• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 1 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Khutbah Jumat: Persiapan Bekal 10 Hari Pertama Dzulhijjah

01/05/2026
in Khazanah
Khutbah Jumat: Persiapan Bekal 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Ustaz Bachtiar Nasir UBN (foto: istimewa)

66
SHARES
511
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KHUTBAH Jumat: Persiapan Bekal 10 Hari Pertama Dzulhijjah, oleh: KH Bachtiar Nasir. Sebuah momentum yang sering kali terlupakan oleh sebagian besar umat Islam karena jaraknya yang cukup dekat dengan Idul Fitri dan hiruk-pikuk persiapan liburan. Momentum itu adalah Sepuluh Hari Pertama Żulḥijjah.

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي جَعَلَ لِلْمُؤْمِنِيْنَ مَوَاسِمَ لِلطَّاعَاتِ، وَفَضَّلَ أَيَّامَ ذِي الْحِجَّةِ عَلَى غَيْرِهَا مِنَ الْأَوْقَاتِ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، رَبُّ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَفْضَلُ الْبَرِيَّاتِ.
اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أُولِي الْفَضَائِلِ وَالْكَرَامَاتِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّ التَّقْوَى هِيَ خَيْرُ زَادٍ لِيَوْمِ الْمِيْعَادِ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: (وَتَزَوَّدُوا۟ فَإِنَّ خَيْرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقْوَىٰ ۚ وَٱتَّقُونِ يَٰٓأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ(

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kepada Allah yang masih memberikan kita kesempatan menghirup udara dunia hingga hari ini. Selawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad.

Marilah kita bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa.

Bayangkan jika hidup kita adalah sebuah sistem operasi yang terus berjalan tanpa henti. Takwa bukanlah “aplikasi tambahan” yang hanya dibuka saat akhir pekan atau saat sujud di atas sajadah, melainkan kernel atau inti sistem yang menyaring setiap baris kode tindakan kita.

Takwa adalah kemampuan kita untuk tetap sadar (full-aware) bahwa setiap navigasi hidup, baik yang terlihat di layar publik maupun yang tersembunyi di dalam folder pribadi hati, selalu terpantau oleh pandangan Allah Yang Maha Luas. Tanpa instalasi takwa yang kuat, perangkat hidup kita akan mudah terinfeksi malware syahwat dan virus duniawi yang melambatkan perjalanan kita menuju akhirat.

Ketahuilah bahwa takwa adalah satu-satunya “mata uang” yang tidak mengenal inflasi di padang Mahsyar kelak. Di dunia ini, kita sering kali sibuk membangun branding diri agar terlihat mulia di mata makhluk, namun takwa mengajak kita untuk fokus pada rating kita di hadapan Sang Khalik.

Menjadi bertakwa berarti memiliki keberanian untuk menjadi “asing” di tengah kerumunan yang lalai, tetap jujur saat orang lain curang, tetap menjaga pandangan saat dunia menawarkan fitnah, dan tetap rukuk saat yang lain membusungkan dada. Takwa adalah kompas spiritual yang jarumnya selalu menunjuk ke arah rida Allah, meski badai ujian mencoba membelokkan arah kita.

Oleh karena itu, marilah kita jadikan sisa waktu kita sebagai laboratorium untuk mempraktikkan ketaatan. Jangan biarkan takwa hanya menjadi hiasan bibir dalam setiap pembukaan khutbah, tapi jadikan ia sebagai napas yang menggerakkan setiap langkah. Takwa adalah tentang bagaimana kita bertindak saat tidak ada satu pun manusia yang melihat, karena saat itulah iman kita benar-benar sedang diuji.

Mari kita “log-out” dari segala ego dan kesombongan, lalu “log-in” ke dalam ketaatan yang totalitas, agar ketika ajal menjemput, kita pulang dengan membawa sertifikat sebagai hamba yang paling mulia di sisi-Nya.

Baca juga: Khutbah Jumat tentang Keluarga Ideal Menjadi Pilar Kokohnya Bangsa

Khutbah Jumat: Persiapan Bekal 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Sidang Jum’at rahimakumullah,
Beberapa hari ke depan, tak sampai satu bulan, kita akan memasuki sebuah gerbang waktu yang sangat sakral. Sebuah momentum yang sering kali terlupakan oleh sebagian besar umat Islam karena jaraknya yang cukup dekat dengan Idul Fitri dan hiruk-pikuk persiapan liburan. Momentum itu adalah Sepuluh Hari Pertama Żulḥijjah.
Keagungan sepuluh hari ini bukanlah klaim manusia, melainkan ditegaskan langsung oleh Sang Pencipta waktu. Allah (berfirman,

وَٱلْفَجْرِ ‎﴿١﴾‏ وَلَيَالٍ عَشْرٍ ‎﴿٢﴾‏

“Demi fajar dan malam yang sepuluh.” (QS Al-Fajr [89]: 1-2).

Al-Ḥāfiẓ Ibnu Kaṡīr menukil pendapat para sahabat dan tabiin bahwa yang dimaksud dengan “malam yang sepuluh” adalah sepuluh hari pertama Żulḥijjah. Ketika Allah bersumpah, maka ada hal yang penting terkait yang dijadikan sumpah. Dalam tafsir Al-Muntaṣir disebutkan,

إِنَّ اللّٰهَ لَا يُقْسِمُ إِلَّا بِعَظِيْمٍ

“Sesungguhnya Allah tidak bersumpah kecuali dengan sesuatu yang agung.” (Al-Kattāni, Tafsīr al-Muntaṣir, II/255).

Jika Allah (bersumpah demi waktu ini, maka di dalamnya tersimpan rahasia pahala yang tidak ditemukan di waktu lainnya, bahkan melampaui keutamaan hari-hari di bulan Ramadan dalam beberapa aspek.

Jamaah yang Dimuliakan Allah,
Rasulullah (memberikan testimoni yang sangat luar biasa mengenai kualitas amal di hari-hari ini. Beliau (bersabda,

»مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللّٰهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ – يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ«

“Tidak ada hari-hari di mana amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari pertama (Żulḥijjah) ini.” (HR Ahmad dan Ibnu Mājah).

Sahabat bertanya, “Bahkan jihad sekalipun?” Rasulullah ( menjawab bahwa jihad pun kalah nilainya, kecuali orang yang pergi membawa seluruh hartanya dan nyawanya lalu tidak kembali lagi (mati syahid).

Mengapa demikian? Al-Ḥāfiẓ Ibnu Ḥajar Al-Asqalāni menjelaskan dalam “Fatḥul Bāri” (II/460),

وَالَّذِي يَظْهَرُ أَنَّ السَّبَبَ فِي امْتِيَازِ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ لِمَكَانِ اجْتِمَاعِ أُمَّهَاتِ الْعِبَادَةِ فِيْهِ، وَهِيَ: الصَّلَاةُ وَالصِّيَامُ وَالصَّدَقَةُ وَالْحَجُّ، وَلَا يَتَأَتَّى ذَلِكَ فِي غَيْرِهِ.

“Penyebab istimewanya sepuluh hari Żulḥijjah adalah karena terkumpulnya induk-induk ibadah di dalamnya, yaitu: salat, puasa, sedekah, dan haji. Hal ini tidak terjadi di waktu selainnya.”
Di hari-hari ini, seorang hamba bisa melaksanakan rukun Islam secara komplit. Inilah “Harvest Moon” atau bulan panen raya bagi para pencari rida Allah.

Hadirin yang Berbahagia,
Menghadapi hari yang besar memerlukan persiapan yang besar pula. Jangan sampai kita memasuki 10 hari Żulḥijjah dengan hati yang kotor dan raga yang malas. Berikut adalah bekal utama kita:

1. Bekal Taubat Naṣūḥā
Sebelum kita menanam benih amal, kita harus mencabut duri-duri dosa dalam hati. Dosa adalah penghalang (hijab) antara hamba dengan kemanisan ibadah. Imam Ḥasan Al-Baṣri pernah berkata,

إِنَّ الْعَبْدَ لَيُذْنِبُ الذَّنْبَ فَيُحْرَمُ بِهِ صَلَاةَ اللَّيْلِ

“Sesungguhnya seorang hamba melakukan satu dosa, maka karenanya ia terhalang dari melakukan salat malam.” (Abu Ṭālib Al-Makki, Qūt al-Qulūb, I/76).

Maka, bekal pertama adalah beristigfar dan bertaubat dari segala kezaliman, baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia.

2. Bekal Tekad dan Niat (Al-`Azmu)
Siapkan niat yang bulat. Niatkan bahwa dari tanggal 1 hingga 10 Żulḥijjah, tidak ada satu detik pun yang terbuang sia-sia. Ulama salafuṣ ṣāliḥ berkata,

نِيَّةُ الْمُؤْمِنِ خَيْرٌ مِنْ عَمَلِهِ

“Niat seorang mukmin itu lebih baik (lebih sampai) daripada amalnya.” (Al-Baihaqi, Syu’abu al-Īmān, IX/176).

3. Bekal Zikir yang Intensif
Allah ( berfirman mengenai hari-hari ini,

(وَيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ فِىٓ أَيَّامٍ مَّعْلُومَٰتٍ(

“…dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan.” (QS Al-Ḥajj [22]: 28).

Lidah kita harus basah dengan takbir, tahmid, dan tahlil. Jangan malu untuk mengeraskan takbir di rumah-rumah kita, di pasar, dan di jalanan sebagaimana yang dilakukan oleh Ibnu Umar dan Abu Hurairah Raḍiyallāhu `anhumā.
Jamaah Shalat Jum’at yang Dirahmati Allah,
Żulḥijjah bukan sekadar angka di kalender, ia adalah monumen sejarah ketaatan. Di sinilah kita mengenang Nabi Ibrahim (Siti Ḥajar, dan Nabi Ismail). Bekal yang mereka miliki saat menghadapi ujian berat adalah “Taslīm” atau ketundukan total.

Ketika Ibrahim (diperintahkan menyembelih putranya, beliau tidak menggunakan logika “mengapa”, tapi menggunakan logika “cinta”. Ibrahim (mengajarkan kepada kita nilai penting,

لَا مَحْبُوْبَ بِحَقٍّ إِلَّا اللّٰهُ

“Tidak ada yang dicintai dengan sebenar-benarnya kecuali Allah.” Senada dengan ungkapan ini, meminjam istilah penulis tafsir “Rūḥ al-Bayān”,

لَا ‌مَحْبُوبَ وَلَا مَقْصُودَ إِلَّا اللهُ

“Tidak ada yang dicintai dan dituju kecuali Allah.” (Ismail Haqqi, Rūḥ al-Bayān, II/146).

Persiapan bekal Żulḥijjah kita haruslah mengarah pada penyembelihan “Ismail-Ismail” kecil dalam diri kita yaitu keterikatan duniawi yang berlebihan, kesombongan, dan rasa memiliki yang melampaui batas. Kurban yang akan kita laksanakan nanti adalah simbol bahwa kita lebih mencintai Sang Pencipta daripada ciptaan-Nya.
Sidang Jum’at rahimakumullah,
Selain itu, jangan lupakan bekal fisik untuk berpuasa, terutama pada hari Arafah (9 Żulḥijjah). Rasulullah (menjanjikan,

»صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللّٰهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ«

“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR Muslim).

Lalu bagi yang memiliki kelapangan, siapkan hewan kurban terbaik. Jangan mencari yang paling murah, tapi carilah yang paling gemuk dan sehat. Sahabat bertanya tentang kurban, Nabi menjawab,

»بِكُلِّ شَعْرَةٍ حَسَنَةٌ«

“Pada setiap helai bulunya terdapat satu kebaikan.” (HR Ahmad).

Hadis ini menunjukkan betapa besar pahala kurban, bahkan setiap bulu hewan yang dikurbankan bernilai kebaikan di sisi Allah. Karena itu, semakin baik dan sehat hewan yang dipilih, semakin besar pula pahala dan keutamaan yang didapatkan, serta semakin nyata pengorbanan seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah.

Selain itu, ada satu syariat yang bersifat teknis namun sangat penting bagi setiap muslim yang berniat melaksanakan ibadah kurban. Begitu hilal bulan Dzulhijjah telah terlihat, atau ketika kita sudah memasuki tanggal satu Żulḥijjah, maka bagi siapa saja yang ingin berkurban, ia dilarang untuk memotong rambut dan kukunya sampai hewan qurbannya disembelih.

Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah (yang sangat jelas,

»إِذَا دَخَلَتِ الْعَشْرُ، وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ، فَلَا يَمَسَّ مِنْ شَعَرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئًا«

“Apabila telah masuk sepuluh hari pertama (Żulḥijjah) dan salah seorang di antara kalian hendak berkurban, maka janganlah ia menyentuh (memotong) rambut dan kulitnya (kuku) sedikit pun.” (HR Muslim)

Oleh karena itu, sebelum matahari terbenam di akhir bulan Żulqa`dah (sore hari sebelum masuk 1 Żulḥijjah), segeralah rapikan rambut dan potong kuku Anda. Setelah memasuki tanggal 1 Żulḥijjah, tahanlah diri Anda dari memotongnya sebagai bentuk kepatuhan total kepada sunnah Nabi Muhammad.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، سَيِّدُ الْبَشَرِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَأُذُنٌ بِخَبَرٍ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، اتَّقُوا اللّٰهَ تَعَالَى، فقد قال تعالى : (يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ.(

Ma’asyiral Muslimin,
Sebagai penutup khutbah ini, mari kita garis bawahi bahwa bekal terbaik menuju 10 hari Żulḥijjah bukan sekadar materi untuk membeli hewan ternak, melainkan kesiapan ruhani yang matang.

Hari-hari tersebut adalah “ruang tamu” Allah bagi mereka yang tidak berangkat Haji; jika para jamaah haji berwukuf dengan fisiknya, maka kita yang di rumah harus “berwukuf” dengan hati dan ketaatan kita.

Pertama, khatib mengajak, mulailah hari ini dengan memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an dan merutinkan sedekah harian, meskipun dalam jumlah yang kecil. Ketahuilah bahwa konsistensi dalam amal kecil sering kali lebih dicintai Allah daripada amal besar yang hanya sesaat, sebagaimana kutipan indah dari Sayyidina Ali bin Abi Ṭālib Raḍiyallāhu `anhu,

قَلِيْلٌ مَدُوْمٌ عَلَيْهِ خَيْرٌ مِنْ كَثِيْرٍ مَمْلُوْلٍ مِنْهُ

“Sedikit namun dilakukan secara berkesinambungan lebih baik daripada banyak namun membosankan (lalu berhenti).” (Abū Manṣūr Aṡ-Ṡ’ālibi, asy-Syakwā wa al-‘Itāb, 221).

Poin krusial kedua dalam persiapan kita adalah memastikan bahwa dana yang kita siapkan untuk berkurban benar-benar bersih dari unsur syubhat, apalagi yang haram. Allah adalah Zat Yang Maha Baik dan hanya menerima dari yang baik pula.

Sebuah ibadah yang bertujuan mendekatkan diri (taqarrub) tidak akan mencapai tujuannya jika dibangun di atas fondasi yang kotor. Imam Sufyān Aṡ-Ṡauri pernah memperingatkan dengan sangat tajam mengenai integritas harta dalam ibadah. Barang siapa menafkahkan harta haram untuk ketaatan kepada Allah, maka ia seperti orang yang mencuci pakaian kotor dengan air kencing.

Ketiga, janganlah kesalihan ini kita nikmati sendirian. Jadikan rumah kita sebagai miniatur padang Arafah dengan mengajak anak dan istri untuk menghidupkan suasana takbir, tahmid, dan tahlil di setiap sudut ruangan.

Pendidikan iman yang paling efektif adalah keteladanan seorang kepala keluarga dalam mengagungkan asma Allah. Hal ini sesuai dengan perintah Allah dalam Al-Qur’an,

(يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا(

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS At- Taḥrīm [66]: 6).

Biarkan anak-anak kita tumbuh dengan memori bahwa sepuluh hari pertama Żulḥijjah adalah musim perayaan iman yang lebih megah daripada urusan duniawi mana pun.

Terakhir, jagalah benteng ketaatan kita dengan menjaga lisan dari gibah, adu domba, dan perkataan sia-sia. Puasa dan zikir yang kita lakukan di awal Żulḥijjah akan kehilangan esensinya jika lisan kita masih menyakiti sesama.
Kualitas ibadah di hari-hari mulia ini sangat bergantung pada kemampuan kita menahan diri dari kemaksiatan batin dan lisan. Janganlah kita menjadi seperti orang yang sibuk mengumpulkan kayu bakar (amal), namun ia lupa pada api (maksiat/gibah) yang bisa membakar semua kayu tersebut.

Mari kita masuki Żulḥijjah dengan lisan yang basah oleh zikir dan hati yang bersih dari penyakit hati.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، وَاجْمَعْنَا وَإِيَّاهُمْ فِي دَارِ كَرَامَتِكَ مَعَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ.
اَللّٰهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُخْلِصِيْنَ فِي دُعَائِنَا وَقُرْبَانِنَا.
اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا عَشْرَ ذِي الْحِجَّةِ، وَأَعِنَّا فِيهَا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ. اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَقُرْبَانَنَا. اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجَّ الْمَبْرُوْرِيْنَ مَقْبُوْلًا، وَسَعْيَهُمْ مَشْكُوْرًا، وَذَنْبَهُمْ مَغْفُوْرًا.
اللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا الْقُدْرَةَ وَالْقُوَّةَ وَالْعَزِيْمَةَ عَلَى الْأُضْحِيَةِ، وَاجْعَلْ قُلُوْبَنَا سَلِيْمَةً وَأَعْمَالَنَا مُتَقَبَّلَةً.
اَللّٰهُمَّ اهْدِ وُلاةَ أُمُوْرِنَا إِلَى مَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، وَوَفِّقْهُمْ لِلْعَدْلِ وَالرَّحْمَةِ وَالْحِكْمَةِ، وَاجْعَلْهُمْ حُصُوْنًا لِلْإِسْلاَمِ وَعِزًّا لِلْمُسْلِمِيْنَ.
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا هَذَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، سَخَاءً رَخَاءً، وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ.
اَللّٰهُمَّ احْفَظْ أُمَّتَنَا مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الْحَقِّ وَالْهُدَى، وَوَفِّقْهُمْ لِطَاعَتِكَ وَطَاعَةِ رَسُوْلِكَ.
رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْـَٔاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ وَٱلْإِحْسَٰنِ وَإِيتَآئِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ وَٱلْبَغْىِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُرُوا اللَّهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ،

وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

[ind]

Tags: Khutbah Jumat: Persiapan Bekal 10 Hari Pertama Dzulhijjah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Akrabkan Persahabatan Baik Kita

Next Post

1 Mei Diperingati Sebagai Hari Buruh, Baca Sejarahnya

Next Post
Tugas Utama Seorang Ayah Bukan Mencari Nafkah

1 Mei Diperingati Sebagai Hari Buruh, Baca Sejarahnya

Kisah Hidup Abu Hurairah, dari Buruh Menjadi Majikan

Kisah Hidup Abu Hurairah, dari Buruh Menjadi Majikan

  • Membaca Tanda Daycare Bermasalah

    Membaca Tanda Daycare Bermasalah

    114 shares
    Share 46 Tweet 29
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8298 shares
    Share 3319 Tweet 2075
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3734 shares
    Share 1494 Tweet 934
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2091 shares
    Share 836 Tweet 523
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    788 shares
    Share 315 Tweet 197
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11298 shares
    Share 4519 Tweet 2825
  • Link Koleksi Murottal Terbaik Sepanjang Masa

    571 shares
    Share 228 Tweet 143
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4255 shares
    Share 1702 Tweet 1064
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3327 shares
    Share 1331 Tweet 832
  • Festival Syawal LPPOM: Kuatkan Rantai Halal dari Hulu, Mendorong UMKM Naik Kelas

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga