• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 30 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Healthy

Mengenal Gangguan Spektrum Autisme yang Diderita Woo Young-Woo dalam Drakor Extraordinary Attorney Woo

06/09/2022
in Healthy
Gangguan spektrum autisme

Paus, Hewan kesukaan Woo Young-Woo (Foto: Netflix)

104
SHARES
799
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

GANGGUAN spektrum autisme merupakan gangguan yang diderita oleh seorang tokoh bernama Woo Young Woo. Dia merupakan tokoh utama Drama Korea (Drakor) berjudul Extraordinary Attorney Woo.

Series tersebut menceritakan tentang seorang pengacara wanita yang menderita gangguan tersebut. Tokoh yang diperankan oleh Park Eun-Bin itu selalu kesulitan ketika harus berinteraksi dengan banyak orang.

Baca Juga: Upaya Mencegah Autisme pada Anak Selama Kehamilan

Mengenal Gangguan Spektrum Austisme yang Diderita Woo Young-Woo dalam Drakor Extraordinary Attorney Woo

Akan tetapi, di sisi lain, dia memiliki kecerdasan di atas rata-rata sehingga selalu menjadi yang terdepan dalam memecahkan setiap kasus. Melihat betapa luar biasanya karakter penderita gangguan tersebut, hal ini membuat kita penasaran seperti apa autisme itu.

Gangguan spektrum autisme
Foto: Pemeran Woo Young-Woo, Park Eun-Bin (Netflix)

Dikutip dari mayapadahospital.com, gangguan spektrum autisme adalah gangguan perkembangan saraf yang menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan untuk berkomunikasi.

Selain itu, aktivitas mereka menjadi terbatas karena sulit juga untuk berperilaku. Dijelaskan bahwa tanda jelasnya adalah penderita gangguan ini sering melakukan pola atau gerakan berulang-ulang yang tidak perlu.

Para penderita ini juga memiliki minat yang terbatas. Kebanyakan melakukan kegiatan yang berulang atau itu-itu saja. Seperti contoh Woo Young Woo yang selalu mengulang perkataan yang sama saat memperkenalkan diri.

Karakter tersebut juga hanya senang memakan gimbap dan kesulitan untuk menelan makanan lainnya.

Selain itu, penderita gangguan ini juga sensitif terhadap cahaya, suara, dan sentuhan. Oleh sebab itu, seseorang yang menderita gangguan ini dapat dikenali dari cara bicara mereka, gerak tubuh, dan ekspresi wajah.

Sementara itu, dikutip dari halodoc.com, penyebab autisme ini belum dapat diketahui dengan pasti. Akan tetapi, ada faktor-faktor risiko yang kemungkinan bisa menyebabkan gangguan ini terjadi.

Faktor-faktor tersebut seperti lahir secara prematur, penularan dalam kandungan, dan faktor keturunan.

Dokter Spesialis Anak, Konsultan Neurologi Anak Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS), dr. Citra Raditha, Sp.A (K) menjelaskan bahwa ada beberapa terapi pengobatan gangguan spektrum autisme:

1. Terapi perilaku

Terapi ini memberi pengaruh terhadap peningkatan IQ anak autisme.

2. Terapi sensori integrasi

Terapi ini bisa dilakukan ketika anak didiagnosis pada waktu yang terbilang masih sangat kecil sehingga panca indera masih belum matang. Terapi sensori integrasi dapat membantu anak menyatukan panca indera sehingga dapat lebih fokus, tenang, sampai dapat berkomunikasi dan berinteraksi.

3. Teknik bermain oleh orang tua

Orang tua dapat dilatih untuk memberikan stimulasi pada anak sendiri di rumah. Nantinya, para orang tua akan diajarkan teknik bermain yang kondusif untuk anak autisme.

Metodenya adalah floor time. Anak dan orang tua bermain di lantai dengan segala metode yang baik dan interaksi dua arah.

Sahabat Muslim, para penderita gangguan spektrum autisme bukan berarti tidak bisa diajak berkomunikasi. Oleh sebab itu, jangan sampai berpikiran untuk menjauhkan atau mengabaikan mereka.

Mereka yang menderita gangguan tersebut justru merupakan orang yang cerdas, tulus, dan penuh semangat.

Dilansir dari ccmhhealth.com, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk berteman dengan para penderita gangguan ini.

1. Mencoba menerima perbedaan dan jangan berasumsi

Selalu terima perbedaan teman autis sama seperti orang lain. Jangan berasumsi bahwa seseorang dengan autisme mencoba bersikap kasar ketika dia tidak merespons dengan cara yang diharapkan. Banyak orang autis yang memiliki kejujuran luar biasa.

2. Hati-hatilah terhadap penggunaan bahasa

Cobalah untuk menggunakan bahasa kiasan yang lebih sedikit. Luangkan waktu sebentar untuk menjelaskan hal-hal kepada teman autis ketika bahasa yang kurang mereka mengerti dikatakan oleh orang lain.

3. Beri mereka waktu dan ruang

Jangan takut untuk bertanya apakah ini adalah aktivitas yang tidak dia minati sama sekali atau dia hanya tidak ingin melakukan saat ini.

Ingatlah bahwa keluar dari rutinitas dan mengambil bagian dalam hal-hal baru mungkin sulit bagi orang autis. Mereka mungkin membutuhkan lebih banyak waktu untuk melakukan pemanasan terhadap gagasan tersebut.

4. Tunjukkan pada mereka rasa hormat yang sama seperti rasa hormat yang diberikan kepada orang lain

Intinya, jangan pernah takut untuk berinteraksi dengan penderita gangguan spektrum autisme. Mereka juga manusia yang butuh diperhatikan dan dihargai.

Mari hilangkan asumsi-asumsi negatif dan bertemanlah dengan baik. [Cms]

Tags: Gangguan spektrum autisme
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Dampak Kenaikan BBM Saat Ini Mungkin Berbeda

Next Post

Antibiotik disebut sebagai Silent Pandemic

Next Post
Antibiotik disebut sebagai Silent Pandemic

Antibiotik disebut sebagai Silent Pandemic

Betapa Pentingnya Ikhlas dalam Beribadah

Hukum Menikah tanpa Wali

Ilmu Tajwid: Hukum Bacaan Nun Sukun dan Tanwin

Ilmu Tajwid: Hukum Bacaan Nun Sukun dan Tanwin

  • Mengenal Anger Release

    Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3611 shares
    Share 1444 Tweet 903
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8120 shares
    Share 3248 Tweet 2030
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2979 shares
    Share 1192 Tweet 745
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    677 shares
    Share 271 Tweet 169
  • Untuk Pemula, Belajar Islam Mulai dari Mana?

    3139 shares
    Share 1256 Tweet 785
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1961 shares
    Share 784 Tweet 490
  • Bukan Kita yang Mengatur Hidup Ini

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
  • KNPK Apresiasi Kebijakan Pembatasan Akses Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Suriah (Syams), Pasukan Islam Terbaik dan Perang Akhir Zaman

    306 shares
    Share 122 Tweet 77
  • Pertolongan Allah karena Memberi Makan Kucing

    449 shares
    Share 180 Tweet 112
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga