PT Donggi Senoro LNG bekerja sama dengan Rumah Zakat menyalurkan sebanyak 100 paket hygiene kit kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada 15 Desember 2025.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk respon kemanusiaan terhadap bencana banjir besar yang melanda wilayah tersebut.
Banjir yang terjadi di Kecamatan Besitang dilaporkan mencapai ketinggian antara tiga hingga empat meter.
Kondisi tersebut menyebabkan ratusan rumah warga terendam air dan mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Berdasarkan data di lapangan, lebih dari 100 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung akibat bencana tersebut dan membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar pasca-banjir.
Penyaluran bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan kebersihan dan kesehatan masyarakat.
Paket hygiene kit yang dibagikan berisi berbagai perlengkapan penting, antara lain ember air berkapasitas 15 liter, handuk, sabun mandi cair, sampo, pasta gigi, sikat gigi, serta deterjen.
Perlengkapan tersebut dinilai penting untuk membantu warga menjaga kebersihan diri dan lingkungan di tengah kondisi pasca-bencana.
PT Donggi Senoro LNG dan Rumah Zakat Salurkan 100 Paket Hygiene Kit untuk Penyintas Banjir di Besitang
Baca juga: Rumah Zakat Bersama Astra Honda Motor Salurkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Tapanuli Selatan
Kegiatan penyaluran bantuan dilakukan dengan melibatkan relawan Rumah Zakat yang berkoordinasi dengan aparat setempat guna memastikan bantuan diterima oleh warga yang membutuhkan.
Bantuan disalurkan secara langsung kepada masyarakat terdampak di sejumlah titik terdampak banjir di Kecamatan Besitang.
Melalui kerja sama ini, PT Donggi Senoro LNG dan Rumah Zakat menunjukkan komitmen dalam mendukung upaya penanganan bencana dan pemulihan masyarakat.
Bantuan hygiene kit diharapkan dapat membantu mengurangi risiko penyakit yang kerap muncul setelah banjir serta mendukung proses pemulihan kehidupan masyarakat terdampak.
Kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga kemanusiaan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus mendorong semangat gotong royong dalam menghadapi dan bangkit dari bencana alam.[Sdz]





