PADA dasarnya menghukum anak ketika melanggar aturan itu dibutuhkan di dalam proses pendidikan.
Namun harus tepat, proporsional, tidak berlebihan dan ditujukan untuk perbaikan dalam pembentukan karakter sehingga tidak menyakiti hati, psikis dan fisik anak.
Ustazah Aan Rohanah mengatakan bahwa hukuman yang diberikan harus berdampak positif bagi anak agar bisa membentuk karakter, belajar dari kesalahan dan membangun kemampuan untuk mengoreksi diri atas prilaku negatifnya serta anak mampu membedakan mana yang salah dan yang mana benar.
Mengapa memberikan hukuman kepada anak harus positif, sebab hukuman harus menghasilkan hal-hal berikut:
1. Melatih anak untuk bertanggung jawab atas prilakunya.
2. Menyadarkan anak bahwa setiap perbuatan ada akibatnya.
3. Melatih anak untuk hidup sesuai aturan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
View this post on Instagram
4. Memperkenalkan sistem keadilan bahwa perbuatan yang sesuai aturan diapresiasi, sedangkan perbuatan yang melanggar harus ditegakkan hukuman.
5. Anak tidak mengulangi kesalahan.
6. Membiasakan anak menegakkan aturan dalam kehidupan sehari-hari.
7. Menjaga wibawa orang tua.
8. Berkomitmen menjadikan hukuman sebagai metode pembentukan karakter anak.
9. Disertai dengan contoh, nasihat, bimbingan dan kasih satang.
Memberikan hukuman harus memperhatikan hal-hal berikut:
Menghukum Harus Positif
Baca juga: Niat Menghukum, Anak 7 Tahun Malah Hilang di Hutan
1. Bersikap tegas dalam menegakkan aturan namun jauh dari kekerasan, sikap kasar dan pukulan.
2. Tidak hanya memberikan hukuman tapi juga memberikan solusi.
3. Memberikan hukuman sesuai usia dan tingkat kesalahan anak.
4. Menjauhi amarah karena hukuman merupakan bagian dari pendidikan bukan sebagai balas dendam.
5. Hukuman harus disertai nasihat, bimbingan dan pendampingan untuk membantu mengatasi hambatan perubahan karakter.[Sdz]