TIM Tari Saman SMP Jakarta Islamic School (JISc) berhasil meraih medali emas pada ajang World Dance Festival (WDF) 2026 di Seoul, Korea Selatan.
Dalam ajang tersebut, tim Ratoh Jaroe Geleightsor SMP JISc membawakan Tari Saman atau Ratoh Jaroe sebagai representasi budaya Indonesia di panggung internasional. Mereka tampil dalam kategori Folklore Formasi.
Tim JISc yang diberangkatkan ke Korea Selatan terdiri dari 28 penari dan dua pemusik. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para siswa untuk memperkenalkan salah satu kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.
Prestasi di Korea Selatan ini sekaligus melanjutkan deretan pencapaian Tim Ratoh Jaroe SMP JISc yang sebelumnya telah mengukir prestasi di berbagai kompetisi dalam negeri, mulai dari tingkat daerah hingga nasional.
Sebelum bertolak ke Korea Selatan, Tim Ratoh Jaroe JISc juga mendapatkan kesempatan untuk dilepas oleh Anggota Komisi X DPR RI Bidang Pendidikan, Dr. H. Abdul Fikri Faqih, M.M., di Jakarta Islamic School, Kodam, Jakarta Timur.
Abdul Fikri Faqih memberikan apresiasi atas langkah para siswa JISc yang membawa budaya Indonesia ke panggung dunia.
“Selamat kepada tim Saman JISc yang berkontribusi mengembangkan budaya Indonesia ke dunia Internasional, serta menjadikan sarana belajar dan mempererat persaudaraan antarbangsa,” kata Abdul Fikri Faqih.
Baca juga: Tari Saman Jakarta Islamic School Raih Medali Emas di World Dance Festival 2026 Korea Selatan
Bikin Bangga Indonesia! Tim Saman JISc Gemilang di Korea, Pulang Bawa Medali Emas
Sementara itu, Principal Jakarta Islamic School, Fifi P. Jubilea, atau yang akrab disapa Mam Fifi, turut menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut.
“Alhamdulillah Tari Saman JISc Secondary dapat dua medali emas di Korea,” tulis Mam Fifi dalam sebuah unggahan Instagram pada Selasa (18/8/2026).
Menurut Mam Fifi, prestasi yang diraih para siswa bukan sekadar pencapaian berupa medali. Lebih dari itu, pengalaman tampil di panggung internasional menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan kepercayaan diri siswa.
“Prestasi ini bukan hanya tentang medali emas, tetapi tentang keberanian anak-anak JISc membawa budaya Indonesia ke panggung dunia. Kami bangga melihat mereka mampu menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia dapat menjadi duta budaya sekaligus berprestasi di tingkat internasional,” ujar Mam Fifi kepada ChanelMuslim.com, Jumat (21/8/2026).
Medali emas WDF 2026 menambah panjang catatan prestasi Tim Tari Saman JISc. Tim SMP JISc sebelumnya telah meraih sejumlah penghargaan, di antaranya:
Juara 1, Festival Tari Ratoh Jaroe Tingkat Nasional yang diselenggarakan Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), 29 Oktober–5 November 2022.
Juara Harapan 1, Unexsafest 2.0 Tahun 2021.
Juara 1, PORSENI dan MIPA XXI yang diselenggarakan SMA Korpri Bekasi.
Juara 1, Gocup 8th di SMAN 50 Jakarta Tahun 2023.
Juara 3, Festival Tari Ratoh Jaroe Tingkat Nasional di Taman Mini Anjungan Aceh Tahun 2023.
Juara 3, Limau Cup Vol. VI Tahun 2024.
Juara 1, Unexsafest 5.0 Tahun 2024.
Juara 1, BAZKOM GALASENA Tahun 2024.
Medali Emas, World Dance Festival (WDF) 2026 di Seoul, Korea Selatan.
Sementara itu, Tim Saman SMA JISc juga memiliki rekam prestasi tersendiri, antara lain Juara 3 Festival Tari Ratoh Jaroe Piala Bergilir Gubernur Aceh Tahun 2022, Juara 3 Immortal Al-Azhar BSD tingkat Jabodetabek Tahun 2023, Juara 1 Tocup Tahun 2023 tingkat Jabodetabek, serta Juara 1 Colapsle and Buble Tahun 2024 tingkat Jabodetabek.
Tim SMA JISc juga pernah meraih Juara Harapan 3 Bazkom and Carasel Tahun 2024 serta menjadi guest pada Muslim Fashion Festival 2024 yang diselenggarakan di Istora Senayan.
Keberhasilan Tim Saman JISc tidak terlepas dari pendekatan pendidikan yang diterapkan sekolah. JISc tidak hanya memberikan pembelajaran agama dan kurikulum nasional, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir siswa melalui konsep Thinking Skill.
Para siswa mendapatkan kesempatan untuk mengasah kemampuan berpikir, kreativitas, wawasan, serta kepercayaan diri melalui berbagai kegiatan kompetisi dan program immersion, baik di dalam maupun luar negeri.
Dengan demikian, perjalanan Tim Saman JISc ke Korea Selatan tidak hanya menghasilkan medali emas, tetapi juga menjadi pengalaman pendidikan yang mempertemukan seni, budaya, kerja sama, disiplin, dan wawasan internasional. [Din]





