DARI berjualan gula aren, Jamaluddin Abdul Aziz akhirnya berangkat haji bersama istrinya. Warga Desa Kedondong Pusuk Lestari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini berangkat haji bersama istrinya, Ru’iyah (42).
Keduanya berangkat haji setelah menabung selama 14 tahun dengan berjualan gula aren. Dari usahanya itu, ia melunasi setoran haji pada 2025.
Setiap hari, pasangan suami istri ini membuat gula aren, sebagaimana kebanyakan warga di Desa Kedondong yang mengantungkan hidup mereka dari pohon aren.
Tiap hari mereka bisa membuat 10 cup atau biji. Jika air aren melimpah, maka mereka bisa membuat gula aren ukuran besar, seharga Rp 70.000 per biji.
Baca juga: Kedatangan Jemaah Haji Indonesia Tembus 30.611, Petugas Fokus pada Lansia
Penjual Gula Aren Asal NTB akan Berangkat Haji Bersama Istrinya
Namun jika air aren menipis, mereka hanya bisa membuat gula berukuran kecil seharga Rp 35.000 hingga 40.000 per biji.
Jamaluddin kemudian menuju ruang pemeriksaan kesehatan dan dia dinyatakan sehat dan layak untuk berangkat ke Tanah Suci, demikian juga dengan istri tercintanya.
Cerita yang hampir sama juga diungkapkan Nurasih (58), warga Narmada Lombok Barat, yang selama ini berjuang sebagai pedagang di pasar.
Cerita yang juga menyentuh adalah cerita hebat dari Mukaram (50), jemaah haji asal Ombe, Lombok Barat.
Dia telah menabung selama 14 tahun dari penghasilannya menjadi petani dan mengangkut sampah di kampungnya, setiap hari, kecuali hari minggu.
Dari rumah ke rumah, Mukaram berkeliling mengambil sampah warga, untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS).
Gaji dari hasil angkut sampah sebesar Rp 700.000 ditabungnya sebagian hingga akhirnya tabungan hajinya lunas, yang dikumpulkannya sejak 2012 dan kini menjadi tamu Allah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Cerita perjuangan panjang 3 calon jemaah haji asal Lombok Barat ini, merupakan bagian dari 393 jemaah haji asal Lombok Barat Kloter 3 yang telah tiba di Tanah Suci.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah NTB, Lalu Muhamad Amin, Senin (27/4/2026) menyebutkan, sebanyak 1.556 dari 5.798 jumlah total jemaah haji NTB telah diberangkatkan ke Arab Saudi hingga hari ke-6 operasional, mereka tergabung dalam empat kelompok terbang (kloter).
Informasi ini sangat melegakan jemaah haji dan keluarga mereka, meski sebelum keberangkatan ada beberapa jemaah haji yang dirujuk ke RSUP NTB karena gangguan kesehatan. [Din]



