KENALI beberapa faktor pemicu munculnya gangguan berkemih. Gangguan berkemih tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi kandung kemih semata.
Berbagai faktor, mulai dari jenis kelamin, pertambahan usia, perubahan hormon, hingga penggunaan obat-obatan, dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami keluhan saluran kemih.
Penyebab gangguan berkemih pada setiap orang bisa berbeda. Karena itu, dokter perlu melihat berbagai faktor yang mendasarinya agar penanganan yang diberikan sesuai dengan penyebabnya.
Baca juga: Kenali Apa Itu Impostor Syndrome dan Faktor Penyebabnya
Ketahui Faktor Pemicu Munculnya Gangguan Berkemih
Adapun sejumlah faktor yang dapat memengaruhi terjadinya gangguan berkemih:
Usia
Seiring bertambahnya umur, berbagai perubahan alami dapat terjadi pada sistem saluran kemih. Salah satu perubahan yang umum terjadi adalah meningkatnya sensitivitas kandung kemih.
Usia menyebabkan banyak sekali perubahan di kandung kemih, misalnya membuat sensitivitas meningkat. Hal ini yang membuat orang lebih sering buang air kecil dan susah menahannya.
Selain perubahan pada kandung kemih, bertambahnya usia juga sering disertai munculnya berbagai penyakit kronis yang dapat memengaruhi fungsi saluran kemih.
Oleh sebab itu, keluhan berkemih pada kelompok usia lanjut tidak jarang dipengaruhi lebih dari satu faktor sehingga memerlukan pemeriksaan yang menyeluruh.
Jenis kelamin
Jenis kelamin menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi munculnya gangguan berkemih. Laki-laki dan perempuan memiliki struktur anatomi yang berbeda sehingga jenis gangguan yang dialami pun tidak selalu sama.
Keberadaan prostat pada laki-laki menjadi salah satu pembeda utama dibandingkan perempuan. Jenis kelamin memegang peranan cukup besar. Pada laki-laki ada prostat, sedangkan perempuan tidak punya. Hal ini sudah menjadi pembeda yang besar.
Pada laki-laki, gangguan berkemih sering kali berkaitan pembesaran prostat yang menghambat aliran urine sehingga kandung kemih tidak dapat dikosongkan secara optimal.
Sementara itu, pada perempuan, gangguan berkemih lebih sering berkaitan dengan perubahan pada organ panggul yang terjadi seiring perjalanan hidup.
Proses persalinan maupun perubahan jaringan akibat menopause dapat memengaruhi kekuatan dasar panggul sehingga meningkatkan risiko munculnya keluhan berkemih.
Konsumsi obat-obatan dan obesitas
Obat-obatan yang dikonsumsi pasien dapat memengaruhi fungsi saluran kemih sehingga menjadi salah satu aspek yang selalu dievaluasi saat pemeriksaan.
Pasien yang sering konsumsi obat-obatan juga berpengaruh. Obesitas sering dihubungkan dengan golongan stress incontinence yang ketika batuk bisa mengompol.
Pada kondisi obesitas, tekanan yang lebih besar pada area panggul dapat meningkatkan risiko stress incontinence, yaitu keluarnya urine tanpa disadari saat batuk, bersin, tertawa, atau melakukan aktivitas yang meningkatkan tekanan di dalam perut.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Karena penyebab gangguan berkemih dapat dipengaruhi banyak faktor, keluhan seperti sering buang air kecil, sulit menahan kencing, atau urine keluar tanpa disadari sebaiknya tidak dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan.
Pemeriksaan sejak dini dapat membantu dokter menemukan penyebab yang mendasari sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih tepat sesuai kondisi masing-masing pasien.
Perubahan hormon
Perubahan hormon yang terjadi seiring proses penuaan juga dapat meningkatkan risiko gangguan berkemih, baik pada perempuan maupun laki-laki.
Pada perempuan, penurunan hormon estrogen saat menopause dapat memengaruhi kesehatan jaringan saluran kemih dan dasar panggul.
Sementara pada laki-laki, perubahan hormon yang terjadi saat andropause juga dapat berdampak terhadap fungsi saluran kemih.
Perubahan hormonal tersebut berkaitan dengan meningkatnya risiko berbagai keluhan. Perempuan ada menopause, sedangkan laki-laki ada andropause. Pada perempuan risikonya bisa mudah mengompol atau terkena infeksi saluran kemih.
Perubahan hormonal sebaiknya tidak dianggap sebagai proses alami semata apabila sudah disertai keluhan yang mengganggu aktivitas sehari-hari. [Din]





