BANYAK umat Islam memahami bahwa perbedaan antara haji dan umroh terletak pada waktu pelaksanaan, rukun ibadah, serta status hukumnya. Namun di balik aspek teknis tersebut, kedua ibadah ini memiliki makna spiritual yang berbeda dan sama-sama mendalam dalam perjalanan seorang hamba menuju Allah.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Dary Fahrinadi, S.Ag, dari Shafwah Holidays, melalui pesan singkat pada Minggu (14/6/2026). Menurutnya, jika ditinjau dari sisi makna ibadah, umroh dan haji memiliki karakteristik spiritual yang berbeda meskipun keduanya dilaksanakan di Tanah Suci.
“Umroh sering disebut sebagai ziarah kerinduan, sedangkan haji adalah puncak kepasrahan,” ujar Ustadz Dary.
Ia menjelaskan bahwa umroh memiliki nuansa yang lebih personal. Banyak jemaah yang datang ke Baitullah karena kerinduan yang mendalam untuk beribadah di hadapan Ka’bah, memperbanyak doa, serta membersihkan hati dari berbagai kesibukan dunia.
“Umroh lebih personal. Ia seperti panggilan untuk mendekat dan membersihkan hati,” jelasnya.
Sementara itu, ibadah haji memiliki dimensi pengorbanan dan totalitas yang jauh lebih besar. Selain membutuhkan kesiapan fisik, mental, waktu, dan biaya, haji juga menghadirkan berbagai rangkaian ibadah yang sarat dengan pelajaran tentang kesabaran, ketaatan, dan ketundukan kepada Allah.
Dalam pelaksanaan haji, jemaah menjalani sejumlah ritual utama seperti wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, serta melempar jumrah. Seluruh rangkaian tersebut dilakukan di tengah jutaan manusia yang datang dari berbagai negara dengan latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda.
Baca juga: Ustadz Dary Ungkap Setiap Ritual Haji dan Umroh Mengandung Pesan Tauhid yang Mendalam
Ustadz Dary Fahrinadi Jelaskan Haji adalah Puncak Kepasrahan, Umroh Merupakan Ziarah Kerinduan
Menurut Ustadz Dary, kondisi tersebut menjadi latihan spiritual yang luar biasa bagi setiap jemaah.
“Dalam haji ada wukuf, mabit, jumrah, kepadatan jutaan manusia, dan latihan kesabaran yang luar biasa,” katanya.
Ia menambahkan bahwa haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Makkah dan Madinah. Lebih dari itu, haji merupakan proses pembentukan diri yang mengajarkan seorang muslim untuk melepaskan ego, menundukkan hawa nafsu, serta memperkuat tauhid dan penghambaan kepada Allah.
“Karena itu haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi perjalanan penyempurnaan tauhid dan penghambaan,” ungkapnya.
Menurutnya, baik haji maupun umroh sama-sama menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Namun setiap ibadah memiliki pesan yang berbeda. Umroh mengajarkan kerinduan dan kedekatan, sementara haji mengajarkan pengorbanan, kepasrahan, dan totalitas dalam menjalankan perintah Allah.
Pemahaman terhadap makna tersebut penting agar jemaah tidak hanya menjalankan ritual secara lahiriah, tetapi juga mampu merasakan hikmah dan pelajaran yang terkandung di dalam setiap rangkaian ibadah.
Bagi masyarakat yang sedang merencanakan ibadah umroh, haji, maupun wisata halal lainnya, Shafwah Holidays dapat menjadi pilihan terpercaya. Sebagai penyelenggara perjalanan yang telah meraih Akreditasi A dari Kementerian Agama Republik Indonesia, Shafwah Holidays menghadirkan berbagai pilihan paket terbaik dengan jadwal keberangkatan yang pasti, pelayanan profesional, sistem pendaftaran yang mudah, serta dukungan pembayaran yang fleksibel untuk memberikan kenyamanan bagi jemaah dalam mempersiapkan perjalanan ibadah yang aman dan terpercaya.
Dengan pengalaman dan komitmen dalam melayani jemaah, Shafwah Holidays terus berupaya menghadirkan perjalanan ibadah yang nyaman, khusyuk, dan penuh makna spiritual bagi setiap peserta.
Untuk informasi dan konsultasi lebih lanjut mengenai program umroh, haji, dan wisata halal, calon jamaah dapat menghubungi Admin Muti di nomor 0812-9835-5467. [Din]





