• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 11 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Bebaskan Ekspresi Anak

13/05/2025
in Parenting, Unggulan
Tips untuk Sambut Ramadan Terbaik dalam Hidupmu

Tips untuk Sambut Ramadan Terbaik dalam Hidupmu (foto: pixabay/UrsulaBodnar)

90
SHARES
691
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Bebaskan ekspresi anak, bantu raih mimpinya. Coba Bun, dari dua contoh di bawah ini, kira-kira Bunda tipe yang mana?

Contoh pertama: “Nduk, jangan ikut-ikutan bikin kue nanti bajumu kotor” kata Bunda sewot sambil mengaduk-aduk adonan kue.

“Jangan menyirami tanaman nanti bajumu basah” teriak Bunda yang sedang memasukan baju ke mesin cuci di belakang rumah.

“Jangan mainan ini, Ibu capek beresinnya” kata Bunda sambil asyik bermain HP.

“Jangan loncat-loncat, itu berbahaya, nanti kamu bisa jatuh” teriak Bunda sambil menarik tangan anaknya.

“Jangan bawa mainan ini di sekolah” kata Bunda sambil mengeluarkan mainan di dalam tas anak.

Contoh kedua: “Ayo Nduk, kita bikin kue bersama, tolong tuangkan tepungnya ya dan pecahkan telurnya setelah itu tuang air ini lalu diaduk-aduk” kata Bunda sambil duduk membuat kue bersama anaknya.

“Boleh kok menyirami tanaman, nanti tanamannya akan berterima kasih dan berdoa agar Allah memberi adik pahala” nasihat Bunda sambil memasukkan cucian kotor ke mesin cuci.

“Ayo kita bermain dengan mainan ini, nanti Adik bantu Bunda beresin ya,” ajak Bunda sambil mengambil sebuah mainan.

“Adik mau loncat-loncat, boleh nanti Bunda temenin ya” kata Bunda sambil mengikuti dari belakang.

“Adik mau bawa mainan ini, boleh tetapi adik jaga baik-baik ya” Pesan Bunda sambil menaruh mainan ke dalam tas.

Baca Juga: Meraih Hati Sebelum Menasihati

Bebaskan Ekspresi Anak

Dari dua contoh di atas, pastilah Bunda akan memilih contoh no. 2, iya kan Bun. Tapi tanpa kita sadari, kita sering sekali berada di posisi yang pertama lho.

Kita sering mengatakan “jangan, jangan dan jangan”. Wajar jika kita sering mengatakan “jangan”. Biasanya ada dua alasan mengapa kita mengatakan “jangan” yaitu saat apa yang dilakukan anak akan membuat kita repot dan alasan kedua adalah kita khawatir terjadi sesuatu kepada anak.

Bukan tidak boleh melarang anak, bahkan jika apa yang dilakukan anak berbahaya maka Bunda wajib melarang anak tetapi yang ingin saya garis bawahi adalah terlalu seringnya orang tua mengatakan “jangan” sehingga menghambat ekspresi dan eksplorasi anak serta kebebasannya sebagai seorang anak yang memiliki sifat dasar bermain.

Anak seperti terkungkung dalam penjara karena merasa banyak kebebasannya yang dibatasi. Ingat Bun, sifat seorang anak itu bermain, bereksplorasi, berekspresi, penuh kreativitas dan menyukai tantangan.

Jika semua hal itu dikengkang maka anak akan menjadi seorang penakut, tidak percaya diri, merasa tidak diterima di lingkungan keluarga.

Para psikolog mengatakan bahwa seorang yang sudah dewasa yang kecanduan bermain game itu karena masa bermain saat mereka kanak-kanak belum tuntas. Dengan demikian, sifat bermain yang belum tuntas itu, ia lampiaskan saat mereka telah dewasa.[ind]

sumber: Kulwap Tumbuh Yuk. Randy Ariyanto W. dan Dyah Lestyarini. Rumah Pintar Aisha: Agustus 2021.

Tags: bebaskan ekspresi anakcara meraih mimpi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Stimulasi Perkembangan Otak Si Kecil

Next Post

Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga Kehamilan

Next Post
Perkembangan Janin Trimester Ke Tiga

Perkembangan Janin pada Trimester Ketiga Kehamilan

11 Tanda Seseorang Terkena Ain

Kenapa Wanita Itu Cerewet

Mengajarkan Anak Konsisten Shalat

Mengajarkan Anak Konsisten Shalat

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1895 shares
    Share 758 Tweet 474
  • 7 Masjid Indah Ini Ternyata Ada Di Indonesia, Lho

    211 shares
    Share 84 Tweet 53
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    253 shares
    Share 101 Tweet 63
  • Manisnya Buah Lai, Kembaran Durian dari Mahakam

    284 shares
    Share 114 Tweet 71
  • Simak Hadits-Hadits tentang Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
  • Potret Artis Cilik Maissy yang Kini Menjadi Dokter

    162 shares
    Share 65 Tweet 41
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8060 shares
    Share 3224 Tweet 2015
  • Beberapa Warna Hijab yang bisa Kamu Mix and Match dengan Gamis Hitam

    133 shares
    Share 53 Tweet 33
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3562 shares
    Share 1425 Tweet 891
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga