• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 27 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Pranikah

Pernikahan dalam Perspektif Psikologi

11/10/2021
in Pranikah, Unggulan
Pernikahan dalam Perspektif Psikologi

Foto: Pixabay

1k
SHARES
7.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Pernikahan dalam perspektif psikologi adalah kebutuhan dasar manusia. Di dalam pernikahan terkandung pemenuhan sandang, papan, pangan, seksual, cinta dan kasih sayang. Bila kebutuhan dasar terpenuhi manusia akan mencapai hidup yang bermakna dan ia akan lebih mudah memenuhi kebutuhan tambahan lainnya.

Dalam buku Psikologi Pernikahan karya Muhammad Iqbal, Ph.d. seseorang yang melalui kehidupan harmonis dalam pernikahan mengaku bahwa hidupnya lebih tentram, teratur, dan bahagia sejak menikah.

Perjuangannya mencari nafkah menjadi sangat berharga sehingga ia bersemangat dalam bekerja. Padahal, saat sendiri ia selalu merasa kesepian, dan uang yang ia peroleh tidak pernah jelas dihabiskan untuk apa karena selalu dipakai untuk berfoya-foya.

Baca Juga: Seluk Beluk Pernikahan Antar Budaya

Pernikahan dalam Perspektif Psikologi

Sebelum menikah, hatinya juga selalu gelisah dan cemas menghadapi masa depan. Setelah menikah dan memiliki anak, hidupnya menjadi lebih bermakna dan bahagia karena bertabur cinta dan kasih sayang.

Menurut Ahli Psikologi Perkembangan, Hurlock (1980), pernikahan merupakan periode individu belajar hidup bersama sebagai suami istri membentuk suatu keluarga, membesarkan anak-anak dan mengelola sebuah rumah tangga.

Jika tugas ini dapat diselesaikan dengan baik, masih menurut Hurlock, maka akan membawa kebahagian bagi individu tersebut. Akan tetapi tugas tersebut tidaklah mudah untuk dilalui pasangan suami istri karena banyak hal yang harus dihadapi setelah menikah. Antara lain, pengelolaan keuangan rumah tangga, membina komunikasi yang baik keluarga, mendidik anak dan lain-lain.

Maka bukanlah hal yang aneh jika dalam pernikahan akan bertemu dengan permasalahan. Karena pernikahan sendiri bermakna menyatukan dua orang yang berbeda secara fisik dan psikologis. Masing-masing memiliki keunikan tersendiri yang perlu melalui proses adaptasi dan saling memahami.

Belum lagi latar belakang keluarga, sosial, budaya, pendidikan, pola asuh dan lainnya tak jarang memicu konflik jika masing-masing tidak mau saling belajar memahami untuk hidup bersama. Hal ini harus dipahami secara bijaksana, bahwa tiap individu memiliki kekurangan.

Pernikahan dalam hal ini ibarat bangunan. Jika bangunan tersebut dibangun dengan perencanaan yang baik dan matang, bangunan tersebut akan kuat dan kokoh. Oleh karena itu sebelum membangun sebuah bangunan diperlukan fondasi yang kuat.

Dalam pernikahan, fondasi tersebut adalah agama, niat, dan keikhlasan menerima pasangan dengan segala kelebihan dan kelemahannya. [Ln]

Tags: Pernikahan dalam Perspektif Psikologi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Perang Saudara Bukan Jalan Jihad Abdullah Bin Umar

Next Post

Tetap Hangat agar Sehat Saat Musim Hujan

Next Post
Tetap Hangat agar Sehat Saat Musim Hujan

Tetap Hangat agar Sehat Saat Musim Hujan

Foto: Pexels/Pixabay

Belajar dari Didikan Orang Tua Sang Pembebas Konstatinopel, Muhammad Al Fatih

Sabar di Kala Musibah Datang

Sabar di Kala Musibah Datang

  • Empat Wanita Teladan Penghulu Surga

    Ada Surga di Balik Derita, Kisah Wanita Penderita Epilepsi yang Dijamin Masuk Surga

    165 shares
    Share 66 Tweet 41
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3425 shares
    Share 1370 Tweet 856
  • Bencana Longsor Melanda Desa Pasirlangu Cisarua, Bandung Barat

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    472 shares
    Share 189 Tweet 118
  • Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    6701 shares
    Share 2680 Tweet 1675
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    570 shares
    Share 228 Tweet 143
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4088 shares
    Share 1635 Tweet 1022
  • Lebih dari 1.600 Warga Masih Mengungsi akibat Banjir di Sejumlah Wilayah Jakarta

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 4 Macam Mad Lazim, Berikut Ini Pengertian dan Contohnya

    5256 shares
    Share 2102 Tweet 1314
  • Poin Penting Perjalanan Isra’ Mi’raj dari Surat Al-Isra’ Ayat 1

    1774 shares
    Share 710 Tweet 444
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga