ADA kalanya hidup terasa begitu membingungkan. Kita sudah berusaha memilih yang terbaik, tetapi hasilnya justru tidak sesuai harapan. Ada keinginan yang belum terwujud, rencana yang gagal, atau keadaan yang membuat hati terus bertanya-tanya. Dalam kondisi seperti ini, rasa galau, panik, dan overthinking memang mudah muncul.
Namun, sebagai seorang Muslim, kita perlu mengingat bahwa tidak semua hal yang kita inginkan adalah sesuatu yang baik bagi kita. Begitu pula sesuatu yang tidak kita sukai belum tentu membawa keburukan. Allah mengetahui apa yang tidak mampu kita ketahui.
Baca Juga: Peran Penting Stasiun Cipendeuy di Jalur Selatan Pulau Jawa
Tiga Surat Cinta dari Allah untuk Hati yang Sedang Gelisah
Hal tersebut tergambar dalam QS. Al-Baqarah ayat 216. Allah mengingatkan bahwa manusia mungkin membenci sesuatu padahal di dalamnya terdapat kebaikan. Sebaliknya, manusia bisa menyukai sesuatu yang ternyata membawa keburukan. Pengetahuan manusia sangat terbatas, sedangkan Allah mengetahui seluruh perjalanan hidup hamba-Nya.
Ayat ini menjadi pengingat ketika sebuah keinginan belum tercapai. Bisa jadi penolakan yang kita terima sebenarnya merupakan bentuk perlindungan dari Allah. Bisa jadi seseorang yang pergi dari kehidupan kita justru membuka jalan menuju sesuatu yang lebih baik. Bahkan, kegagalan yang terasa menyakitkan mungkin menjadi bagian dari proses yang membuat kita tumbuh lebih kuat.
Surat cinta berikutnya terdapat dalam QS. Ali Imran ayat 54, yang mengingatkan bahwa Allah adalah sebaik-baik pembuat rencana. Manusia boleh menyusun rencana dengan sebaik mungkin, tetapi hasil akhirnya tetap berada dalam kehendak Allah.
Karena itu, ketika rencana tidak berjalan sesuai harapan, jangan terburu-buru menganggap semuanya telah berakhir. Ada kemungkinan Allah sedang mengarahkan kita menuju jalan yang belum terlihat. Tugas kita adalah tetap berusaha, berdoa, kemudian belajar menerima keputusan-Nya.
Pengingat ketiga berasal dari Hadis Qudsi yang diriwayatkan oleh Bukhari. Hadis tersebut menjelaskan tentang bagaimana seorang hamba berprasangka kepada Allah. Pesannya mengajarkan agar kita menjaga pikiran dan hati ketika menghadapi keadaan yang sulit.
Bukan berarti kita tidak boleh merasa sedih atau takut. Manusiawi jika hati sesekali merasa lelah. Namun, jangan biarkan rasa takut membuat kita lupa bahwa Allah selalu mengetahui keadaan kita.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Saat pikiran mulai dipenuhi kekhawatiran, cobalah berhenti sejenak. Tarik napas, berdoa, dan serahkan hal-hal yang berada di luar kendali kepada Allah. Percayalah bahwa setiap ketetapan memiliki hikmah, meskipun hikmah tersebut belum dapat kita lihat hari ini.
Sumber: Ustadz Muhammad Assad




