• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 24 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Ramadan dan Muatan Keharmonisan Keluarga

05/04/2023
in Khazanah
Ramadan dan muatan keharmonisan keluarga

Foto: Ilustrasi keluarga (Canva/Odua Images)

115
SHARES
887
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

RAMADAN identik dengan muatan keharmonisan keluarga. Tentunya, tidak semata sebagai bulan ibadah, atau hubungan antara manusia dengan Allah. Namun, uga sarat dengan pembinaan individu sebagai anggota keluarga.

Baca Juga: Nasihat dan Pengingatan, Sumber Motivasi Keharmonisan Keluarga

Ramadan dan Muatan Keharmonisan Keluarga

Muatan-muatan Ramadan yang begitu kental dengan pembinaan keluarga begitu tampak dan berbekas. Setidaknya, dalam ayat tentang Ramadan ini, Allah menyebut dua hal yang berhubungan dengan hal privasi hubungan suami istri.

Ayat pertama tentang seorang sahabat yang mengadu kepada Rasul untuk mengungkapkan taubatnya karena sudah berhubungan suami istri di malam bulan Ramadan.

Waktu itu, di malam hari memang masih dilarang berhubungan suami istei. Dari kasus inilah, Allah mengabarkan kepada sahabat itu, melalui Rasulullah bahwa larangan itu sudah dihapus.

Dan, Allah telah memaafkan dan menerima taubat sahabat tersebut. Ayat kedua adalah berkenaan dengan kegiatan i’tikaf yang dilakukan Nabi di bulan Ramadan.

Di ayat itu, Allah melarang Nabi untuk berhubungan intim di malam bulan Ramadan dengan istri beliau. Hal itu karena beliau sedang melaksanakan ibadah i’tikaf, ibadah yang tidak pernah ditinggal Nabi sejak ayat tentang kegiatan bulan Ramadan ini diturunkan.

Bahkan, Rasulullah memperpanjang ibadah i’tikaf beliau hingga dua puluh hari dari yang biasanya sepuluh hari di saat tahun terakhir kehidupan beliau.

Selain dari dua singgungan di atas sebagai hubungan antara Ramadan dengan kehidupan berkeluarga, berikut ini bisa menjadi hal yang bisa memberikan muatan tersendiri antara Ramadan dengan keluarga. Antara lain.

1. Target utama Ramadan, yaitu ketakwaan, merupakan inti dari mutu seorang hamba Allah swt. Baik ia sebagai individu maupun sebagai anggota keluarga dan masyarakat.

Sebagai anggota keluarga, takwa menjadikan siapa pun: suami, isteri, dan anak, memiliki karakter yang utuh dan berkualitas.

Tidak suka bermanipulasi atau amanah sebagai anggota keluarga. Pembinaan ketakwaan selama satu bulan ini, akan sangat berbekas untuk individu muslim dalam posisinya dalam keluarga. Dan hal itu menjadi bekal untuk sebelas bulan berikutnya.

2. Momen Ramadan yang nyaris tak luput dalam kegiatan keluarga adalah makan bersama. Yaitu, pada kesempatan buka puasa dan sahur.

Kesempatan ini menjadi sangat langka dan hanya ada di bulan Ramadan saja. Betapa sulitnya saat ini, di tengah kehidupan yang dinamis, adanya kesempatan seluruh anggota keluarga makan bersama dalam suasana yang begitu penuh berkah.

Momen makan bersama ini begitu efektif untuk menjadi sarana mempererat jalinan keharmonisan keluarga: komunikasi, saling berbagi, dan lainnya.

3. Bulan Ramadan menghidupkan suasana keluarga yang menjadi dekat dengan Alquran. Ayah, ibu, dan anak-anak saling berlomba memperbanyak bacaan Al-Qur`an mereka. Lantunan tersebut menjadi begitu semarak di hampir tiap ruang rumah.

4. Di bulan Ramadan pula, qiyamul lail atau salat malam menjadi agenda tersendiri keluarga. Sebuah momen yang sangat berbekas untuk semua anggota keluarga, khususnya anak-anak.

5. Di akhir Ramadan, sebagai budaya Indonesia, ada momen untuk keluarga yang begitu spesial. Yaitu, momen silaturahim di awal Idul Fitri.

Momen ini menjadi begitu indah dan sangat bersinergi dengan muatan keluarga. Silaturahim berasal dari kata jalinan dan rahim. Atau dengan kata lain, penguatan jalinan keluarga besar satu kakek atau nenek, dan seterusnya.

Kata rahim inilah yang menjadi pengarah kemana kunjungan dilakukan. Yaitu, kepada anggota keluarga besar. Bukan sekadar kepada teman, tetangga, atau yang lain. [mh/Cms]

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Siapa pun Bisa Kena Fitnah

Next Post

Ciri-Ciri Orang yang Takut kepada Allah

Next Post
Kisah Wanita yang Menggoda Ulama

Ciri-Ciri Orang yang Takut kepada Allah

Puasa Bikin Cerdas

Puasa Bikin Cerdas

Surat At-Takwir ayat 1-14, Manusia mengetahui apa yang dikerjkannya selama di dunia

Surat At-Takwir Ayat 1-14, Manusia Kelak akan Mengetahui Apa yang Dikerjakannya Selama di Dunia

  • Panduan Memilih Warna Lipstik yang Sesuai dengan Kepribadian

    Panduan Memilih Warna Lipstik yang Sesuai dengan Kepribadian

    84 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Mainan Pop It untuk Anak: Benarkah Bermanfaat bagi Tumbuh Kembangnya?

    157 shares
    Share 63 Tweet 39
  • Desain Kemasan Parfum Ramah Lingkungan ParagonCorp Raih Silver Award di Pentawards 2026

    82 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2550 shares
    Share 1020 Tweet 638
  • Salimah Dukung MUI Desak Pemerintah Batalkan Rencana Konser Andrea Bocelli di Indonesia

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9593 shares
    Share 3837 Tweet 2398
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2484 shares
    Share 994 Tweet 621
  • Anak Yatim Korban Covid-19 Punya Masa Depan

    91 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Kajian Aqidah Islam, Menengok Isi Kitab Talmud Yahudi (Bag. 2)

    125 shares
    Share 50 Tweet 31
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga