MUHAMMAD bin Al-Alqami, seorang pejabat pada masa Kekhalifahan Abbasiyah dicemooh rakyat sendiri karena telah kehilangan wibawa di mata rakyat.
Tulisan berjudul “Dicemooh Rakyat Sendiri” ini ditulis oleh Uttiek M. Panji Astuti di Instagram (05/08/2025) yang membahas keramaian di sosial media soal pelarangan pengibaran bendera One Piece menjelang 17 Agustus.
Seorang pejabat bahkan menuduh makar pelakunya. Bukannya didengar, pelarangan itu justru mengundang cemoohan di sosial media.
“Lebay!” kata netizen.
Pangkal cemoohan sebenarnya bukan soalan bendera semata, namun masyarakat sudah muak dengan segala kegaduhan yang ditimbulkan para pejabat.
Ada saja hal-hal tak penting yang dibesar-besarkan, sementara banyak hal-hal besar yang seharusnya ditangani serius, justru diabaikan.
Kegaduhan seperti itu selalu terjadi manakala penguasa telah kehilangan wibawa di mata rakyatnya. Apapun yang disampaikan, tak lagi didengar, tapi justru dijadikan bahan olok-olokan.
baca juga: Anime Berbahasa Arab Klasik Marak di Timur Tengah
Belajar dari Kisah Al-Alqami, Ketika Pemimpin Dicemooh Rakyat Sendiri
Tersebutlah nama Muhammad bin al-Alqami (1197–1258 M), seorang wazir dan penasihat penting pada masa Kekhalifahan Abbasiyah terakhir, Al Musta’shim.
Ia dicatat sejarah sebagai pengkhianat yang menjual Baghdad pada bangsa Mongol. Ia jual negerinya pada bangsa asing dengan imbalan harta serta janji kedudukan tinggi.
Benarkah ia mendapat janji itu setelah Baghdad luluh lantak dibakar pasukan Mongol selama 40 hari?
Tidak.
Alih-alih mendapat janji kehormatan sebagai penguasa yang menggantikan khalifah, ia akhirnya hanya dijadikan kacung oleh bangsa Mongol. Dihina Mongol, sekaligus dicemooh rakyatnya sendiri.
Bahkan para umahat di Baghdad pada masa itu menggunakan kalimat, “Ingatkah kalian pada nasib Alqami?” untuk merujuk sesuatu yang hina atau sebagai bahan cemoohan.
Apapun yang dikatakan Alqami, tak pernah lagi didengar rakyatnya. Apapun keputusan yang diambilnya, hanya jadi bahan cemoohan para pemimpin Mongol.
Sebelum bersuara, para pejabat itu sebaiknya belajar dari kisah Wazir Alqami, kalau tak ingin ditertawakan rakyatnya sendiri.
Kairo, 5/8/2025
View this post on Instagram