SABUN batang memang mengandung mikroorganisme, tapi sebagian besar berasal dari kulit sendiri. Sabun batang masih menjadi pilihan banyak orang untuk mandi, karena praktis dan ekonomis.
Meski begitu, tidak sedikit yang meragukan kebersihannya karena digunakan berulang kali dan dibiarkan terbuka di kamar mandi.
Banyak orang khawatir sabun batang dipenuhi kuman karena sering disentuh dan terkena air. Namun, mikroorganisme tersebut sebagian besar berasal dari tubuh pengguna sendiri.
Kulit manusia memang memiliki mikrobioma, yaitu kumpulan bakteri dan mikroorganisme yang hidup secara alami. Mikroorganisme ini justru berperan penting dalam menjaga sistem imun.
Ketika mikroorganisme dari kulit berpindah ke sabun lalu kembali ke kulit, hal tersebut umumnya tidak menimbulkan masalah. Selain itu, alat mandi seperti waslap atau loofah juga bisa memindahkan mikroorganisme ke sabun.
Baca juga: Diperbolehkan Keramas Setiap Hari Tergantung Jenis Rambutnya
Sabun Batang Mengandung Mikroorganisme yang Sebagian Besar dari Kulit Sendiri
Meski terlihat sederhana, sabun batang memiliki mekanisme yang efektif untuk membersihkan kotoran dan kuman. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sabun bekerja dengan mengangkat kotoran dan mikroorganisme dari permukaan kulit.
Kandungan surfaktan dalam sabun membantu melonggarkan kotoran dan minyak dari kulit, sehingga lebih mudah dibilas dengan air.
Bahkan, sabun biasa tanpa label antibakteri sudah cukup efektif. CDC menyebut bahwa sabun antibakteri tidak memberikan manfaat tambahan yang signifikan dibandingkan sabun biasa.
Namun, penting untuk menggosok sabun hingga berbusa setidaknya 15 detik agar proses pembersihan optimal.
Meskipun sabun batang dapat mengandung mikroorganisme, kemungkinan untuk menyebabkan penyakit sangat kecil.
Sangat kecil kemungkinan sabun batang membuat kamu sakit, karena sebagian besar mikroorganisme berasal dari tubuh kamu sendiri.
Selain itu, kurang dari 1 persen bakteri yang benar-benar dapat menyebabkan penyakit. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua kuman berbahaya bagi tubuh.
Bahkan, sebagian besar tidak menimbulkan efek apa pun. Namun, risiko bisa meningkat dalam kondisi tertentu, misalnya jika seseorang memiliki luka terbuka. Luka dapat menjadi pintu masuk bagi mikroorganisme yang berpotensi menyebabkan infeksi.
Meski relatif aman, ada beberapa kondisi yang membuat sabun batang menjadi kurang higienis. Salah satunya adalah penggunaan bersama.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Berbagi sabun dapat meningkatkan risiko penularan bakteri atau virus, terutama jika salah satu pengguna sedang sakit.
Selain itu, lingkungan yang lembab juga berperan besar. Sabun yang diletakkan di tempat basah dapat menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme.
Kondisi lembab dapat mendorong pertumbuhan jamur dan bakteri. Oleh karena itu, penting untuk menyimpan sabun di tempat yang kering agar tidak terus-menerus basah.
Sabun batang pada dasarnya tetap higienis dan aman digunakan untuk mandi, selama digunakan dengan benar.
Dengan kebiasaan yang tepat, sabun batang tetap bisa menjadi pilihan yang aman dan efektif untuk menjaga kebersihan tubuh. [Din]




