KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin akhirnya terpilih menjadi Ketua Umum PBNU periode 2026-2031. Beliau terpilih dalam Muktamar NU ke-35, Senin (31/8).
Kiai yang Pengusaha Sukses
Meskipun tumbuh berada dalam lingkungan pesantren, Gus Kikin yang juga cicit dari pendiri NU: KH Hasyim Asy’ari, justru lebih tertarik dalam pendidikan umum.
Selain belajar di lingkungan pesantren, Gus Kikin juga fokus di pendidikan umum: SD, SMP, SMA, dan kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) di Jakarta tahun 1975-1979.
Beberapa tahun kemudian, ia juga menyelesaikan pendidikan sarjana komunikasi di Universitas Terbuka, tahun 2013.
Tidak Kembali ke Pesantren
Meskipun sudah rampung dalam pendidikan umum hingga sarjana, Gus Kikin tidak kembali ke dunia pesantren. Ia lebih memilih menekuni dunia pelayaran hingga menjadi pengusaha sukses.
Setelah tiga tahun bekerja di dunia pelayaran, Gus Kikin bergabung dengan PT Lloyd dan diamanahkan sebagai kepala cabang Cilegon, tahun 1988.
Sepuluh tahun kemudian, tahun 1998, ia mendirikan sejumlah perusahaan di Surabaya dan melebarkan ekspansinya ke Jakarta pada tahun 2000. Setidaknya, ada 22 perusahaan yang ia kendalikan. Perusahaan-perusahaan itu bergerak di bidang transportasi, kontraktor, teknologi informasi, hingga media penyiaran melalui PT Bama Berita Sarana (BBS Group).
Di sektor energi, Gus Kikin mendirikan PT Energi Mineral Langgeng (EML) yang bergerak di bidang eksplorasi minyak dan gas bumi. Di sisi lain, putra dari ulama Mahfudz Anwar ini juga aktif di dunia KADIN.
Pengalaman dalam dunia bisnis berskala nasional inilah yang menjadikan sosoknya begitu diperlukan PBNU untuk manajemen dan kemandirian ekonomi kaum Nahdiyin.
Akhirnya Kembali ke Pesantren
Kiai kelahiran 17 Agustus 1959 ini akhirnya kembali ke pesantren setelah begitu lama melakoni dunia bisnis. Pada tahun 2016, Gus Solah (KH Solahuddin Wahid) memanggil Gus Kikin untuk membantunya sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.
Saat itu, Gus Kikin menjabat sebagai wakil Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng yang dipimpin Gus Solah.
Pada tahun 2020, Gus Solah wafat. Setelah itu, Gus Kikin menggantikan Gus Solah untuk meneruskan kepemimpinan Pondok Pesantren yang sangat bersejarah itu.
Dari situlah, Gus Kikin kian banyak diamanahkan di kepengurusan PBNU. Beliau diamanahkan sebagai Ketua Bidang Ekonomi PBNU. Kemudian pada tahun 2024, Gus Kikin diamanahkan sebagai Ketua Wilayah NU Jawa Timur periode 2024-2029.
Kemarin, para sesepuh Kiai di AHWA (Ahlul Halli wal Aqdi) atau semisal Majelis Syuro NU bersepakat memilih Gus Kikin menjadi Ketua Umum PBNU periode 2026-2031.
Semoga Allah subhanahu wata’ala memudahkan tugas berat beliau. [Mh]


