BRAND fashion Chaera Lee Official mempersembahkan koleksi terbarunya bertajuk Folded Horizon dalam gelaran Skyline Ascend Fashion Show yang berlangsung di Main Atrium, Senayan City, Jakarta, pada Minggu (20/9/2026).
Koleksi tersebut mengangkat karakter arsitektur urban Jakarta sebagai sumber inspirasi, khususnya permainan struktur dan bidang pada Intiland Tower. Inspirasi tersebut kemudian diterjemahkan Chaera Lee ke dalam bentuk busana melalui permainan asimetris, folding, layering, garis diagonal, struktur geometris, hingga permainan volume.
Pemilik brand Chaera Lee menjelaskan, meski koleksi kali ini tidak menggunakan batik seperti sejumlah karya sebelumnya, identitas Jakarta tetap menjadi bagian penting dari desain yang dihadirkannya.
“Sekarang Chaera Lee tidak memakai batik tapi tetap memakai tapestri, namun temanya tetap Jakarta ya, karena kita akan Jakarta 5 abad itu,” ujar Chaera Lee.
Menurutnya, Intiland Tower menjadi salah satu inspirasi utama dalam koleksi Folded Horizon. Karakter bentuk bangunan yang memiliki permainan geometris kemudian diterjemahkan menjadi berbagai detail pada busana.
“Chaera Lee kali ini terinspirasi dari gedung pencakar langit, Intiland yang unik banget, lucu dan lagi viral juga,” katanya.
Ia menambahkan, karakter geometris bangunan tersebut terlihat dalam detail koleksi, termasuk bentuk kancing dan siluet busana.
“Koleksi Chaera Lee itu sendiri sekarang lebih ke asimetris karena kan gedung Intiland kaya segitiga-segitiga gitu, ada detail kancing-kancing yang bentuknya segitiga, segiempat, seperti bangunannya,” lanjutnya.
Baca juga: Ning Santoso Hadirkan Skyline Ascent, Terjemahkan Ikon Gedung Jakarta ke Busana Casual
Chaera Lee Hadirkan Folded Horizon, Terinspirasi Arsitektur Urban Jakarta di Skyline Ascend
Dalam materi koleksinya, Folded Horizon berangkat dari gagasan mengenai perspektif sebuah kota. Jakarta dipandang sebagai kota yang terus bergerak dan berubah, dengan gedung-gedung tinggi, jalan, bayangan, ruang terbuka, serta karakter arsitektur tropis yang menciptakan ritme visual dinamis.
Bagi Chaera Lee, inspirasi arsitektur tidak hanya diterjemahkan melalui bentuk bangunan, tetapi juga melalui gerak dan struktur busana. Konsep tersebut dirangkum dalam gagasan, “Architecture becomes movement, structure becomes silhouette, and craft becomes a living expression.”
Presentasi Folded Horizon terdiri dari delapan look koleksi yang dilengkapi satu muse look, sehingga secara keseluruhan menghadirkan sembilan look. Setiap busana memiliki karakter berbeda, tetapi tetap berada dalam satu bahasa desain yang architectural, contemporary, modest, artisanal, dan expressive.
Dari sisi material, koleksi ini memadukan linen, wool, wollen, cotton, serta silk. Pemilihan material tersebut menciptakan perpaduan antara karakter terstruktur dan kelembutan pada busana.
“Kalau material kita tuh biasanya wool, woolen, linen, cotton dan ada silknya sedikit,” ujar Chaera Lee.
Palet warna koleksi didominasi grey, charcoal, dan black, dengan sentuhan turquoise sebagai aksen. Warna turquoise memberikan energi sekaligus nuansa tropis di tengah karakter lanskap urban Jakarta.
“Chaera Lee sendiri ada touch of turquoise-nya ada corak, sesuai acuan trend,” katanya.
Salah satu karakter utama Folded Horizon adalah penggunaan craft sebagai elemen yang hidup. Detail tapestry, tekstur, fringe, serta elemen bergerak menjadi bagian dari konstruksi busana dan memberikan dimensi ketika dikenakan dan bergerak mengikuti tubuh.
Chaera Lee mengatakan, proses pengerjaan koleksi tersebut membutuhkan waktu hampir tiga bulan. Tantangan terbesar berada pada pengerjaan detail secara handmade serta proses mencocokkan berbagai material agar dapat menyatu dengan konsep desain.
“Persiapan kita hampir 3 bulan. Kita kampanyekan, kemudian kita juga kerja sama dengan Dinas Ekonomi Kreatif karena on the way Jakarta 5 abad,” tuturnya.
“Tingkat kesulitannya sih lebih ke detail handmade ya, jadi bener-bener bikin terus, kemudian menyocokan si bahan-bahan,” sambungnya.
Dalam gelaran tersebut, Chaera Lee Official juga berkolaborasi dengan Patris untuk footwear dan Hollaloidris untuk styling. Styling diarahkan untuk memperkuat karakter contemporary, architectural, bold, dan sophisticated, sekaligus mempertahankan kesinambungan antara modest silhouette dan fashion-forward attitude.
Sementara itu, footwear menjadi elemen pendukung untuk membangun karakter urban dari koleksi, sekaligus memberikan keseimbangan pada siluet busana yang memiliki struktur arsitektural.
Melalui Folded Horizon, Chaera Lee menghadirkan sosok perempuan yang hidup berdampingan dengan perkembangan kota: modern namun tetap memiliki akar, structured tetapi tetap feminine, modest tetapi tetap expressive.
Koleksi ini sekaligus menjadi bagian dari eksplorasi Chaera Lee Official dalam mempertemukan Jakarta, arsitektur, heritage, craftsmanship, dan contemporary fashion. Inspirasi arsitektur Jakarta menjadi titik awal, material menjadi medium, craft menjadi karakter, sementara tubuh manusia menjadi ruang tempat seluruh elemen tersebut bergerak.
Pada akhirnya, Folded Horizon tidak hanya berbicara mengenai sebuah gedung, tetapi juga tentang bagaimana sebuah kota dapat dilihat dari perspektif yang berbeda. [Din]



