• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 30 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Jendela Hati

Tak Ada Azan di Perth

04/08/2022
in Jendela Hati, Unggulan
Kota yang Paling Berkesan di Amerika

Fifi Proklawati Jubilea

89
SHARES
681
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

TAK ada azan di Perth. Dingin. Sepi. Itulah Perth di pagi hari. Subuh juga gak jelas jam berapa. Winter gini kata anakku subuhnya hampir pukul 05.45 pagi.

Apalagi di masjid Turki yang mazhabnya Imam Hanafi, shalat jamaah baru di mulai pukul 06.15 pagi.

Wew... bangun kepagian dong. Ya habis, enggak ada azan, kita cuma mengandalkan jam azan yang beli di pasar Makkah lima tahun lalu. Yang bunyinya cuma nyampe ke ruang makan.

Kalau itu mati, maka totally kami enggak dengar azan kecuali masang ring tone azan di hape.

Anak muslim di negeri Barat enggak merasakan indahnya suasana pagi orang bergegas ke masjid setelah azan berkumandang di pagi yang ceria. Menandakan kesibukan akan bermula.

Azan itu kayak bel kita di sekolah yang menunjukan bahwa kita harus berhenti ini mulai itu. Dan juga yang ngumpulin kita untuk berbuat sesuatu dan yang mengakhiri sebuah kegiatan.

Kadang kita kerja atau rapat nunggu sampai azan ashar berkumandang. Gitu khan?

Baca Juga: Jangan Lihat Mam Fifi Enak Jalan-jalan

Tak Ada Azan di Perth

Yang aku salut sang muazin bisa gitu loh disiplin dan tepat waktu.

Kebayang enggak kalau beliau ketiduran maka subuh kayak berlalu aja gitu tanpa azan. Atau kebayang enggak ketika sudah waktunya mau, azan istrinya ngomel atau anaknya sakit. Nah gimana tuh!

Azan itu indah dan mengasikan serta sudah menjadi tradisi. Kita sudah biasa dengarnya dari kita masih kecil dengan hiruk-pikuk.

Sedikit suara tukang roti yang lewat juga suara ayam kukuruyuk dan gemericik air wudhu serta buka tutup pintu ayah ke masjid dan lain-lain, serta jerangan suara teko.

Itu adalah nuansa yang enggak bisa dihilangkan dari hidup kita di Indonesia dan di mana pun ranah Melayu.

Azan dan semua komplimentnya tidak bisa dihilangkan begitu saja.

Yang memang harus kita sikapi adalah suara azan yang tiba-tiba dan ngagetin, maka baiknya ada suara alunan ayat Alquran dulu dengan suara yang lembut saja.

Lalu azan dan kemudian bila ada ceramah dan lain-lain tidak usah speaker besar menghadap keluar dan membuat banyak orang terganggu.

Apalagi yang punya bayi. Apalagi yang ada jompo. Apalagi yang lagi sakit gigi.

Jadi menurut saya, tidak ada pelarangan terhadap suara azan tapi tetap saja azan ada adabnya. Ada aturannya.

Saya pernah lagi sakit dan tidur di rumah mertua saya ketika malam takbiran terus menerus bertalu-talu dengan speaker yang sangat besar dari Isya sampai subuh terus terang suara berisik speaker bikin saya enggak bisa tidur.

Saya mah enggak apa karena saya memang senang dengar alunan takbiran tapi bagi yang warga non muslim kan mungkin terlalu lama bila mendengarkan dengan suara yang sangat keras dan bertalu-talu seperti itu.

Nuansa syahdunya juga khawatir hilang.

Pahami saja, toh kita juga tidak mau dengar suara lagu kerohanian yang dipasang keras-keras berjam-jam yang masuk ke rumah kita.

Itu saja yang saya pahami tapi kalau ada yang kurang suka dengan suara keras azan yang memecah kesunyian pagi memang enggak usah juga sih maki-maki. Atau sudah negur kali ya tapi enggak ditanggapi.

Kayaknya kita perlu lagi belajar untuk emphaty pada orang lain tapi tetap tidak meninggalkan hal yang syar’i.

Kurasa bukan azannya yang dilarang, hidup tanpa azan dunia hampa loh. Bukan azannya yang dilarang tapi kalau bisa diatur agar suara-suara setelah azan tidak mengganggu sangat tetangga di luar sana.

Tunjukkan Islam itu indah dan suara azan itu menyenangkan. Dan bukankah dakwah itu sebaiknya merangkul bukan memukul.

Kumandang azan amat sangat dirindukan, terutama bagi muslim yang hidup di negeri Barat. Tanpa azan sebetulnya hidup itu hampa. Ibarat udah dingin tambah dingin. Dan itu bukan kita.

Dari Malik bin Al-Huwairits, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Apabila waktu shalat telah tiba, maka hendaklah salah seorang di antara kamu azan untuk (shalat)-mu, dan hendaklah yang tertua di antara kamu bertindak sebagai imam bagi kamu”.

[HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim, dalam Nailul Authar juz 2, hlm. 37]

(Catatan Mam Fifi, Agustus 2018)

By: Fifi P. Jubilea, S.E., S.Pd., M.Sc., Ph.D.

Jakarta Islamic School (JISc)
Jakarta Islamic Boys Boarding School (JIBBS)
Jakarta Islamic Girls Boarding School (JIGSc)

Website:

https://ChanelMuslim.com/jendelahati

https://www.jakartaislamicschool.com/category/principal-article/

Facebook Fanpage:

https://www.facebook.com/jisc.jibbs.10

https://www.facebook.com/Jakarta.Islamic.Boys.Boarding.School

Instagram:

www.instagram.com/fifi.jubilea

Twitter:

https://twitter.com/JIScnJIBBs

Tiktok:

https://www.tiktok.com/@mamfifi_jisc

Tags: fifi jubileafifi proklawati jubileaJakarta islamic schoolmam fifitak ada azan di perth
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

BCA Syariah: Tumbuh Berkelanjutan di Tengah Momentum Pemulihan

Next Post

Sahabat Baik adalah Nikmat Luar Biasa

Next Post
Sahabat Baik adalah Nikmat Luar Biasa

Sahabat Baik adalah Nikmat Luar Biasa

Imah Muslimah, Adik Asuh Riska Masuk Sekolah PKBM setelah 11 Tahun Tak Mengenyam Pendididikan

Imah Muslimah, Adik Asuh Riska Masuk Sekolah PKBM setelah 11 Tahun Tak Mengenyam Pendididikan

Belajar Hakikat Pernikahan dari Orang Tua Shalahuddin Al Ayubi

Haramnya Sifat Dengki

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8291 shares
    Share 3316 Tweet 2073
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3728 shares
    Share 1491 Tweet 932
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4252 shares
    Share 1701 Tweet 1063
  • BestPerfume.Store Resmi Hadir di Indonesia, Tawarkan Parfum Berperforma Tinggi

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    784 shares
    Share 314 Tweet 196
  • Kehadiran Deswita Maharani dan Ferry Maryadi di Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi Menambah Kesan Hangat

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2087 shares
    Share 835 Tweet 522
  • 4 Macam Mad Lazim, Berikut Ini Pengertian dan Contohnya

    5339 shares
    Share 2136 Tweet 1335
  • Pertolongan Allah karena Memberi Makan Kucing

    458 shares
    Share 183 Tweet 115
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4563 shares
    Share 1825 Tweet 1141
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga