JAKARTA Islamic School (JISc), salah satu satuan sekolah yang dipercaya sebagai Sekolah Deep Learning dan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Provinsi DKI Jakarta.
Kepercayaan tersebut menjadi bagian dari komitmen JISc untuk mengembangkan sistem pembelajaran yang mampu mengikuti perubahan teknologi sekaligus tetap berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik.
Program School Model Implementation Deep Learning, Coding and Artificial Intelligence DKI Jakarta mendorong sekolah untuk menerapkan Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial dalam ekosistem pendidikan.
Dokumen Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah menyebut program ini merupakan tindak lanjut sosialisasi yang dilaksanakan pada Januari 2026. Pemerintah juga telah melakukan identifikasi terhadap satuan pendidikan yang memenuhi kriteria sebagai calon sekolah model.
Beberapa persyaratan yang menjadi pertimbangan antara lain pengalaman mengikuti pelatihan PM dan KKA, akreditasi minimal B, capaian indikator prioritas Rapor Pendidikan, serta capaian literasi dan numerasi.
Baca juga: Toreh Prestasi, SD JISc Dipercaya sebagai Sekolah Model Deep Learning dan AI se-Jakarta
SD JISc Terpilih sebagai Sekolah Percontohan Deep Learning dan AI, Wakili Sekolah Islam di Jakarta
Implementasi deep learning, coding, dan artificial intelligence tidak semata-mata diarahkan agar siswa mengenal teknologi.
Lebih dari itu, penerapan program di sekolah diharapkan dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Sekolah model diarahkan menyediakan lingkungan pembelajaran yang aman, inklusif, dan berbasis pengalaman.
Dalam implementasinya, PM dan KKA juga perlu terintegrasi dalam KOSP serta diterapkan dalam proses pembelajaran dan tata kelola sekolah.
Pendekatan tersebut sejalan dengan kebutuhan generasi muda yang akan tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat. Siswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi perlu memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreatif untuk memahami serta memanfaatkannya.
Sebagai sekolah model, JISc juga memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan projek, mendokumentasikan praktik baik, dan melaporkan capaian implementasi secara berkala.
Sekolah model selanjutnya diharapkan menjadi rujukan bagi satuan pendidikan lain. Pendidik dan sekolah lain diberikan ruang untuk mengamati, mempelajari, dan mengadopsi praktik baik yang telah dikembangkan.
Kolaborasi juga menjadi bagian penting. Sekolah model didorong bekerja sama dengan satuan pendidikan lain, komunitas pendidik, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat penerapan PM dan KKA secara berkelanjutan.
Bagi JISc, status sebagai sekolah model menjadi kesempatan untuk terus berinovasi sekaligus berbagi pengalaman dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Dengan perpaduan pembelajaran mendalam, coding, dan artificial intelligence, JISc berupaya mempersiapkan peserta didik agar memiliki kemampuan akademik, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, serta kesiapan menghadapi dunia yang terus berubah. [Din]



