• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 22 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Editorial

Makna Tahun Baru Hijriyah

26/06/2025
in Editorial
Jangan Sia-siakan Waktu

Ilustrasi, foto: kaizenaire.com

71
SHARES
546
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

TAHUN baru Hijriyah datang. Banyak makna dan hikmah yang bisa dijadikan pelajaran.

Jumat ini melengkapi liburan panjang. Ada yang pulang kampung, wisata, silaturahim, atau sekadar ‘jalan-jalan’.

Boleh jadi, tak banyak yang menyadari di balik tanggal merah di hari Jumat ini. Yang penting tanggal merah dan bisa santai-santai.

Begitulah umumnya masyarakat kita. Tak banyak yang menyadari momen besar di balik Tahun Baru Hijriyah. Jangankan momennya, tahun keberapa hijriyah saja, mungkin juga tidak tahu.

Makna di Balik Nama Hijriyah

Sejarah penamaan hijriyah memang panjang. Intinya, nama disepakati para sahabat Nabi di era Khalifah Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu ini adalah momen hijrah. Ya, hijrah umat Islam dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari Mekah ke Madinah.

Hijrah tak selalu bermakna pindah tempat. Kecuali keadaan tertentu sebagai pilihan terakhir agar bisa mendapatkan lingkungan yang lebih baik. Rasanya, ini jarang terjadi.

Hijrah juga bermakna lain yang bukan tentang tempat. Misalnya, hijrah dari sosok jahiliyah menjadi sosok yang Islami. Yang sebelumnya tak berbusana muslimah menjadi berjilbab. Yang sebelumnya ‘urakan’ menjadi beradab dan berakhlak.

Hijrah makna ini tak bisa sekaligus. Bertahap, tapi pasti. Allah subhanahu wata’ala juga berfirman, “Fattaqullaha mastatho’tum.” Bertakwalah kalian kepada Allah menurut kesanggupan. (QS. Attaghabun: 16)

Namun, segala sesuatu yang didasari dari kesadaran, beratnya menjadi tidak terasa. Pelan tapi pasti, tak terasa, kita sudah berada di suatu posisi yang lumayan ‘tinggi’. Lebih takwa. Lebih soleh.

Dari Individu ke Lingkungan

Seorang ulama di Mesir pernah mengatakan, “Tegakkanlah Islam dalam dirimu, niscaya ia akan tegak di negerimu.”

Segala perubahan skala besar selalu dimulai dari hal kecil. Jangan bermimpi bisa mengubah bangsa dan negara kalau diri dan keluarga kita masih amburadul.

Mulailah dari diri kita sendiri. Mulailah dari yang kecil. Dan mulailah dari yang bisa kita lakukan. Yang penting konsisten atau istiqamah.

Nah, itulah yang mahal: konsisten. Apalah arti mimpi besar jika nyatanya kita belum juga melangkah.

Konsisten itu seperti menapaki anak-anak tangga. Tapakilah sesuai kemampuan kita. Tak masalah bergerak pelan atau berhenti sejenak. Tapi, jangan pernah mundur.

Teruslah melangkah naik, bagaimana pun besarnya angin bertiup, bagaimana pun godaan yang melemahkan langkah kita.

Satu hal yang tak boleh kita lupa: selalulah minta pertolongan pada Allah subhanahu wata’ala.

Sebesar apa pun bangsa dan negara, ia adalah kumpulan individu. Jika begitu banyak individu yang ‘berhijrah’, insya Allah, akan ada perubahan di negeri dan bangsa ini.

Selamat Tahun Baru Hijriyah 1447. Sudah hampir 15 abad umat ini lahir dan bergerak. Insya Allah, inilah kesempatan emas untuk Islam memimpin dunia. Dan hijrah besar itu dimulai dari perubahan dalam diri kita. [Mh]

Tags: tahun baru hijriyah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Sureya Ibrahim Dianugerahi Medali Bergengsi Raja Charles II

Next Post

Buka Aura, Bagaimana Hukumnya menurut Syariah?

Next Post
Buka Aura, Bagaimana Hukumnya menurut Syariah?

Buka Aura, Bagaimana Hukumnya menurut Syariah?

Siswa Sekolah Rakyat Tidak Diperbolehkan Bekerja

Siswa Sekolah Rakyat Tidak Diperbolehkan Bekerja

Musuh Berani karena Kita Takut

Tiga Janji Allah untuk Bani Israil

  • Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7991 shares
    Share 3196 Tweet 1998
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1910 shares
    Share 764 Tweet 478
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2933 shares
    Share 1173 Tweet 733
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5010 shares
    Share 2004 Tweet 1253
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3517 shares
    Share 1407 Tweet 879
  • 4 Pengertian Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib

    1669 shares
    Share 668 Tweet 417
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1150 shares
    Share 460 Tweet 288
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1738 shares
    Share 695 Tweet 435
  • Syarat Kemenangan Menurut Hadis Rasulullah Muhammad

    220 shares
    Share 88 Tweet 55
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga