SETIAP wilayah di Jakarta rupanya memiliki motif batik Betawi dengan ciri khasnya masing-masing. Pemilihan identitas merek ini merujuk pada sejarah tempat kelahiran.
Pada awal berdirinya, ragam motif yang diciptakan sangat kental dengan unsur lokal seperti buah gandaria, alat musik gambus, tanjidor hingga ornament gigi baling.
Desain tersebut semakin berkembang setelah usahanya bergabung dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi DKI Jakarta yang mewajibkan adanya unsur flora dan fauna.
Arahan ini memicu kreativitasnya untuk mengangkat kekayaan alam dari Jakarta Selatan ke dalam selembar kain.
Corak bambu sri gunting yang merepresentasikan tanaman yang selalu tumbuh dan memberi kehidupan bagi sekitarnya.
Baca juga: Mix and Match Pakaian Batik untuk Aktivitas Sehari-Hari
Motif Batik Betawi Miliki Ciri Khas Masing-Masing
Sentuhan lokal turut disematkan pada bagian tepi kain yang oleh masyarakat Betawi disbeut sebagai tumpal.
Jika pembatik lain umumnya mengisi bagian tersebut dengan bentuk pucuk rebung, ia berkreasi meletakkan gambar ondel-ondel.
Di tengah tren pembuatan corak utuh yang memenuhi seluruh permukaan kain, desain ini memadukan berbagai elemen ikonik ke dalam satu bidang visual.
Dalam satu lembar kain batik motif ceplok, pembeli bisa menemukan perpaduan berbagai motif batik, seperti buah rambutan, gandaria, burung gelatik, kuliner kembang goyang, hingga siluet Monumen Nasioal (Monas).
Kemampuannya merangkai karya yang lepas dari aturan baku ini rupanya berawal dari kebiasaan bereksperimen secara spontan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Selain motif yang beragam, keunikan batik Betawi dari kawasan Gandaria Selatan ini terletak pada pemilihan palet warnanya.
Pada awalnya, warna yang saling menabrak ini sempat dipandang sebelah mata dan dianggap norak. Namun, lambat laun masyarakat semakin menggemari komposisi tersebut.
Lebih dari sekadar estetika, palet yang meriah ini sesungguhnya merepresentasikan karakter asli orang Betawi.
Batik ini meyakini warna yang terang sangat sesuai dengan kepribadian masyarakat Betawi yang dinamis dan gemar bersosialisasi. [Din]





