• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 12 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Al-Aqsha Dinistakan Berulang Kali, Masihkah Umat Islam Diam?

12/06/2026
in Berita
Al-Aqsha Dinistakan Berulang Kali, Masihkah Umat Islam Diam?
67
SHARES
514
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Penulis: Nurjanah Hulwani, S.Ag, M.E
Ketua Koalisi Perempuan Indonesia Peduli Al-Aqsha (KPIPA)

ISRAEL memulai progam Yahudisasi di kota Al-Quds yang di dalamnya ada Masjid Al-Aqsha sejak tahun 1948 sampai hari ini. Menurut Lembaga Al-Quds International Foundation, strategi Israel dalam melakukan Yahudisasi Al-Quds bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu: mengusir penduduk Al-Quds (al-Maqdisiyyun), menempatkan dan memperluas keberadaan para pemukim Yahudi, dan mengubah identitas dan karakter tempat.

Semua kejahatan yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina—baik yang ada di Gaza, Tepi Barat dan kepada tahanan Palestina—adalah untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsha karena penghancuran Al-Aqsha adalah jantung yahudisasi Israel.

Yahudisasi yang dilakukan otoritas pendudukan dengan menutup masjid Al-Aqsha selama Ramdhan dan berlanjut di hari raya Idul Fitri 2026 berlandaskan alasan yang dibuat-buat bahwa penutupan Masjid Al-Aqsha adalah keadaan darurat sehubungan dengan serangan gabungan Amerika-Israel terhadap Iran.

Ternyata, gerakan yang terencana yang dilakukan Israel untuk terus berusaha menguasai Masjid Al-Aqsha tidak hanya berupa penutupan Masjid Al-Aqsha selama Ramdhan. Setelah masjid dibuka kembali, beberapa minggu dan bulan terakhir otoritas pendudukan Israel meningkatkan kebijakan pengosongan sejumlah bangunan dan fasilitas di Masjid Al-Aqsa dengan dalih keamanan yang dibuat-buat. Yang terbaru adalah Kubah Musa (Qubbat Musa) di bagian barat daya Al-Aqsa. Dengan demikian, jumlah fasilitas yang menjadi sasaran kebijakan ini mencapai empat bangunan, yang seluruhnya sebelumnya digunakan sebagai kantor administrasi Wakaf Islam yang berada di bawah pengelolaan Yordania.

Secara formal Israel mempublikasikan bahwa penguasaan empat bangunan tersebut untuk keamanan. Realitanya, penguasaan bangunan tersebut agar keamanan Israel leluasa untuk menggerebek, merusak atau memasukinya, membongkar gembok-gembok bangunan itu, serta melarang pemasangan gembok pengganti. Setelah itu, bangunan-bangunan tersebut dibiarkan terbuka, sementara setiap orang dikejar dan diusir dengan dalih tempat-tempat itu digunakan untuk “kegiatan yang mengganggu keamanan”.

Empat bangunan yang Israel kuasai adalah:
1. Kubah Imam Al-Ghazali yang terletak di atas atap Musala Bab ar-Rahmah.
2. Dar al-Hadits asy-Syarif yang berada di bagian timur laut Masjid Al-Aqsa, di antara Bab ar-Rahmah dan Bab al-Asbath (Gerbang Singa).
3. Kubah Sulaiman yang terletak di halaman utara Masjid Al-Aqsa, berhadapan dengan Bab al-Malik Faisal.
4. Kubah Musa yang berada di halaman barat daya Masjid Al-Aqsa, sejajar dengan Bab as-Silsilah (Gerbang Rantai).

Dikutip dari https://qii.media, menghadapi bahaya perkembangan ini, Yayasan Internasional Al-Quds menegaskan hal-hal berikut:

Pertama: Pemilihan fasilitas-fasilitas yang berada di empat sudut Masjid Al-Aqsa bukanlah sesuatu yang dilakukan secara kebetulan. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memperluas kendali polisi pendudukan atas fasilitas dan bangunan-bangunan Masjid Al-Aqsa, serta melanjutkan usaha mereka untuk memposisikan diri sebagai otoritas pengelola menggantikan de facto lembaga Wakaf Islam yang berada di bawah pengelolaan Yordania. Dampak dari langkah-langkah ini tidak hanya terbatas pada konsekuensi langsungnya, meskipun konsekuensi tersebut sudah sangat berbahaya.

Kedua: Berdasarkan ancaman eksistensial yang membahayakan pengelolaan Islam atas Masjid Al-Aqsa yang amanahnya diemban oleh Kerajaan Hasyimiyah Yordania atas nama umat Islam, berdasarkan fakta sejarah dan hukum internasional, kami menyerukan kepada pemerintah resmi Yordania agar menyusun strategi yang serius untuk melindungi Masjid Al-Aqsa dan mencegah penggerusan perannya di dalam kawasan tersebut. Strategi itu harus melampaui sekadar pernyataan-pernyataan kecaman, baik yang dikeluarkan secara sendiri maupun bersama pihak lain.

Ketiga: Kami menyerukan kepada negara-negara Arab dan Islam bahwa Masjid Al-Aqsa sedang menghadapi ancaman yang bersifat eksistensial, dan bahwa seluruh negara Arab serta Islam memikul tanggung jawab untuk melindunginya. Pernyataan-pernyataan kecaman bersama tidak dapat dianggap sebagai strategi perlindungan yang memadai. Langkah pertama harus dimulai dengan meninggalkan kebijakan normalisasi yang membawa dampak buruk dengan pihak yang berupaya melakukan Yahudisasi terhadap salah satu tempat tersuci umat Islam. Setelah itu, perlu dibangun strategi yang mampu menghimpun kekuatan umat, berdamai dengan aspirasi rakyatnya, dan membentuk sikap bersama yang bersatu dalam menghadapi pendudukan.

Keempat: Meskipun menuntut pemerintah-pemerintah resmi untuk menjalankan tanggung jawabnya merupakan suatu keharusan, kami juga menyampaikan seruan yang tulus kepada rakyat umat ini bahwa harapan utama terletak pada keteguhan (ribath) dan perlawanan rakyat Palestina serta bangsa-bangsa umat Islam. Menempatkan Masjid Al-Aqsa sebagai prioritas dalam proyek pembebasan dan kebangkitan umat secara menyeluruh telah menjadi tuntutan yang mendesak pada saat ini.

Rutinitas yang dilakukan Israel dalam melakukan penistaan Masjid Al-Aqsha adalah bagian dari program yahudisasi terencana. Jika umat Islam dunia yang berjumlah 2 milyar terus diam tanpa melakukan perlawanan, maka rutinitas penistaan Masjid Al-Aqsha yang semula dianggap sebuah kesalahan akan menjadi pembenaran dan diamnya umat Islam akan menambah keberanian Israel untuk terus melakukan yahudisasi Masjid Al-Aqsha.

Kita tidak pernah meragukan keteguhan rakyat Palestina dalam menjaga Masjid Al-Aqsha, terutama yang berada di sekitar Masjid Al-Aqsha. Mereka tidak pernah mundur dan berhenti untuk melawan Israel dengan kemampuan yang terbatas. Salah satu contoh bisa kita saksikan di video-video yang beredar. Walaupun Masjid Al-Aqsha di tutup selama Ramadhan, masyarakat Al-Quds tetap berpegang teguh pada ibadah mereka. Para jamaah melaksanakan salat Tarawih di dekat pintu al-Asbath, pintu masuk ke Masjid Al-Aqsha.

Yang perlu kita pertanyakan adalah diamnya mayoritas umat Islam yang jumlahnya 2 milyar di seluruh dunia saat menyaksikan penistaan demi penistaan di masjid al-Aqsha yang dipertontonkan Israel kepada dunia. Tidak ada kemarahan dan perlawanan, padahal dalil Qur’an dan hadis tentang kemuliaan dan keberkahan Masjid Al-Aqsha begitu banyak yang menjadi alasan umat Islam untuk marah dan melawan.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS.17:1)

Surah Al-Isra’ ayat 1 menjelaskan bahwa di antara kemuliaan Masjid Al-Aqsha adalah Allah langsung yang menamai masjidnya dengan Al-Aqsha. Di ayat ini juga dijelaskan tentang keberkahan bagi yang berjuang membela Al-Aqsha. Dalam ayat ini juga bermakna bahwa pemilik Masjid Al-Aqsha adalah umat Islam, bukan hanya milik rakyat Palestina. Tidak ada kata Palestina setelah Allah menyebut Illal Masjidil Aqsha.

Ayat ini menjadi landasan tentang kewajiban setiap muslim untuk menjaga dan mengembalikan kesucian Masjid Al-Aqsha dari penistaan yang dilakukan Israel.

Ada dua kewajiban yang dilakukan umat Islam dalam menjaga dan mengembalikan kesucian Masjid Al-Aqsha; pertama, kewajiban secara fisik Allah mandatkan kepada rakyat Palestina, sedangkan kedua, perjuangan non-fisik adalah kewajiban umat Islam di luar Palestina. Bantuan umat Islam di luar Palestina adalah dengan bersatunya umat Islam dalam menghimpun kekuatan politik, kekuatan dana, kekuatan media, kekuatan militer untuk menghentikan kejahatan Israel sampai tidak ada satupun Israel di tanah Palestina.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara (QS.49:10)

Hal ini juga diperkuat dengan hadist Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam:

“Tidaklah seorang Muslim menolong Muslim lainnya di suatu tempat ketika kehormatannya direndahkan dan kesuciannya dilanggar, melainkan Allah akan menolongnya pada saat ia sangat membutuhkan pertolongan-Nya. Dan tidaklah seorang Muslim membiarkan seorang Muslim lainnya ketika kehormatannya dilanggar, melainkan Allah akan membiarkannya pada saat ia sangat membutuhkan pertolongan.”
(Diriwayatkan oleh Al-Mundziri dan dinilai hasan, demikian pula oleh Ibnu Hajar rahimahumallah).

Saat ini, sudah saatnya umat Islam bergerak bersama untuk menghentikan segala kejahatan yang dilakukan Israel di Palestina, khususnya yang terkait perampasan empat bangunan yang berada di area Masjid Al-Aqsha. Diamnya umat Islam akan menguatkan Israel dan akan mendatangkan kemurkaan Allah karena membiarkan Israel menistakan Masjid Al-Aqsha tanpa perlawanan dari 2 milyar umat Islam.

Referensi dan sumber foto: https://qii.media

[Mh/KPIPA]

Tags: Al-Aqsha Dinistakan Berulang Kali
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kisah Teladan Abu Thalhah Al-Anshari yang Mengorbankan Harta Terbaiknya untuk Islam

Next Post

Apa Gunanya Luka dalam Kehidupan yang Fana Ini?

Next Post
Apa Gunanya Luka dalam Kehidupan yang Fana Ini?

Apa Gunanya Luka dalam Kehidupan yang Fana Ini?

Sulit Melahirkan, Lakukan Amalan Para Salafus Shalih Ini

Sulit Melahirkan, Lakukan Amalan Para Salafus Shalih Ini

Jemaah Haji Aceh isi Waktu Tunggu Kepulangan dengan Ibadah hingga Ziara

Jemaah Haji Aceh isi Waktu Tunggu Kepulangan dengan Ibadah hingga Ziara

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8632 shares
    Share 3453 Tweet 2158
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11436 shares
    Share 4574 Tweet 2859
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    942 shares
    Share 377 Tweet 236
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3886 shares
    Share 1554 Tweet 972
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2209 shares
    Share 884 Tweet 552
  • Apa itu Liqo? Pentingkah untuk Diikuti?

    875 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Menganggap Ibadah Hanya Sebagai Rutinitas, Apa Dampaknya?

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3406 shares
    Share 1362 Tweet 852
  • Al-Aqsha Dinistakan Berulang Kali, Masihkah Umat Islam Diam?

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Hukum Tahajud setelah Subuh karena Telat Bangun

    1392 shares
    Share 557 Tweet 348
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga