam terkait hubungan sosial.

Tetapi sangat disayangkan ada sebagian muslim yang memberikan toleransi tidak pada tempatnya, dengan misalnya menghadiri acara natalan atau misa di gereja, mengucapkan selamat natal tanpa darurat apa pun, mengatakan jihad qital dalam Islam sudah tidak relevan, menikahkan anak putrinya dengan non muslim, mendukung perjudian dan pernikahan sesama jenis, dengan alasan toleransi.

Padahal ini semua termasuk toleransi tidak pada tempatnya.

Toleransi tidak pada tempatnya bisa membahayakan kapal umat Islam, khususnya bagi kalangan awam.

Jika seorang muslim tidak mengucapkan selamat natal, itu tidak berarti dia tidak toleran, karena toleransi ada tempatnya sendiri.

Tindakan toleransi tidak pada tempatnya biasanya dilakukan oleh seorang muslim karena kebodohan, atau karena mengalami kekalahan mental (hazimah dakhiliyah) hingga merasa minder di hadapan orang lain lalu kehilangan jati diri sebagai muslim, atau karena lemah iman hingga tidak berani bersikap tegas.

Padahal sikap tegas di sini tidak bertentangan dengan ajaran toleransi Islam.

Karena ketegasan ada tempatnya (baca surat al-Kafirun) sebagaimana toleransi juga ada tempatnya sendiri.[Sdz]

Tags: Toleransi Tidak Pada Tempatnya
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Style Aisha Hakim Saat Berkuda di Pekan Olahraga Nasional 2024 Aceh-Sumut

Next Post

Akmal Sjafril Ungkap Kebobrokan Konsep Ketuhanan Selain Islam

Next Post
Akmal Sjafril Ungkap Kebobrokan Konsep Ketuhanan Selain Islam

Akmal Sjafril Ungkap Kebobrokan Konsep Ketuhanan Selain Islam

Ketahui Pakaian Ihram Wanita

Ketahui Pakaian Ihram Wanita

Laju Peduli dan Hijabersmom Community Gelar Kajian Datangkan Penyanyi Palestina

Laju Peduli dan Hijabersmom Community Gelar Kajian Datangkan Penyanyi Palestina

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7668 shares
    Share 3067 Tweet 1917
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3237 shares
    Share 1295 Tweet 809
  • AAW Unpad Pertemukan Profesor Amerika dan Jurnalis Indonesia

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • The Ultimate Acropolis, Mengunjungi Spot Yunani Kuno yang Mengagumkan

    203 shares
    Share 81 Tweet 51
  • Pernikahan Fiki Naki dan Tinandrose Menarik Perhatian Publik

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Gading Paradise Kebumen Menghadirkan Wisata ala Eropa

    279 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Resep Seblak Mie Shirataki, Ide Olahan Menu Otentik untuk yang Sedang Diet

    187 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    440 shares
    Share 176 Tweet 110
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4010 shares
    Share 1604 Tweet 1003
  • Bahaya Kebiasaan Meminjam Helm

    115 shares
    Share 46 Tweet 29
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga