ISTILAH “minuman pembersih ginjal” cukup sering ditemukan di media sosial. Padahal, ginjal sebenarnya sudah memiliki tugas alami untuk menyaring darah dan membuang zat sisa melalui urine. Jadi, tidak ada minuman tertentu yang secara ajaib dapat “mencuci” atau membersihkan ginjal dari racun.
Yang lebih penting adalah memastikan tubuh mendapatkan cairan yang cukup agar ginjal dapat bekerja dengan baik. Kementerian Kesehatan RI juga menekankan pentingnya minum air putih yang cukup sebagai salah satu kebiasaan untuk menjaga kesehatan ginjal.
Baca Juga: Mengapa Kista Banyak Dibahas pada Wanita? Ini Penjelasan dr. Zaidul Akbar dan Fakta Medisnya
Ragam Minuman yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Ginjal, Bukan Sekadar “Membersihkan”
Lantas, minuman apa saja yang dapat menjadi pilihan?
1. Air putih
Air putih tetap menjadi pilihan utama. Ketika tubuh memperoleh cairan yang cukup, urine menjadi lebih encer sehingga zat-zat sisa lebih mudah dikeluarkan. Asupan cairan yang memadai juga penting dalam membantu menurunkan risiko pembentukan batu ginjal.
Kemenkes RI pernah menganjurkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air putih, sementara kebutuhan setiap orang dapat berbeda berdasarkan aktivitas, usia, kondisi tubuh, cuaca, dan pola makan.
2. Air lemon tanpa banyak gula
Air lemon dapat menjadi variasi jika seseorang merasa bosan minum air putih. Buah sitrus mengandung sitrat yang menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) dapat membantu mencegah terbentuknya kristal tertentu yang berkembang menjadi batu ginjal.
Namun, sebaiknya jangan menjadikan air lemon sebagai minuman manis. Tambahan gula yang berlebihan justru tidak baik bagi kesehatan secara keseluruhan.
3. Air jeruk tanpa tambahan gula
Jeruk juga termasuk buah sitrus yang mengandung sitrat. NIDDK menyebut minuman berbahan sitrus, seperti lemonade dan jus jeruk, berpotensi membantu mencegah batu ginjal karena kandungan sitratnya.
Meski begitu, lebih baik mengutamakan buah utuh dan membatasi jus yang ditambahkan gula. Minuman tersebut bukan obat untuk mengatasi penyakit ginjal, melainkan bagian dari pola konsumsi yang dapat mendukung kesehatan.
4. Infused water
Infused water berupa air putih yang diberi irisan lemon, jeruk, mentimun, atau buah lainnya bisa menjadi alternatif bagi orang yang sulit memenuhi kebutuhan cairan. Kemenkes melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan juga menyebut penambahan irisan buah ke dalam air dapat membantu membuat air putih terasa lebih menarik untuk dikonsumsi.
Yang perlu diperhatikan, infused water bukan minuman detoks khusus. Manfaat utamanya tetap berasal dari kecukupan cairan.
5. Minuman rendah gula
Pilihan lain adalah minuman tanpa gula atau rendah gula, terutama jika seseorang terbiasa mengonsumsi minuman manis. Mengurangi minuman tinggi gula dapat menjadi bagian dari pola hidup yang lebih sehat dan membantu menjaga berat badan serta kesehatan metabolik.
Pada akhirnya, menjaga ginjal tidak cukup hanya dengan mencari minuman tertentu. Pola makan seimbang, mengurangi garam, menjaga tekanan darah dan gula darah, berolahraga, tidak merokok, serta menghindari penggunaan obat-obatan tanpa anjuran tenaga kesehatan juga penting. Kemenkes memasukkan kebiasaan-kebiasaan tersebut dalam upaya menjaga kesehatan ginjal.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Orang yang mengalami penyakit ginjal, gagal ginjal, atau kondisi tertentu mungkin justru perlu membatasi jumlah cairan. Karena itu, jangan memaksakan minum dalam jumlah besar tanpa berkonsultasi dengan dokter. Kebutuhan cairan setiap orang tidak selalu sama. [DW]





