• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 18 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Editorial

Islamofobia dan Pluralisme Eropa

31/08/2020
in Editorial
75
SHARES
580
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

 

ChanelMuslim.com- Hari Jumat kelabu di Kota Malmo, Swedia. Pada hari itu (Jumat, 28/8) partai garis keras di Swedia bersama massanya akan menyelenggarakan rapat umum di kota yang banyak tinggal kaum imigran dari negeri muslim itu. Selain orasi anti muslim, acara seperti biasa akan dipuncaki dengan pembakaran salinan kitab suci Alquran.

Tidak seperti biasanya, ratusan massa sudah berkumpul di pusat kota Rosengard Malmo, Jumat (28/8). Acara yang diselenggarakan sebuah partai sayap kanan di Swedia ini bertajuk protes terhadap keberadaan kaum muslim di kota itu. Acara puncaknya, akan dilakukan pembakaran salinan Alquran.

Mereka pun sudah mengundang seorang pembicara yang sudah ngetop di kalangan anti muslim di Eropa. Namanya, Rasmus Paludan. Seorang pengacara dan politisi Denmark ini juga dikenal sebagai pendiri Partai Stam Kurs.

Tidak ada prestasi hebat dari Paludan di mata warga Eropa kecuali kebenciannya terhadap warga muslim migran yang tinggal di Eropa. Youtube chanelnya hanya berisi ujaran kebencian terhadap Islam. Dan selalu saja, isi videonya nyaris tak luput dari ritual pembakaran mushaf Alquran.

Paludan pun bersiap untuk menghadiri acara di Malmo itu. Tapi, polisi Swedia bertindak cepat. Paludan ditahan di perbatasan Denmark Swedia karena alasan keamanan negara.

Mendapati informasi pembicara dan idolanya tak bisa datang karena ulah polisi, massa pun tetap melanjutkan acaranya sendiri. Acara puncaknya tetap dilangsungkan, meski tanpa kehadiran Paludan. Yaitu, pembakaran mushaf Alquran.

Namun kali ini, ungkapan kebencian mereka bukan hanya kepada warga muslim di Malmo. Tapi juga terhadap polisi yang mereka nilai berpihak. Kerusuhan pun akhirnya pecah.

Swedia sebenarnya salah satu negeri Eropa yang konsisten memperjuangkan pluralisme. Di samping Inggris dan Canada, Swedia boleh dibilang sangat welcome terhadap datangnya pengungsi dan imigran dari negeri-negeri muslim yang dilanda perang seperti Suriah, Irak, Afghanistan, dan lainnya.

Namun, sebagian warganya yang memiliki ideologi ultra nasionalis terus melancarkan propaganda anti muslim. Gerakan ini bukan hanya di Swedia. Melainkan, memiliki jaringan di hampir semua negara Eropa.

Kegiatan mereka pun bukan sekadar propaganda busuk terhadap keberadaan warga muslim pendatang di Eropa, bahkan melakukan pembakaran masjid, pembunuhan, dan segala aksi teror lain. Tidak peduli di tempat umum, seperti yang selama ini dialami kaum muslimah di Swedia, Perancis, Jerman, Spanyol, Belanda, dan lainnya.

Dari data pembela hak asasi manusia di Eropa, tercatat bahwa di atas 50 persen teror Islamofobia dilakukan terhadap para muslimah yang berada di tempat umum: jalan raya, bus, pasar, dan lainnya.

Target semua aksi mereka hanya satu: mengusir semua warga muslim pendatang untuk tidak lagi berada di negeri mereka.

Ketika Inggris menyatakan diri keluar dari masyarakat Eropa, kaum Islamofobia mengungkapkan rasa gembiranya. Mereka menilai, Inggris merupakan negara Eropa pengkhianat. Hal ini karena pluralisme negeri ini yang menjadikan umat Islam di Inggris, baik migran maupun warga asli, berkembang begitu pesat.

Kenapa sebagian masyarakat Eropa benci Islam? Ada banyak sebab. Antara lain, ketidakpahaman mereka tentang ajaran Islam. Mereka hanya mengenal Islam melalui media utama di Eropa yang sebagian besar juga diisi jaringan anti Islam.

Sebab lain adanya kecemburuan di kalangan elit masyarakat bawah di Eropa terhadap porsi ekonomi kaum migran. Mereka tidak ingin porsi ekonomi negaranya tersisihkan untuk kaum pendatang yang berbeda secara agama, warna kulit, dan tentu saja budaya.

Dengan kata lain, masyarakat di Eropa masih belum siap dengan era globalisasi yang sudah menjadi keniscayaan saat ini. Bahkan untuk tema pluralisme ini, bangsa Indonesia jauh lebih hebat dari mereka. (Mh)

 

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

UEA Hapus Undang-undang Boikot Israel

Next Post

Lima Cara Simpan Tempe agar Tidak Busuk dan Tahan Lama

Next Post
Lima Cara Simpan Tempe agar Tidak Busuk dan Tahan Lama

Lima Cara Simpan Tempe agar Tidak Busuk dan Tahan Lama

Resep Ayam Goreng Bawang Putih Mudah dan Lezat

Atasi Tumit Pecah-Pecah dengan 5 Bahan Alami Ini

  • Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    907 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Inilah Warna Pensil Alis yang Cocok untuk Beragam Warna Kulit

    154 shares
    Share 62 Tweet 39
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9131 shares
    Share 3652 Tweet 2283
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    692 shares
    Share 277 Tweet 173
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4132 shares
    Share 1653 Tweet 1033
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1209 shares
    Share 484 Tweet 302
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11696 shares
    Share 4678 Tweet 2924
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2323 shares
    Share 929 Tweet 581
  • Aktivitas Pariwisata di Labuan Bajo Kembali Normal Setelah Gempa NTT Magnitudo 7,7

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Makna Talak dalam Kata “Udahan” yang Diucapkan Suami

    1149 shares
    Share 460 Tweet 287
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga