• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 30 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Healthy

Suka Cokelat? Kamu Wajib Ketahui Titik Kritis Kehalalan Cokelat Berikut Ini

11/02/2026
in Healthy, Unggulan
Suka Cokelat? Kamu Wajib Ketahui Titik Kritis Kehalalan Cokelat Berikut Ini

Suka Cokelat? Kamu Wajib Ketahui Titik Kritis Kehalalan Cokelat Berikut Ini (foto: pixabay)

382
SHARES
2.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

TERNYATA, di balik manisnya cokelat, ada titik kritis kehalalan yang patut diwaspadai. Apa saja kandungan cokelat yang dapat membuatnya haram untuk dikonsumsi?

Cokelat adalah makanan sejuta umat. Tak hanya anak kecil, orang dewasa pun menyukai makanan camilan yang rasanya manis ini. Yuk, kita ketahui apa saja titik kritis kehalalan cokelat sehingga aman mengonsumsinya.

Baca Juga: Ini Beda Cokelat Sekali Makan dan Cokelat Masak

Suka Cokelat? Kamu Wajib Ketahui Titik Kritis Kehalalan Cokelat Berikut Ini

Alkohol

Kandungan rhum atau essense perisa sering ditemukan di dalam cokelat impor atau buatan luar negeri. Tak heran, kadang begitu bungkus cokelat dibuka, aroma cokelat yang mengundang selera langsung tercium.

Lesitin

Pada umumnya, cokelat menggunakan emulsifier dalam pengolahannya. Emulsifier ini ada yang berupa lesitin. Yang patut diketahui adalah apakah lesitin yang digunakan lesitin nabati atau hewani.

Jika nabati biasanya menggunakan lesitin kedelai. Namun, jika hewani, biasanya menggunakan lesitin babi karena menghasilkan produk yang lebih lembut teksturnya dan harganya relatif murah.

Periksa kandungan makanan yang tertera di bungkus cokelat, jika tercantum soy lecithine atau soya lesitin berarti aman dikonsumsi karena menggunakan lesitin kedelai, tapi jika hanya tertulis lesitin saja dan tidak ada label halal, cokelat itu perlu diwaspadai.

Lemak

Lemak juga salah satu jenis emulsifier untuk cokelat yang berfungsi sebagai stabilizer. Sama dengan lesitin, lemak atau stabilizer yang digunakan harus dipastikan berbahan nabati. Kode E yang tertera dalam kemasan cokelat belum tentu berbahan babi, ada juga yang berasal dari bahan nabati yaitu dari lemak sapi.

Susu

Cokelat dengan varian rasa susu sudah pasti mengandung susu. Biasanya, susu yang digunakan adalah susu bubuk. Hal yang perlu diperhatikan adalah susu tersebut berasal dari hewan apa dan dalam proses menjadi susu bubuk apakah dijamin halal atau terkontaminasi zat lain yang diharamkan.

Gula

Gula memang berasal dari bahan nabati tapi dalam proses produksi gula, apakah menggunakan bahan pemutih dan halalkan pemutihnya dan prosesnya.

Kriteria halal ternyata bukan hanya bahan, tapi juga termasuk proses dan pengemasan. Jangan sampai cokelat yang kita sukai menjadi haram dimakan karena proses produksinya terkontaminasi bahan haram. Untuk itu, selalu periksa label halal dalam kemasan cokelat, baik dalam negeri maupun produk cokelat impor. [ind/halalcorner]

 

Tags: Suka Cokelat? Kamu Wajib Ketahui Titik Kritis Kehalalan Cokelat Berikut Ini
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Membiasakan Anak untuk Hidup Rajin

Next Post

Terapi Jus untuk Penyakit Liver

Next Post
Terapi Jus untuk Penyakit Liver

Terapi Jus untuk Penyakit Liver

Kehidupan Dunia yang Singkat Namun Menyilaukan

Menerima Pemberian dan Menginvestasikan Harta Untuk Disedekahkan Hasilnya

Hukum Memasukkan Anak ke Pondok Pesantren dalam Usia Belum Baligh

Hukum Memasukkan Anak ke Pondok Pesantren dalam Usia Belum Baligh

  • Tumis Jantung Pisang Ala Chef Rudy Choirudin, Lauk Tradisional yang Kaya Rasa

    Tumis Jantung Pisang Ala Chef Rudy Choirudin, Lauk Tradisional yang Kaya Rasa

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    196 shares
    Share 78 Tweet 49
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    567 shares
    Share 227 Tweet 142
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4377 shares
    Share 1751 Tweet 1094
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8540 shares
    Share 3416 Tweet 2135
  • Doa Ketika Selesai Sa’i

    149 shares
    Share 60 Tweet 37
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11382 shares
    Share 4553 Tweet 2846
  • Air Terjun Kapas Biru Lumajang, Keindahan Tersembunyi di Kaki Gunung Semeru

    82 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    896 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Untuk Pemula, Belajar Islam Mulai dari Mana?

    3217 shares
    Share 1287 Tweet 804
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga