• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 14 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Perusak Agama dan Masyarakat (1)

25/05/2026
in Khazanah, Unggulan
Perusak Agama dan Masyarakat (1)

foto:pixabay

88
SHARES
678
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PERUSAK agama dan masyarakat yang dijelaskan oleh Ustaz M. Abdullah Sholihun.

Namimah atau mengadu domba merupakan dosa besar yang sangat dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya.

Perilaku buruk ini termasuk penyakit hati yang mematikan, virus ganas yang dapat merusak tatanan kehidupan masyarakat serta melahirkan permusuhan dan pertikaan dikalangan umat manusia.

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan bahaya namimah ini dalam firman-Nya:

وَلاَ تُطِعْ كُلَّ حَلاَّفٍ مَهِينٍ (10) هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ (11)

“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang ke sana ke mari menghambur fitnah”. (QS. Al-Qalam: 10-11).

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan, yang dimaksud dengan orang yang kesana kemari menghambur fitnah yaitu orang yang berjalan ke sana ke mari dikalangan orang banyak, menabur benih permusuhan diantara mereka, menukil pembicaran dengan tujuan mengadu domba diantara sesama, perilaku jelek seperti ini adalah perusak.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Para ulama mendefinisikan namimah dengan menukil ucapan sebagian orang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan keduanya.

Atau dengan bahasa hadits Nabi, orang yang menemui seseorang dengan satu wajah, dan menemui orang lain dengan wajah yang lain.

Artinya, “nammam” atau orang yang melakukan namimah itu bermuka dua, bermuka manis di depan seseorang sembari menjelekkan orang lain. Rasullullah bersabda:

وَتَجِدُونَ مِنْ شِرَارِ النَّاسِ ذَا الْوَجْهَيْنِ الَّذِي يَأْتِي هَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ وَهَؤُلَاءِ بِوَجْهٍ

“Engkau mendapati diantara orang yang paling jahat adalah si muka dua, dia mendatangi suatu kaum dengan satu wajah, dan mendatangi kaum yang lain dengan wajah yang lain.” (HR. Muslim).

Dampak buruk dari namimah sangatnya besar, sehingga Ibnu Abdil Barr dari Yahya bin Abi Katsir, ia mengatakan:

Perusak Agama dan Masyarakat (1)

“Para penabur benih permusuhan dan pendusta mampu merusak (manusia) hanya dalam waktu yang singkat, sesuatu yang tidak dijumpai pada penyihir dalam setahun.”

Senada dengan nukilan tesebut, Imam An Nawawi mengatakan:

“Namimah adalah merekayasa omongan untuk menghancurkan manusia.”

Sesungguhnya bagi orang yang mengadu domba dan menebar fitnah terdapat ancaman yang sangat berat, sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits Nabi, diantranya:

Pertama, mendapatkan ancaman untuk masuk neraka.

Baca juga: Definisi Sombong dalam Syariat Islam

Imam al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam ash-Shahihain, dari Hamam bin Harits, beliau berkata:

“Kami duduk-duduk bersama Hudzaifah di dalam masjid. Lalu ada seseorag datang dan duduk bersama kami, sembari mengadu pada Hudzaifah: “Sesungguhnya orang ini telah mengadu beberapa hal pada Sulthan (penguasa).” Maka Hudzaifah berkata, “Aku pernah mendengar Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا يَدْخُلُ الجَنَّةَ نَمَّامٌ

“Tidak akan masuk surga tukang (fitnah) pengadu domba.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dosa namimah sangatlah besar, mengingat dampak buruk yang diakibatkannya.

Oleh karena itu wajar apabila pelakunya mendapatkan ancaman tidak masuk surga.

Tentunya sesuai dengan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah, bahwa yang dimaksud disini tidak masuk surga pada momen pertama kali kaum muslimin masuk surga setelah melewat Ash-shirath atau jembatan yang membentang di atas neraka Jahannam.

Ia harus memasuki neraka beberapa waktu untuk membersihkan dirinya dari dosa tersebut.

Jika semua dosanya sudah diberikan azab yang setimpal, maka ia akan dimasukkan surga jika ada keimanan di dalam dadanya.[Sdz]

 

Tags: Perusak Agama dan Masyarakat (1)
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Memastikan Si Kecil Cukup Makan

Next Post

Beberapa Cara untuk Menjalankan Rutinitas Skincare Berbahan Brokoli

Next Post
Beberapa Cara untuk Menjalankan Rutinitas Skincare Berbahan Brokoli

Beberapa Cara untuk Menjalankan Rutinitas Skincare Berbahan Brokoli

Kenapa Saat Marah Kita Tidak Bisa Berpikir Rasional

7 Cara Mengatasi Emosi dalam Psikologi

Ketahui Manfaat Pare untuk Kecantikan Kulit

Ketahui Manfaat Pare untuk Kecantikan Kulit

  • Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    500 shares
    Share 200 Tweet 125
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9314 shares
    Share 3726 Tweet 2329
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    829 shares
    Share 332 Tweet 207
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4222 shares
    Share 1689 Tweet 1056
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11757 shares
    Share 4703 Tweet 2939
  • Konferensi Keluarga Asia Pasifik 2026: Kuatkan Keluarga untuk Cetak Generasi Tangguh dan Berdaya Saing

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Aturan Baru Mendaki Gunung Merbabu bagi Pendaki

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1281 shares
    Share 512 Tweet 320
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4800 shares
    Share 1920 Tweet 1200
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2359 shares
    Share 944 Tweet 590
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga