TAKDIR itu sudah Allah tentukan jauh sebelum kita lahir ke bumi. Ada yang dalam batas kemampuan kita, ada pula yang di luar itu.
Gelisah itu karena kita merasa tidak aman dengan sesuatu yang akan terjadi: tentang bencana, tentang ajal, tentang rezeki, dan juga jodoh.
Yang kita inginkan, apa yang akan terjadi selalu sesuai dengan yang kita harapkan. Nah, adanya ketidakjelasan yang kita harapkan dengan sesuatu yang belum terjadi itulah yang menjadikan kita gelisah.
Sekarang coba dibalik. Bayangkan jika semua yang akan terjadi, sudah kita ketahui keadaannya: kapan, baik dan buruknya. Misalnya, kita sudah tahu kapan kita akan mati dan bagaimana keadaan matinya itu. Apakah hal itu akan membuat kita tenang?
Rasanya, tidak. Justru, kita akan merasa lebih gelisah. Boleh jadi, segala hal enak yang bisa kita rasakan selama jatah usia itu akan tersedot menjadi hambar sama sekali.
Nasihat Rasulullah untuk Ibnu Abbas
Suatu kali, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan nasihat khusus kepada sepupunya: Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma.
Rasulullah mengatakan, “Ketahuilah, jika seluruh manusia bersatu untuk memberi manfaat padamu, mereka tidak akan bisa kecuali dengan izin Allah.
“Dan, jika mereka bersatu untuk mencelakakanmu, mereka tidak akan bisa kecuali atas takdir Allah.” (HR. At-Tirmidzi)
Allah subhanahu wata’ala memerintahkan untuk beramal bukan untuk menentukan hasil. Melainkan untuk meraih ridha Allah subhanahu wata’ala. Sementara hasilnya, kita serahkan kepada Allah.
Jadi, ada sesuatu yang menjadi wilayah kita untuk diusahakan. Tapi, ada pula wilayah yang bukan wewenang kita.
Kuncinya, menjaga keridhaan dan baik sangka dengan segala yang Allah anugerahkan. Apa yang bisa kita usahakan, lakukan sebaik mungkin, termasuk doa yang terbaik. Dan tentang hasilnya, kita serahkan kepada Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. [Mh]





