BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem pada pertengahan April 2026.
Kondisi ini ditandai dengan hujan berintensitas sedang hingga lebat, angin kencang, serta potensi petir di beberapa daerah.
BMKG menyebutkan bahwa wilayah yang berpotensi terdampak mencakup sebagian besar Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
Hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan masih terjadi secara tidak merata, terutama pada siang hingga malam hari.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Kondisi ini meningkatkan risiko banjir lokal, genangan air, serta pohon tumbang di sejumlah titik.
Selain hujan, BMKG juga mencatat adanya peningkatan suhu udara di beberapa wilayah Indonesia.
Suhu pada siang hari dilaporkan terasa lebih panas dibandingkan kondisi normal, terutama di wilayah perkotaan.
Fenomena ini terjadi seiring dengan masa peralihan musim dari hujan menuju kemarau yang biasanya berlangsung antara Maret hingga Mei.
Menurut BMKG, masa transisi musim ini menyebabkan kondisi atmosfer menjadi lebih tidak stabil.
Hal tersebut memicu perubahan cuaca yang cepat, di mana hujan lebat dapat terjadi setelah periode panas dalam waktu singkat.
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Masa Peralihan Musim
Baca juga: Sejumlah Wilayah Sumatera Utara Terendam Banjir Akibat Hujan Lebat
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak yang dapat terjadi dalam satu hari yang sama.
BMKG juga memperkirakan musim kemarau 2026 akan mulai masuk secara bertahap di beberapa wilayah Indonesia pada April hingga Juni.
Namun, awal kemarau di setiap daerah dapat berbeda tergantung pada kondisi geografis dan dinamika atmosfer lokal.
Sejumlah daerah pesisir dan wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi diminta meningkatkan kewaspadaan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan dapat memperkuat langkah mitigasi, seperti pembersihan saluran air dan pemantauan daerah rawan banjir.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi, mengingat perubahan kondisi atmosfer dapat terjadi dengan cepat selama periode peralihan musim ini.[Sdz]





