• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 20 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Parenting

Bahayanya Perasaan Kesepian pada Masa Kecil

05/09/2026
in Parenting, Unggulan
15 Tips Membangun Ikatan Hati dengan Anak

(foto: pixabay)

104
SHARES
798
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BAHAYANYA perasaan kesepian pada masa kecil ini ditulis oleh Uttiek M. Panji Astuti, seorang jurnalis dan juga travel writer, dalam akun IG-nya @Uttiek.Herlambang, pada Jumat (13/5/2022) dengan judul “Mereka yang Terabaikan”.

Ia menulis bagaimana perasaan kesepian seseorang dapat membahayakan dirinya.

Tidak ada manusia yang ingin diabaikan. Sebuah penelitian dilakukan Melody Ding dari University of Sydney dengan mengumpulkan 57 studi observasional tentang perasaan kesepian dan terabaikan dari 113 negara.

Hasilnya, perasaan kesepian dan terabaikan ini berkorelasi pada kesehatan mental, emosional, dan fisik. Sebanyak 9,2 persen terjadi di Asia Tenggara dan 14,4 persen di wilayah Mediterania Timur.

Menurut teori Maslow, ada lima tingkat (hierarki) kebutuhan, dari yang terendah hingga tertinggi: fisiologis, rasa aman, cinta dan rasa memiliki, penghargaan, dan aktualisasi diri.

Subjek penelitiannya melibatkan nama-nama penting, seperti, Thomas Jefferson, Abraham Lincoln, Albert Einstein, Eleanor Roosevelt, Goethe, Max Wertheimer dan Ruth Benedict.

Hasilnya, bila kebutuhan dari tingkat yang lebih rendah terpenuhi, secara otomatis individu didorong oleh kebutuhan yang setingkat lebih tinggi.

Kebutuhan akan penghargaan berada di piramida kedua tertinggi setelah aktualisasi diri.

Artinya, menurut teori tersebut, manusia butuh diapresiasi, diperhatikan dan tidak diabaikan, melebihi kebutuhan dasar fisiologis, yakni makan dan minum.

Secara psikologi, bila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi pada masa kanak-kanak, akan membawa dampak.

Mereka yang sering diabaikan akan tumbuh menjadi sosok yang lemah dalam berpikir, memilih dan mengambil keputusan.

Khusus pada anak anak laki -laki, akan menjadi sosok yang lemah dan selalu mengharapkan perlindungan seperti perempuan.

Beberapa penelitian psikologi lainnya juga mengaitkan perasaan diabaikan pada masa kanak-kanak ini ada kaitannya dengan perilaku penyimpangan seksual saat dewasa.

Anak-anak yang diabaikan ini haus akan kasih sayang. Perhatian intens yang diterima akan membuatnya merasa nyaman dan “mengobati” luka masa kecilnya.

Bahayanya, bila perhatian itu diberikan oleh para predator LG**, maka mereka berpeluang besar menjadi sasaran empuk korban berikutnya.

Anak-anak yang diabaikan ini akan “rela hati” menyerahkan dirinya, semata untuk mendapatkan kasih sayang yang dicarinya selama ini.

Naudzubillah min dzalik!

Bahayanya Perasaan Kesepian pada Masa Kecil

Baca Juga: Bendera LGBT di Kedubes Inggris

View this post on Instagram

 

A post shared by Uttiek M Panji Astuti (@uttiek.herlambang)

Islam memberikan panduan yang jelas bagaimana mencurahkan kasih sayang dan perhatian pada anak-anak sebagaimana yang disaksikan Aqra’ bin Haabis at-Tamimy,

“Aku memiliki sepuluh anak. Tak satupun yang pernah kucium,” ketika melihat Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam menimang Hasan dan Husein.

Rasulullah lantas mengalihkan pandangannya dan bersabda, “Orang yang tidak mengasihi tidak dikasihi.” [HR Bukhari].

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam juga tak segan menggendong dan mencium cucu-cucunya. Seperti dikisahkan Abdullah bin Jafar,

“Rasulullah menjemput kami (Jafar dan Hasan atau Husein) ketika pulang. Kemudian beliau menggendong salah satu dari kami di punggung, sedang yang lain beliau bopong di dada sampai kami memasuki Madinah.” [HR. Muslim].

Mereka yang sering diabaikan saat kecil, setelah dewasa umumnya juga kesulitan memberi dan menerima perhatian, karena minimnya contoh yang bisa ditirunya.

Mereka cenderung mengabaikan perhatian yang diberikan padanya. Tak jarang sikap ini akhirnya menyakiti orang-orang tercinta.

Namun, tak ada kata terlambat. Bila itu yang terjadi, yuks segera perbaiki diri![ind]

Tags: perasaan kesepian
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Muslim LifeFest 2026 Hadirkan Ekosistem Keluarga Halal Terlengkap di Indonesia

Next Post

JHEC 2026 Buka Akses Pasar Global bagi Produk Halal Indonesia

Next Post
JHEC 2026 Buka Akses Pasar Global bagi Produk Halal Indonesia

JHEC 2026 Buka Akses Pasar Global bagi Produk Halal Indonesia

Orang Biasa yang Istimewa di Sisi Allah

Ucapan Kamuflase atau Tawriyah

Simak Beberapa Ide Masak Tauge yang Lezat Selain Ditumis

Simak Beberapa Ide Masak Tauge yang Lezat Selain Ditumis

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9364 shares
    Share 3746 Tweet 2341
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    863 shares
    Share 345 Tweet 216
  • Kisah Julia Prastini, Dulu Benci Islam Sekarang Mualaf Hafidz Qur’an

    222 shares
    Share 89 Tweet 56
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11774 shares
    Share 4710 Tweet 2944
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2416 shares
    Share 966 Tweet 604
  • Ular dan Penampakan Jin

    532 shares
    Share 213 Tweet 133
  • 3 Hal Yang Tidak Bisa Kembali Dalam Kehidupan Kita

    395 shares
    Share 158 Tweet 99
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    309 shares
    Share 124 Tweet 77
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2372 shares
    Share 949 Tweet 593
  • Jangan Terlalu Sibuk Hingga Lupa Pulang kepada Allah

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga