SERING membeli sayuran dalam jumlah cukup banyak karena ingin menghemat waktu belanja, tetapi beberapa hari kemudian kondisinya sudah layu atau menguning? Masalah seperti ini sebenarnya tidak selalu disebabkan oleh kualitas sayuran. Cara menyimpan di kulkas juga sangat menentukan apakah sayuran bisa bertahan segar lebih lama.
Kulkas memang dapat memperlambat proses kerusakan pada sayuran. Namun, memasukkan semua jenis sayuran begitu saja ke dalam kulkas bukan cara yang tepat. Ada beberapa hal sederhana yang perlu diperhatikan agar sayuran tetap segar, teksturnya terjaga, sekaligus mengurangi bahan makanan yang terbuang.
Baca Juga: Waspadai 5 Makanan yang Bisa Memicu Gejala Asma pada Sebagian Orang
Tips Menyimpan Sayuran di Kulkas agar Awet Lebih Lama
1. Pilih Sayuran yang Masih Segar
Kualitas sayuran sejak awal sangat berpengaruh terhadap daya simpannya. Saat berbelanja, pilih sayuran yang masih terlihat segar, tidak berlendir, tidak berbau aneh, dan tidak memiliki bagian yang mulai membusuk.
Jangan mencampurkan sayuran yang sudah rusak dengan yang masih bagus. Satu bagian yang membusuk dapat mempercepat kerusakan bahan makanan lain di sekitarnya.
2. Jangan Langsung Menyimpan Sayuran dalam Kondisi Basah
Air yang menggenang pada permukaan sayuran dapat membuatnya lebih cepat membusuk, terutama sayuran berdaun. Karena itu, setelah dicuci, tiriskan dan keringkan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam wadah penyimpanan.
Namun, bukan berarti semua sayuran harus dicuci sebelum masuk kulkas. Jika belum akan digunakan, mencuci sesaat sebelum dimasak sering kali lebih praktis agar sayuran tidak terlalu lembap selama penyimpanan.
3. Gunakan Wadah atau Kantong yang Tepat
Sayuran dapat disimpan menggunakan wadah tertutup yang bersih atau kantong khusus penyimpanan. Untuk sayuran tertentu, berikan sedikit ruang agar tidak terlalu lembap.
Bahan pangan yang disimpan dalam kulkas juga sebaiknya ditata dengan rapi. BPOM mengingatkan bahwa penyimpanan yang tepat dapat membantu mempertahankan kualitas pangan sekaligus memperlambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab kerusakan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
4. Manfaatkan Laci Khusus Sayuran
Sebagian besar kulkas memiliki laci khusus untuk buah dan sayuran atau yang biasa disebut crisper. Tempat ini bisa dimanfaatkan untuk menjaga kondisi sayuran agar tidak mudah kehilangan kelembapannya.
Materi pembelajaran bahan makanan dari lingkungan pendidikan Indonesia juga menyarankan sayuran ditempatkan pada bagian crisper. Penyimpanan pada suhu rendah dapat membantu menghambat proses pelayuan, penuaan, serta kerusakan akibat mikroba.
5. Bungkus Sayuran Berdaun dengan Tisu
Bayam, kangkung, selada, sawi, dan sayuran berdaun lainnya cenderung lebih cepat layu. Salah satu cara sederhana adalah melapisinya dengan tisu dapur sebelum dimasukkan ke dalam wadah atau kantong penyimpanan.
Tisu membantu menyerap kelebihan air sehingga daun tidak terus-menerus berada dalam kondisi terlalu basah. Jika tisu sudah sangat lembap, segera ganti dengan yang baru.
6. Pisahkan Berdasarkan Jenisnya
Tidak semua sayuran memiliki karakteristik penyimpanan yang sama. Karena itu, sebaiknya sayuran tidak dicampur dalam satu wadah tanpa pertimbangan.
Wortel, brokoli, sawi, cabai, dan sayuran berdaun, misalnya, dapat ditata dalam wadah berbeda. Penyimpanan berdasarkan jenis juga membuat kita lebih mudah mengambil bahan yang ingin digunakan dan memeriksa kondisinya.
7. Jangan Memasukkan Kulkas Terlalu Penuh
Kulkas yang terlalu penuh dapat membuat sirkulasi udara tidak optimal. Akibatnya, suhu di dalam kulkas bisa menjadi kurang merata.
Berikan ruang di antara wadah dan bahan makanan agar udara dingin dapat bersirkulasi. Pastikan pula kulkas bekerja dengan baik dan suhunya sesuai. BPOM merekomendasikan suhu kulkas di bawah 5°C untuk penyimpanan pangan yang membutuhkan suhu dingin.
8. Cek Sayuran Secara Berkala
Jangan hanya menyimpan sayuran lalu melupakannya. Luangkan waktu setiap satu atau dua hari untuk mengecek stok. Jika ada daun yang mulai menguning atau bagian yang rusak, segera pisahkan.
Gunakan sistem sederhana: yang masuk lebih dulu, digunakan lebih dulu. Dengan kebiasaan ini, sayuran tidak terlalu lama tersimpan sampai akhirnya terbuang.
Menyimpan sayuran dengan benar sebenarnya tidak membutuhkan cara yang rumit. Kuncinya adalah menjaga kebersihan, mengontrol kelembapan, menggunakan tempat penyimpanan yang sesuai, dan rutin mengecek kondisi bahan makanan. Selain membuat sayuran lebih awet, kebiasaan ini juga dapat membantu mengurangi pemborosan makanan di rumah. [DW]


