RIBUAN aktivis dan relawan internasional berkumpul di Pelabuhan Barcelona, Spanyol, pada Ahad (12/4/2026), untuk mengikuti pelepasan simbolis misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) yang akan berlayar menuju Jalur Gaza.
Kegiatan bertajuk “We Rise” tersebut menjadi penanda dimulainya salah satu inisiatif sipil maritim terbesar yang bertujuan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Acara pelepasan diisi dengan berbagai kegiatan, seperti festival budaya, doa bersama, serta penyampaian orasi dari sejumlah tokoh internasional, organisasi kemanusiaan, dan aktivis lingkungan, termasuk Greta Thunberg.
Misi yang dikenal sebagai Global Sumud Flotilla 2.0 ini dilaporkan melibatkan lebih dari 100 kapal dari sekitar 100 negara, dengan partisipasi sekitar 3.000 orang.
Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan misi serupa yang digelar pada tahun 2025, menjadikannya sebagai salah satu aksi solidaritas maritim terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Global Sumud Flotilla 2.0 Melibatkan Lebih dari 100 Kapal dalam Misi ke Gaza
Pelabuhan Barcelona menjadi salah satu dari empat titik kumpul utama bagi para peserta sebelum memulai pelayaran menuju kawasan perairan dekat Gaza.
Para peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari aktivis kemanusiaan, relawan, hingga perwakilan organisasi internasional yang memiliki fokus pada isu hak asasi manusia dan bantuan darurat.
Penyelenggara menyatakan bahwa misi ini bertujuan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus meningkatkan perhatian internasional terhadap kondisi di Gaza.
Bantuan yang direncanakan mencakup kebutuhan dasar seperti bahan makanan, obat-obatan, serta perlengkapan medis.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Inisiatif tersebut berlangsung di tengah situasi kemanusiaan yang masih menjadi perhatian global.
Sejak meningkatnya konflik pada Oktober 2023, Gaza menghadapi berbagai tantangan serius, termasuk keterbatasan akses terhadap kebutuhan pokok, kerusakan infrastruktur, serta tekanan pada sistem layanan kesehatan.
Sejumlah laporan internasional mencatat tingginya angka korban jiwa dan luka-luka, serta pengungsian dalam skala besar.
Baca juga: Global Sumud Flotilla Siap Kembali Berlayar di 2026
Selain itu, sebagian besar bangunan di wilayah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan, yang berdampak pada terganggunya layanan publik dan distribusi bantuan.
Kondisi ini juga memicu kekurangan pangan, air bersih, bahan bakar, dan obat-obatan, yang memperburuk situasi kemanusiaan di wilayah tersebut.
Berbagai organisasi kemanusiaan menyebut bahwa kebutuhan bantuan masih sangat besar dan belum sepenuhnya terpenuhi.
Melalui misi Global Sumud Flotilla 2.0, para peserta berharap dapat memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat Gaza sekaligus mendorong perhatian dan respons yang lebih luas dari komunitas internasional terhadap krisis yang berlangsung.[Sdz]





