TAWRIYAH itu ucapan dengan makna ganda. Kalimat ini digunakan untuk mengaburkan makna yang sebenarnya.
Di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ada seorang sahabat dari Anshar bernama Abdullah bin Unais radhiyallahu ‘anhu.
Abdullah bin Unais mendapat tugas rahasia yang penting. Yaitu, membunuh musuh Islam yang mengancam keselamatan kaum muslimin di Madinah.
Rasulullah meminta Abdullah bin Unais untuk melakukan misi itu seorang diri. Rasulullah menyebutkan nama pemimpin musuh Islam itu: namanya Khalid bin Sufyan.
Abdullah bertanya lagi, “Ciri-cirinya seperti apa, Ya Rasulullah?” Rasulullah pun menjelaskan ciri-cirinya, termasuk lokasi sekitar rumahnya yang berada di wilayah antara Mekah dan Madinah.
Dari Rasulullah juga, Abdullah bin Unais juga mendapatkan kabar bahwa Khalid bin Sufyan itu sedang mengumpulkan orang sebanyak-banyaknya untuk melakukan serangan.
Dan, tibalah Abdullah bin Unais di sekitaran rumah Khalid bin Sufyan. Ia menunggu momen yang pas, terutama di saat tak banyak pengikut Khalid di rumahnya.
Ketika ada momen yang pas, Abdullah mengetuk pintu rumah sang musuh. Dari dalam rumah terdengar suara, “Siapa di luar?”
“Saya orang Arab juga,” jawab Abdullah.
“Mau apa kesini?” tanya suara dari dalam.
“Kabarnya Anda mau menyerang Muhammad, karena itulah saya datang kesini!” ucap Abdullah.
Khalid bin Sufyan menduga kalau Abdullah di antara orang-orang Arab yang mau bergabung untuk membunuh Rasulullah. Karena itulah, ia begitu bersemangat menyambut.
Setelah keduanya bertemu, Abdullah mencari saat-saat di mana Khalid bin Sufyan lengah. Dan saat itulah, ia membunuhnya.
Hal yang sama juga pernah dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika perjalanan hijrah ke Madinah bersama Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu.
Di tengah perjalanan, ada seseorang yang bertanya, “Kalian dari mana?”
Rasulullah pun menjawab, “Kami dari air!” Dan orang yang bertanya itu pun memaklumi.
Mungkin yang dikira oleh si penanya bahwa Rasulullah dari wilayah yang ada sumber airnya di dekat situ. Padahal, maksud Rasulullah bahwa beliau dan semua anak Nabi Adam berasal dari air ‘mani’.
**
Tawriyah itu bukan perkataan dusta. Itu ucapan kiasan yang bermakna ganda. Antara lain, ada seorang soleh yang melihat orang yang dizalimi melarikan diri dan bersembunyi di tempat yang ia tahu. Ia pun langsung menggeser posisinya beberapa langkah.
Tiba-tiba datang orang-orang yang mengejar. Orang-orang zalim itu bertanya, “Hei, apa kamu melihat seseorang lari lewat sini?”
Orang soleh itu menjawab, “Sejak saya di sini, saya tidak melihat siapa-siapa kecuali kalian saja!” Dan orang yang bersembunyi itu pun akhirnya selamat.
Namun, ucapan ini hanya darurat dan punya tujuan yang baik, bukan menipu. [Mh]


