KEHIDUPAN dunia hanyalah sementara. Untuk itu, letakkan dunia hanya dalam genggaman tangan saja jangan ditaruh di hati.
Apabila dunia sudah diletakkan di dalam hati, ketika Allah mengambil apa-apa yang sudah diberikan-Nya, dicabut nikmat dari Allah, maka kita akan sakit hati dan sedih berkepanjangan yang berujung akan menyalahi Allah.
Beda ceritanya ketika kita meletakkan dunia hanya dalam genggaman tangan saja. Allah mengaruniakan kita suami yang shalih, anak yang lucu, harta benda yang banyak, namun ketika Allah ambil itu semua, kita sedih sebentar itu wajar, tapi ia sadar semua itu hanya titipan sehingga ia tidak menyalahi aturan Allah.
Baca Juga: Menganggap Ibadah Hanya Sebagai Rutinitas, Apa Dampaknya?
Cukup Dunia Hanya dalam Genggaman Saja agar Hidup Selamat
Penting bagi kita untuk tidak sombong dengan apa yang kita miliki karena semua itu bersifat tidak kekal. Kapanpun bisa Allah ambil apa-apa yang sudah dititipkan oleh-Nya.
Hati-hati dalam menggunakan harta, kemudian sudah punya pasangan jangan pernah merasa memiliki karena semua itu hanya titipan.
Dikasih wajah cantik, itu titipan. Dikasih otak yang cerdas itu juga titipan. Allah berfirman dalam surah At-Tahrim ayat 6:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6)
Apa makna dari ayat di atas? Allah memerintahkan untuk menjaga diri kita dan keluarga kita dari siksa api neraka. Dengan cara yang bagaimana? Caranya adalah saling menasihati dalam kebaikan, jika bertindak dipikir terlebih dahulu, jika berkata dipikir terlebih dahulu.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Terutama untuk Ibu-ibu, peran ibu adalah sebagai madrasah pertama bagi keluarganya. Untuk itu, para ibu harus lebih aware lagi terhadap perkembangan anak-anak di rumah. Mungkin jika tugas bapak adalah bekerja mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi bapak juga berperan penting membantu ibu untuk mendidik anak-anaknya. [DW]
Sumber: Ustadzah Syifa Nurfadhilah.





