• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 25 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Healthy

Khawatir Akan Masa Depan Bagian dari Penghambat Kebahagiaan

15/04/2026
in Healthy
Khawatir Akan Masa Depan Bagian dari Penghambat Kebahagiaan

(foto: pixabay)

86
SHARES
663
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KHAWATIR akan masa depan merupakan salah satu dari tujuh penghambat kebahagiaan yang dijelaskan oleh Randy Insyaha, motivator parenting dari Rumah Pintar Aisha.

Allah telah mengabarkan dalam Alquran QS. Al-Baqarah ayat 268, “Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui”.

Sobat, kekhawatiran kita akan masa depan itu adalah bisikan setan.

Kekhawatiran akan kekurangan, kemiskinan itu adalah proyek setan untuk menjerumuskan manusia.

Sobat, atas pengaruh dan bisikan setan, kita itu jadi hobi memunculkan monster-monster untuk menakut-nakuti diri kita sendiri.

Kita gemar membayangkan berbagai kejadian buruk yang sama sekali belum tentu terjadi bahkan hampir 100% apa yang kita khawatirkan itu tidak pernah terjadi.

Kita sendiri yang berpikir aneh-aneh, berpikir menyeramkan, berpikir yang mencemaskan diri sendiri.

Padahal semua yang kita pikirkan itu hanyalah ilusi maka yang terjadi biasanya adalah tubuh akan drop, kemungkinan jatuh sakit bahkan depresi.

Apa yang menyebabkan tubuh lemah, tidak bergairah, jatuh sakit dan depresi, adalah ilusi-ilusi yang kita ciptakan sendiri atas bisikan setan tentunya dalam pikiran kita.

Ketakutan-ketakutan, kekhawatiran, kecemasan, pikiran-pikiran buruk, yang kita ciptakan sendiri itulah yang menyebabkan diri kita sakit dan depresi.

Padahal semua itu hanya ilusi, semua itu hanya bayangan bukan fakta.

Dan hampir semua kejadian seram yang kita bayangkan itu tidak pernah terjadi.

Terus, bagaimana kondisi tubuh kita, kondisi fisik kita, kondisi jiwa kita saat terus-terusan didera pikiran-pikiran buruk yang terus menghantui kehidupan kita.

Wajar saja, banyak orang sakit, banyak orang stres, tertekan bahkan ada yang gila dan bunuh diri, semua berawal dari ilusi yang menakutkan yang mereka ciptakan sendiri.

Perasaan takut, cemas dan khawatir. Perasaan ini sering dialami orang-orang yang over thinking.

Jika terus berlebihan akan menimbulkan penyakit psikis bahkan psikosomatis termasuk juga penyakit jiwa seperti anxiety atau kecemasan berlebihan.

Lalu bagaimana agar tidak terlalu khawatir di masa depan?

Baca juga: Menyesali Masa Lalu Bagian dari Penghambat Kebahagiaan

Khawatir Akan Masa Depan Bagian dari Penghambat Kebahagiaan

Ada 4 kuncinya, pertama adalah berdoalah. Masa depan itu misteri. Kita tidak tahu masa depan.

Hanya Allah yang tahu masa depan. Agar masa depan lebih mudah dijalani berdoalah kepada Allah dengan doa yang terbaik karena Allah akan mengabulkan setiap doa hamba-Nya.

“Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku” (QS. Al-Baqarah: 186).

Kedua adalah berpasrah diri kepada Allah. Katakanlah pada diri sendiri. Akui kalau saat ini engkau sedang khawatir.

Lalu mintalah Allah untuk menolong dan membantu masalahmu kemudian berpasrah dirilah kepada Allah.

“Ya Allah aku khawatir karena…, aku memohon ya Allah tolonglah aku, bantu aku. Aku berpasrah diri akan semua ketentuan-Mu kepadaku”.

Ketiga adalah lawan saat pikiran mengajak kita untuk berpikir hal-hal yang buruk.

Padamkan saat pikiran kita mulai berpikir kecemasan dan kekawatiran akan kejadian nanti.

Segera tebas, saat muncul pikiran-pikiran yang menakuti diri sendiri.

Katakanlah, “ya Allah atas izin-Mu, aku menghapus pikiran ini, bismillah”.

Saat berpikir buruk lagi putuskan dan katakan lagi, “ya Allah atas izin-Mu aku menghapus pikiran itu dari ingatanku”.

Lalu ajaklah untuk terus berpikir positif, berpikir hal-hal yang menyenangkan dan membahagiakan.

Saat kita masih sulit berpikir positif maka gantilah dengan berkata positif. Meskipun pikiran masih negatif tapi kata-kata harus tetap positif.

Betul mengendalikan pikiran memang tidak gampang tetapi mengontrol kata-kata jauh lebih mudah.

Misalnya saat kita khawatir tidak bisa membayar utang yang sudah jatuh tempo maka berkatalah,

“Atas izin Allah, aku bisa membayar utang tepat waktu”.

Saat khawatir anak sakit katakanlah, “insha Allah, besok anakku sudah sembuh dan sehat kembali, itu semua atas kasih sayang Allah”.

Saat khawatir kekurangan ekonomi katakan “atas kasih sayang-Nya, Allah memberiku rezeki yang melimpah, berkah, halal dengan cara yang mudah dan menyenangkan dari berbagai sumber”.

Yakinlah dan katakan, “Allah pasti menolongku, Allah pasti memberiku solusi, Allah sayang kepadaku, Allah Maha Baik, Allah pasti memberiku yang terbaik. Berbaik sangkalah kepada Allah maka kehidupan kita atas izin Allah akan membaik.”

Keempat, rajin-rajinlah menolong orang lain. Ingat hukum Allah ini.

“Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim).

Jadi sobat, perbanyaklah berbuat baik kepada orang lain.

Perbanyaklah menolong orang lain. Banyak berbagi ilmu, banyak sedekah, banyak memberi senyum, banyak menyenangkan orang lain terutama kepada keluarga, kepada orang tua, istri, anak, saudara.

Selama kita banyak berbuat baik maka kebaikan itu akan kembali kepada diri kita.

Selama kita banyak menolong orang lain maka Allah akan menolong diri kita di saat kita mendapatkan kesusahan. Itu rumusnya.[ind]

Tags: kesehatan mentalKhawatir Akan Masa Depan Bagian dari Penghambat Kebahagiaan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Hidayah di Dunia dan Hidayah di Akhirat

Next Post

Kemenhaj Pastikan Petugas Haji Indonesia Berangkat pada 17 April 2026

Next Post
Kemenhaj Pastikan Petugas Haji Indonesia Berangkat pada 17 April 2026

Kemenhaj Pastikan Petugas Haji Indonesia Berangkat pada 17 April 2026

Apa yang Mengikat Anda Berdua

Apa yang Mengikat Anda Berdua

Kajian Muslimah Masjid Darussalam Bahas Etika Berutang dan Tantangan Penggunaan Gadget di Era Digital

Kajian Muslimah Masjid Darussalam Bahas Etika Berutang dan Tantangan Penggunaan Gadget di Era Digital

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8260 shares
    Share 3304 Tweet 2065
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    769 shares
    Share 308 Tweet 192
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3704 shares
    Share 1482 Tweet 926
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2070 shares
    Share 828 Tweet 518
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4234 shares
    Share 1694 Tweet 1059
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3311 shares
    Share 1324 Tweet 828
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11277 shares
    Share 4511 Tweet 2819
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2205 shares
    Share 882 Tweet 551
  • Menghina Allah dalam Hati

    463 shares
    Share 185 Tweet 116
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4555 shares
    Share 1822 Tweet 1139
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga