• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 4 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Editorial

Makna Tahun Baru Hijriyah

26/06/2025
in Editorial
Jangan Sia-siakan Waktu

Ilustrasi, foto: kaizenaire.com

72
SHARES
551
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

TAHUN baru Hijriyah datang. Banyak makna dan hikmah yang bisa dijadikan pelajaran.

Jumat ini melengkapi liburan panjang. Ada yang pulang kampung, wisata, silaturahim, atau sekadar ‘jalan-jalan’.

Boleh jadi, tak banyak yang menyadari di balik tanggal merah di hari Jumat ini. Yang penting tanggal merah dan bisa santai-santai.

Begitulah umumnya masyarakat kita. Tak banyak yang menyadari momen besar di balik Tahun Baru Hijriyah. Jangankan momennya, tahun keberapa hijriyah saja, mungkin juga tidak tahu.

Makna di Balik Nama Hijriyah

Sejarah penamaan hijriyah memang panjang. Intinya, nama disepakati para sahabat Nabi di era Khalifah Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu ini adalah momen hijrah. Ya, hijrah umat Islam dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari Mekah ke Madinah.

Hijrah tak selalu bermakna pindah tempat. Kecuali keadaan tertentu sebagai pilihan terakhir agar bisa mendapatkan lingkungan yang lebih baik. Rasanya, ini jarang terjadi.

Hijrah juga bermakna lain yang bukan tentang tempat. Misalnya, hijrah dari sosok jahiliyah menjadi sosok yang Islami. Yang sebelumnya tak berbusana muslimah menjadi berjilbab. Yang sebelumnya ‘urakan’ menjadi beradab dan berakhlak.

Hijrah makna ini tak bisa sekaligus. Bertahap, tapi pasti. Allah subhanahu wata’ala juga berfirman, “Fattaqullaha mastatho’tum.” Bertakwalah kalian kepada Allah menurut kesanggupan. (QS. Attaghabun: 16)

Namun, segala sesuatu yang didasari dari kesadaran, beratnya menjadi tidak terasa. Pelan tapi pasti, tak terasa, kita sudah berada di suatu posisi yang lumayan ‘tinggi’. Lebih takwa. Lebih soleh.

Dari Individu ke Lingkungan

Seorang ulama di Mesir pernah mengatakan, “Tegakkanlah Islam dalam dirimu, niscaya ia akan tegak di negerimu.”

Segala perubahan skala besar selalu dimulai dari hal kecil. Jangan bermimpi bisa mengubah bangsa dan negara kalau diri dan keluarga kita masih amburadul.

Mulailah dari diri kita sendiri. Mulailah dari yang kecil. Dan mulailah dari yang bisa kita lakukan. Yang penting konsisten atau istiqamah.

Nah, itulah yang mahal: konsisten. Apalah arti mimpi besar jika nyatanya kita belum juga melangkah.

Konsisten itu seperti menapaki anak-anak tangga. Tapakilah sesuai kemampuan kita. Tak masalah bergerak pelan atau berhenti sejenak. Tapi, jangan pernah mundur.

Teruslah melangkah naik, bagaimana pun besarnya angin bertiup, bagaimana pun godaan yang melemahkan langkah kita.

Satu hal yang tak boleh kita lupa: selalulah minta pertolongan pada Allah subhanahu wata’ala.

Sebesar apa pun bangsa dan negara, ia adalah kumpulan individu. Jika begitu banyak individu yang ‘berhijrah’, insya Allah, akan ada perubahan di negeri dan bangsa ini.

Selamat Tahun Baru Hijriyah 1447. Sudah hampir 15 abad umat ini lahir dan bergerak. Insya Allah, inilah kesempatan emas untuk Islam memimpin dunia. Dan hijrah besar itu dimulai dari perubahan dalam diri kita. [Mh]

Tags: tahun baru hijriyah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Sureya Ibrahim Dianugerahi Medali Bergengsi Raja Charles II

Next Post

Buka Aura, Bagaimana Hukumnya menurut Syariah?

Next Post
Buka Aura, Bagaimana Hukumnya menurut Syariah?

Buka Aura, Bagaimana Hukumnya menurut Syariah?

Siswa Sekolah Rakyat Tidak Diperbolehkan Bekerja

Siswa Sekolah Rakyat Tidak Diperbolehkan Bekerja

Musuh Berani karena Kita Takut

Tiga Janji Allah untuk Bani Israil

  • Pastikan Sabun yang Kamu Gunakan Halal

    Pastikan Sabun yang Kamu Gunakan Halal

    164 shares
    Share 66 Tweet 41
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8144 shares
    Share 3258 Tweet 2036
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    692 shares
    Share 277 Tweet 173
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3625 shares
    Share 1450 Tweet 906
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1970 shares
    Share 788 Tweet 493
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2003 shares
    Share 801 Tweet 501
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11230 shares
    Share 4492 Tweet 2808
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4514 shares
    Share 1806 Tweet 1129
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5067 shares
    Share 2027 Tweet 1267
  • Orang yang Wafat Mengetahui Kondisi Keluarga yang Masih Hidup (Bag. 2)

    184 shares
    Share 74 Tweet 46
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga