BEBERAPA rekomendasi cara untuk melindungi anak dari influenza A. Influenza A merupakan salah satu jenis virus influenza yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan.
Anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapatkan perhatian karena sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang dan aktivitas sehari-hari membuat mereka cukup sering berinteraksi dengan orang lain.
Untuk membantu mengurangi risiko penularan influenza A, orang tua dapat menerapkan sejumlah kebiasaan sehat di rumah maupun mengajarkannya kepada anak sejak dini.
Orangtua dapat menerapkan sejumlah langkah untuk membantu mengurangi risiko infeksi dan penularan influenza pada anak.
Baca juga: Simak, Tiga Manfaat Menggunakan Masker Wajah Secara Rutin
Beberapa Cara Melindungi Anak dari Influenza A
Berikut beberapa rekomendasi IDAI yang dapat dilakukan keluarga:
Memberikan Vaksinasi Influenza Setiap Tahun
Rekomendasikan vaksinasi influenza tahunan untuk semua anak mulai usia 6 bulan. Vaksinasi perlu diberikan setiap tahun karena virus influenza terus mengalami perubahan melalui proses antigenic drift dan antigenic shift.
Vaksinasi influenza harus diberikan setiap tahun karena virus influenza terus berevolusi melalui antigenic drift dan antigenic shift. Vaksin tahun ini dirancang untuk mencocokkan strain yang diprediksi akan bersirkulasi.
Menerapkan Protokol Kesehatan
Pencegahan penularan influenza dapat dilakukan melalui kebiasaan sehari-hari yang diterapkan secara konsisten.
Orangtua perlu mengajarkan anak untuk mencuci tangan secara rutin, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker sesuai kebutuhan.
Menjaga sirkulasi udara di dalam ruangan dan menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit juga dapat membantu mengurangi risiko penularan infeksi saluran pernapasan. Kebiasaan tersebut penting diterapkan di rumah, sekolah, maupun lingkungan bermain anak.
Tidak Memaksakan Anak Sekolah Saat Sakit
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau agar anak yang sedang sakit tidak dipaksakan mengikuti kegiatan sekolah atau bermain bersama anak lainnya.
Orangtua juga perlu memperhatikan kondisi anak secara keseluruhan, bukan hanya suhu tubuh, sebelum memutuskan kapan anak dapat kembali beraktivitas. Jika gejala masih berlangsung atau kondisi anak memburuk, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.
Memastikan Anak Mendapatkan Cukup Cairan
Saat mengalami influenza, anak perlu mendapatkan asupan cairan yang cukup untuk membantu mencegah dehidrasi.
Orangtua dapat memberikan air putih atau cairan sesuai usia dan kondisi anak. Pada bayi dan anak kecil, kebutuhan cairan perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan serta anjuran tenaga medis.
Apabila anak mengalami kesulitan minum, muntah berulang, atau menunjukkan tanda dehidrasi, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Mengenali Tanda Bahaya dan Segera Mencari Pertolongan Medis
Orangtua perlu mengenali tanda bahaya yang dapat menunjukkan kondisi anak memburuk. IDAI mengingatkan agar anak segera dibawa ke fasilitas kesehatan jika mengalami:
Sesak napas.
Demam tinggi yang tidak kunjung turun.
Penurunan kesadaran.
Dehidrasi. [Din]


