• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 19 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Healthy

Pertolongan Tusuk Jari saat Terserang Stroke Tidak Berdasar

01/08/2025
in Healthy, Unggulan
Pertolongan Tusuk Jari saat Terserang Stroke Tidak Berdasar

Pertolongan Tusuk Jari saat Terserang Stroke Tidak Berdasar (foto: pixabay)

89
SHARES
687
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PERTOLONGAN pertama pada saat seseorang terkena serangan stroke dengan cara tusuk jari dengan jarum disebut tidak berdasar dan bahkan membahayakan pasien.

Pada 22 Februari 2018, Antaranews.com menjelaskan pesan berantai itu mengandung informasi yang salah.

Baca Juga: Ini Akibat Jari atau Benda Tajam Masuk ke Alat Vital

Pertolongan Tusuk Jari saat Terserang Stroke Tidak Berdasar

Dokter spesialis Jantung rumah sakit Harapan Kita, Dicky Armein Hanafy mengatakan metode itu tidak tepat dan cara itu tidak berguna sama sekali.

“Ada risiko infeksi, apalagi kalau jarumnya tidak steril atau bersih,” kata dr. Dicky.

Daripada memberikan pertolongan pertama di rumah, dokter menyarankan untuk segera melarikan penderita ke rumah sakit agar segera mendapatkan pertolongan.

Sementara itu, dilansir dari emc.id, Senin (31/5/2021), serangan stroke bisa terjadi secara tiba-tiba akibat dari gangguan aliran darah karena adanya sumbatan atau pecahnya pembuluh darah tertentu di otak sehingga menyebabkan gangguan fungsi otak, baik sebagian atau menyeluruh. Penyakit ini berbahaya jika tak ditangani dengan segera.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui penanganan pertama yang harus dilakukan jika orang terdekat kita terkena serangan stroke.

Jika seseorang terkena stroke, kondisinya akan sangat bergantung pada waktu. Semakin banyak waktu yang terbuang, semakin banyak pula risiko kerusakan otak yang dialami.

Meskipun penderita stroke rata-rata berusia di atas 65 tahun, generasi muda berusia 20-60 tahun hingga anak-anak juga bisa saja terkena penyakit ini.

Penting untuk diingat, meski gejala stroke yang dialami penderita masih terhitung ringan, tetap saja tidak boleh diabaikan.

Ketika keluarga atau orang terdekat Anda mengalami gejala stroke, segera cari pertolongan medis dan jangan biarkan diri Anda ikut panik.

Saat menunggu pertolongan medis, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menolong penderita stroke agar tidak mengalami keadaan yang lebih parah.

Jangan Pindahkan Penderita

Jika Anda melihat seseorang terkena serangan stroke, jangan ubah posisinya dari tempat semula. Mengubah posisinya hanya akan memperbesar kemungkinan pecahnya pembuluh darah halus di otak penderita.

Cukup bantu ia untuk berbaring telentang supaya tidak terjatuh ke lantai.

Usahakan Pasien Berada dalam Posisi Nyaman

Sandarkan tubuh penderita stroke dalam posisi yang senyaman mungkin agar tidak terjadi gangguan peredaran darah.

Usahakan penderita stroke tersebut berada dalam posisi yang memungkinkannya untuk terus bernapas dengan lancar.

Berikan Minum Agar Tidak Dehidrasi

Cegah pasien dari dehidrasi dengan memberikannya segelas air putih. Jika sulit, Anda bisa memberikan minum dengan menggunakan sendok. Jika pasien mengalami dehidrasi, pasokan oksigen menuju saraf jaringan otak akan terhambat. Ketika hal tersebut terlanjur terjadi, akan bertambah besar pula risiko kondisi pasien menjadi semakin buruk seiring berjalannya waktu.

Ungkapkan Kata-kata yang Menenangkan

Sembari menunggu pertolongan medis datang, cobalah untuk membuat penderita lebih rileks dengan mengungkapkan kata-kata yang menenangkan. Ungkapkan bahwa penderita dapat melalui semua ini dan pertolongan akan segera datang. Oleh karena itu, Anda pun tidak boleh panik agar tidak membuat penderita semakin panik.

Baca Juga: Terapi ‘Tusuk Jarum’ Makin Diminati di Luar Cina

Hindari Mitos Tusuk Jari Penderita dengan Jarum

Hindari menusuk-nusuk jari pasien dengan jarum karena stroke tidak bisa sembuh dengan cara ini. Respons nyeri akibat jari ditusuk justru bisa membuat tekanan darah pasien mendadak tinggi dan memperburuk kondisi stroke. Cara ini juga berisiko tinggi karena jarum bisa jadi tidak steril.

Untuk kasus stroke, akan lebih baik jika Anda memanggil ambulans karena bantuan medis yang cepat oleh paramedis selama perjalanan akan membantu mengurangi risiko gangguan otak yang lebih buruk.

Perlu diketahui bahwa dalam rentang waktu dari serangan tiba-tiba hingga diberikan tindakan di rumah sakit, tidak boleh berjalan lebih dari 4,5 jam. Periode ini disebut sebagai golden period untuk menyelamatkan pasien dari kelumpuhan total setelah serangan stroke mendadak. Jika lebih dari 4,5 jam maka kelumpuhan dan kerusakan otak akibat stroke tidak dapat dikembalikan.

Jangan lupa untuk terus memantau respons penderita dengan saksama dari waktu ke waktu untuk melihat apakah ada penurunan kondisi penderita. Hal ini penting dilakukan agar Anda bisa melaporkan kondisi pasien dengan lebih tepat kepada petugas medis.

Agar kita dan keluarga terjauh dari serangan stroke, penting bagi kita untuk menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Stroke bisa dicegah dengan cara sederhana seperti mengurangi atau bahkan menghentikan kebiasaan hidup yang buruk seperti merokok. Mulai aktivitas sehat seperti rutin berolahraga untuk menjaga agar berat badan tetap proporsional dan raih kualitas hidup yang lebih baik.[ind]

 

Tags: larangan tusuk jaripenanganan pertama saat stroketusuk jari saat terkena serangan stroke
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Menghukum Harus Positif

Next Post

Sound Horeg: Kita Lestarikan sebagai Budaya, atau Kita Hilangkan?

Next Post
Sound Horeg: Kita Lestarikan sebagai Budaya, atau Kita Hilangkan?

Sound Horeg: Kita Lestarikan sebagai Budaya, atau Kita Hilangkan?

Australia Resmi Larang Anak di Bawah 16 Tahun Akses YouTube

Australia Resmi Larang Anak di Bawah 16 Tahun Akses YouTube

Adab di Rumah Orang

Adab di Rumah Orang

  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    Mandi Junub Menggunakan Shower

    4999 shares
    Share 2000 Tweet 1250
  • Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1725 shares
    Share 690 Tweet 431
  • Tatacara Shalat Tarawih Skema 4-4-3

    116 shares
    Share 46 Tweet 29
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7980 shares
    Share 3192 Tweet 1995
  • KPIPA Lantik Pengurus Koalisi Perempuan Sumut untuk Palestina (KPSP)

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11166 shares
    Share 4466 Tweet 2792
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1143 shares
    Share 457 Tweet 286
  • Ini Lima Masjid Referensi Kajian Sunnah di Jabodetabek

    1087 shares
    Share 435 Tweet 272
  • 15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    142 shares
    Share 57 Tweet 36
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga