MASALAH kehidupan akan selalu silih berganti mendatangi manusia. Tak ada satu pun dari kita terlepas dari ujian itu. Dan orang beriman tahu bahwa kadar ujian tergantung keshalihan seorang hamba.
Kita ingat bagaimana para Nabi dan Rasul juga salafussaleh seperti apa ujian yang dialami. Dalam sebuah riwayat dikisahkan, suatu hari seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berat cobaannya?”
Rasulullah menjawab: “Para nabi, kemudian orang-orang shalih, kemudian yang sesudah mereka secara berurutan berdasarkan tingkat keshalihannya.
Baca Juga: Menganggap Ibadah Hanya Sebagai Rutinitas, Apa Dampaknya?
Bagaimana Cara Menjadikan Jiwa yang Tenang dalam Menghadapi Musibah?
Seseorang akan diberikan ujian sesuai dengan kadar agamanya. Bila ia kuat, ditambah cobaan baginya. Kalau ia lemah dalam agamanya, akan diringankan cobaan baginya. Seorang mukmin akan tetap diberi cobaan, sampai ia berjalan di muka bumi ini tanpa dosa sedikit pun.” (HR Bukhari).
Berbaik sangka kepada Allah atas semua yang terjadi. Menikmati segala yang telah dihadirkan, dan belajar mengambil hikmah dari kesulitan yang ada. Dan bila masalah itu hadir belajar untuk tetap tenang karena semua yang terjadi tak lepas dari rencana terbaik dari Allah. Serahkan saja segala urusan pada Nya. Allah lah yang akan menyelesaikan urusan Nya. Karena semua ada takarannya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Sungguh luar biasa firman Allah yang mengingatkan dalam surat At Thalaq ayat 3. “Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.” (QS. At-Thalaq: 3)
Musibah hadir dalam kehidupan manusia bagaikan air yang keruh, semakin diaduk-aduk kondisinya semakin keruh. Maka bersabar dan tenanglah dalam menghadapi masalah, karena ketika mau menanti sejenak tentu air akan menjernih.





