• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 27 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Healthy

Jenis-Jenis Trauma Berdasarkan Jumlah Korban

21/05/2026
in Healthy, Unggulan
Perempuan Disuruh Diam, Pelaku Dibiarkan Aman: Ini yang Disebut Menjaga Nama Baik?

foto: pixabay

98
SHARES
754
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

JENIS-JENIS trauma berdasarkan jumlah korban, yaitu dapat dibagi menjadi trauma personal dan trauma mayor. Konselor Keluarga Cahyadi Takariawan menjelaskan sebagai berikut.

Vikram menyatakan, ada dua jenis trauma, berdasarkan jumlah korban.

Pertama, trauma personal, yaitu trauma yang terjadi pada seseorang. Misalnya korban perkosaan, trauma karena kematian orang tercinta, korban kejahatan, dan lain-lain.

Kedua, trauma mayor, yaitu trauma yang melibatkan banyak orang. Misalnya korban bencana alam, kebakaran pasar, kecelakaan kereta api, dan lain sebagainya.

Jenis-Jenis Trauma Berdasarkan Jumlah Korban

Umumnya, hal ini menyebabkan trauma pada sejumlah besar orang pada waktu yang sama.

Ada sangat banyak pembagian jenis trauma menurut para ahli. Di antaranya adalah pembagian jenis Trauma ‘T’ besar dan trauma ‘t’ kecil.

Baca Juga: Proses Terjadinya Trauma

Trauma Besar dan Trauma Kecil

Kebanyakan orang memahami bahwa trauma muncul dari hal-hal besar, seperti korban perang, pertempuran, bencana alam, pelecehan fisik atau seksual, terorisme, dan kecelakaan besar.

Namun sebenarnya, seseorang tidak harus mengalami peristiwa yang sangat menyedihkan untuk menimbulkan trauma. Akumulasi dari banyak peristiwa kecil masih bisa menjadi traumatis, tetapi dalam bentuk ‘t’ kecil.

Post-traumatic stress disorder (PTSD) atau gangguan stres pasca trauma dipahami sebagai situasi di mana kehidupan atau integritas tubuh seseorang terancam. Ini adalah trauma ‘T’ besar.

Sementara kejadian trauma ‘t’ kecil, pada umumnya tidak mengarah kepada gejala PTSD.

Jenis 1, small “t” trauma

Kumpulan peristiwa kecil yang berdampak buruk dapat menjadi trauma bagi korban, yang biasa disebut dengan trauma kecil/small “t” trauma.

Trauma ‘t’ kecil adalah kejadian yang melebihi kapasitas diri seseorang untuk mengatasinya, dan menyebabkan gangguan emosional.

Peristiwa trauma kecil ini pada dasarnya tidak mengancam kehidupan atau kesehatan tubuh. Lebih tepat digambarkan sebagai ancaman ego, karena individu merasa tidak berdaya.

Setiap orang memiliki reaksi yang berbeda terhadap suatu kejadian buruk, bergantung pada pengalaman pribadi, tingkat toleransi dalam menghadapi kesulitan, moral, dan kepercayaan.

Contoh penyebab trauma ini adalah: (a) konflik antar teman, keluarga, atau orang terdekat (b) ketidaksetiaan pasangan (c) perceraian (d) relokasi tempat tinggal (e) terjerat masalah hukum (f) masalah keuangan.

Seseorang yang mengalami berbagai kejadian tersebut mungkin akan memilih “stay strong” dan menganggap kejadian itu adalah musibah yang wajar, tanpa menyadari bahwa hal tersebut menjadi penyebab trauma.

Meskipun trauma kecil ini bukan kejadian yang mengancam nyawa, namun jika terus menumpuk dan dipendam, dapat memicu stres dan ketidakstabilan emosi.

Salah satu aspek yang sering diabaikan dari trauma ‘t’ kecil adalah efek akumulasinya. Kemungkinan besar alasan banyak orang datang ke psikoterapi adalah karena akumulasi trauma ‘t’ kecil.

Trauma ini mungkin telah terjadi selama hidup seseorang atau masif di masa lalu.

Jenis 2, Large “T” Trauma

Trauma “T” besar adalah peristiwa luar biasa dan signifikan yang membuat individu merasa tidak berdaya dan kehilangan kendali diri maupun kendali lingkungan.

Peristiwa yang memicu Trauma “T” besar adalah bencana alam, serangan teroris, perkosaan brutal, peperangan, kecelakaan mobil atau pesawat, dan lain-lain.

Ketidakberdayaan individu merupakan faktor kunci dari trauma ‘T’ besar, dan tingkat ketidakberdayaan yang dialami jauh melampaui dari trauma ‘t’ kecil.

Trauma ‘T’ besar lebih mudah diidentifikasi oleh yang mengalami, serta oleh orang-orang dekatnya.

Pada trauma ‘T’ besar, individu cenderung lebih terang-terangan dan tegas terlibat dalam tindakan yang diklasifikasikan sebagai ‘penghindaran’ (avoidance).

Mereka menghindari panggilan telepon dari penyelidik, membuang pakaian seragam tugas, atau menghindari tempat-tempat keramaian.

Satu peristiwa trauma ‘T’ besar cukup untuk menyebabkan penderitaan yang parah dan mengganggu fungsi sehari-hari seseorang. Efek ini semakin meningkat seiring dengan perilaku penghindaran yang dipertahankan.[ind]

Source:

1. Elyssa Barbash, Different Types of Trauma: Small ‘t’ versus Large ‘T’, https://www.psychologytoday. com, 13 Maret 2017

2. Jayne Leonard, What is Trauma? What to Know, https://www.medicalnewstoday. com, 3 Juni 2020

3. Kusmawati Hatta, Trauma dan Pemulihannya, Dakwah Ar-Raniry Press, Aceh, 2016

Tags: Jenis-Jenis Trauma Berdasarkan Jumlah Korban
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Aksi Solidaritas untuk Palestina dan Pembebasan Sembilan WNI yang Ditahan Israel Digelar di Depan Istana Negara

Next Post

Kondisi Terkini Sembilan Aktivis yang Sempat Diculik Israel

Next Post
Kondisi Terkini Sembilan Aktivis yang Sempat Diculik Israel

Kondisi Terkini Sembilan Aktivis yang Sempat Diculik Israel

Tauhid dan Akhlak Orang Tua serta Kakek Buyut Nabi

Kenali Nenek Moyang Kita

Mencegah sindrom peter pan

10 Amalan di Bulan Dzulhijjah

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9411 shares
    Share 3764 Tweet 2353
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1313 shares
    Share 525 Tweet 328
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4260 shares
    Share 1704 Tweet 1065
  • Ular dan Penampakan Jin

    547 shares
    Share 219 Tweet 137
  • Simak Beberapa Dampak Buruk Akibat Mencuci Muka secara Berlebihan

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2428 shares
    Share 971 Tweet 607
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4830 shares
    Share 1932 Tweet 1208
  • Ketahui Beberapa Cara untuk Mengatasi Rambut Kusut

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Mengenal Ragam Jamur untuk Masakan Sehari Hari

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Abdul Mu’ti, Menjadi Guru Adalah Mengemban Misi Kenabian

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga