• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 29 November, 2025
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Refleksi Seorang Ibu

Juni 17, 2023
in Parenting
Refleksi Seorang Ibu

Foto: https://www.canva.com/design/DAFlY6K45Xc/zXmrX1bguufqPAPhDlgg3A/edit#

82
SHARES
628
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Hai Bund, apa kabarnya?
Pernah tersadar nggak kalau ternyata anak-anak kita, semakin besar tidak lagi satu frekuensi dengan kita. Mereka semakin sibuk dengan dunianya sendiri, sangat jauh dari refleksi seorang ibu.

Ibunya asyik kajian, anaknya asyik K-Pop-an. Ibunya gemar beraktivitas sosial, anaknya sibuk jadi gamer. Ibunya asyik berkarya, anaknya asyik ngikutin tarian ala blekpink, khusyu nonton maraton drakor, diam-diam bikin komunitas My Oppa is an Idol, Pecinta Roti Sobek.

Rame ngobrolin gaya rambutnya dan bibirnya Jimin BTS, nangis bareng karena wanna One mau bubar, nobar filmnya D.O Exo.

Baca juga : Mengasuh Anak Ketika Orangtua Sibuk Bekerja

Refleksi Seorang Ibu

Ada yang bilang, “Kenapa khawatir berlebihan, toh kita dulu waktu remaja suka tuh ngikutin NKOTB, Backstreet Boys, sampai ke one Direction.”

Saya hanya diam sambil terus mempelajari karena saya punya dua remaja yang juga bicara tentang korean things.

Awalnya saya merasa jadi alien karena sama sekali nggak kenal. Nama-nama mereka asing. Satu grup bisa belasan orang tapi kok anak-anak hafal

Saya perhatikan sambil terus dialog. Awalnya, kakak dapat dari pertemanan di SMP. Agar bisa diterima teman-temannya. Sempat takjub juga, nih bocah-bocah ngapa kayak kesirep yah.

Bahasanya nggak kenal, musiknya terlalu asing di telinga, belum lagi tariannya super enerjik mulai dari goyang ngebor, TT, sampai yolo-yolo. Nggak laki nggak cewek ikutan joged yang sama.

Saya sempat menemani kakak dan teman-temannya hunting Korean idol merchandise. Takjub lagi pas tahu ada orangtua yang rela merogoh kocek dalam-dalam hanya untuk beli lampu bohlam BTS (hihihi). Belom lagi beliin tiket konser idol korean.

Tujuan industri Pop Art Korea memang sebesar-besarnya untuk kemajuan perekonomian Korea. K-Pop style menjadi gaya hidup banyak orang.

Barang -barang dari Korea mulai dari elektronik, kosmetik sampai sendal jepit made in Korea. Dan Indonesia dengan penduduk yang banyak banget menjadi pasar yang menggiurkan.

Dan kakak cuma bisa gigit jari karena emaknya bilang, “Siap dihisab dengan benda-benda ini?” Atau “Kamu siap mati pas lagi nonton konser?” Atau “Apa manfaatnya?” “Pikiran kamu nggak jorok kan pas lagi ngobrolin kegantengan Oppa-oppa itu?” “Yang perlu dicontoh tuh, kegigihan, keuletan, kerja keras dan pengorbanan mereka untuk berkarya jangan malah ngejogrok di depan gadget buat nontonin mereka. Ini saatnya kamu mesti banyak melatih keterampilan dan mental buat masa depan.”

Begitu kakaknya berhenti nge-KPop, otomatis adiknya juga ikutan. Begitu kakaknya fokus pada hal positif, otomatis adiknya ngikut.

Hampir semua anak terpapar K-Wave. Lah emaknya aja kesirep drakor (angkat tangan). Beberapa teman mengeluh, “Aduh anak gw demen banget K-Pop.”

Saya juga pernah merasakan itu. Alhamdulillah hanya berlangsung beberapa bulan. Kami, saya dan anak-anak akhirnya banyak mencari tahu tentang perKoreaan.

Hingga akhirnya kami semua sepakat no more K-Pop di rumah. Dan Kakak berani menjadi berbeda dari teman-temannya.

Saya juga mengenalkan hal lain kepada anak-anak. Saya tidak ingin anak-anak saya menghabiskan waktunya untuk menonton “korean things” yang bikin mereka tidak produktif.

Saya bilang, selagi masih muda, jadilah produktif dan jadikan semua sebagai media pembelajaran.

Dunia itu bukan sebatas di Korea. Dan menjadi ibu bukan sekadar menemani tapi ikut bergulat dan bertarung bersama anak-anak.

Belajar bersama dan tumbuh menjadi keluarga sakinah, nyaman dan damai. Keluarga tempat semua kembali dari pertarungan untuk mengisi energi kebaikan. [MRR]

Tags: ibu dan anakrefleksi seorang ibu
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Abu Darda, Orang Bijak yang Tiada Duanya

Next Post

Isyarat Panas, Tentara Pingsan di Seremonial Raja

Next Post
Isyarat Panas, Tentara Pingsan di Seremonial Raja

Isyarat Panas, Tentara Pingsan di Seremonial Raja

Wukuf di Arafah, Puncak Ibadah Haji

Wukuf di Arafah, Puncak Ibadah Haji

Cuti-Cuti Malaysia

Ayam Goreng Al Bayyik

  • Nur Izzaty Hafizah, Meninggal Dunia Akibat Infeksi Bagian Paru-Paru

    Nur Izzaty Hafizah, Meninggal Dunia Akibat Infeksi Bagian Paru-Paru

    166 shares
    Share 66 Tweet 42
  • Dari Mandi Lumpur Hingga Makan Cicak, Muhammadiyah Soroti Fenomena Ngemis Online di Tiktok

    127 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Pernikahan Fiki Naki dan Tinandrose Menarik Perhatian Publik

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    439 shares
    Share 176 Tweet 110
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3234 shares
    Share 1294 Tweet 809
  • Jangan Putus Asa, Ada 20 Pintu Rezeki yang Bisa Kamu Usahakan

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5159 shares
    Share 2064 Tweet 1290
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1590 shares
    Share 636 Tweet 398
  • Islamic Relief Indonesia Dirikan 83 Huntara di Cianjur dan Cash Voucher untuk 5.600 Penerima Manfaat

    164 shares
    Share 66 Tweet 41
  • 9 Alasan Kenapa Kita Harus Bersyukur

    190 shares
    Share 76 Tweet 48
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga